
Frans terus menatap Elsa seakan meminta penjelasan, Elsa yang merasa ditatap pun berbalik menatapnya.
Greb
Tiba tiba Frans langsung memeluk Elsa dengan erat seperti tidak mau kehilangan kekasihnya itu.
"Kenapa lo gak cerita semuanya sama gue." Ucap Frans masih memeluk Elsa
"Sorry, gue hanya butuh waktu yang tepat." Ujar Elsa membalas pelukan Frans
"Tapi lo gak papa kan? apa ada yang luka? Ini... apakah sakit?" Tanya Frans setelah melepas pelukannya dan menunjuk bekas luka di ujung bibir Elsa
"Gak sakit, lagian ini luka kecil."
"Gak sakit gimana? Tadi di video itu keliatan banget kalo dia nyiksa lo tanpa ampun." Seru Frans yang terlihat sangat cemas
"Tapi sekarang gue baik baik aja kan."
"Lo itu ya, gue khawatir tau, lain kali jangan kayak gitu."
"Iya iya gue gak akan melakukan itu lagi, karna semuanya udah selesai."
"Selesai gimana? mereka aja tadi kabur duluan, bisa jadi mereka merencanakan sesuatu buat lukain lo."
"Gue gak sebodoh itu membiarkan mereka lolos." Ucap Elsa tersenyum devil
"Gue tahu maksud lo."
Mario berjalan menghampiri Elsa dan Rosa.
"Gimana perasaan kalian? Apa sudah lega?" Tanya Mario
"Sangat lega bang, Kita senang banget." Ucap Rosa memeluk Mario begitupun dengan Elsa
"Ini semua berkat abang, karena selalu ada buat kita dan percaya sama kita berdua" Ucap Elsa berniat menyindir Dave
"Itu emang udah tugas abang."
"Bang Mario emang the best, abang yang terbaik, tidak ada yang lain." Seru Rosa yang juga menyindir Dave
"Mulai sekarang kalian jangan sedih lagi, atau abang akan..." Mario menggantungkan ucapannya kemudian dia mencubit hidung mancung Elsa dan Rosa
"Aaauuu... Sakit bang." Seru Elsa mengelus hidungnya
"Biarin.. Wllee..." Ledek Mario menjulurkan lidahnya
Dave yang melihat kebersamaan mereka bertiga sangatlah iri dengan Mario, karena adiknya sendiri malah sangat akrab dengan orang lain ketimbang dengan dirinya.
"Apa gak ada kesempatan buat gue jadi abang kalian lagi?" batin Dave sendu
Kemudian baik Elsa maupun Rosa menatap mantan keluarganya yaitu Hendrik dan Dave.
Dave dan Hendrik yang benar benar sangat rindu hendak memeluk keduanya. tapi, Elsa dan Rosa malah mundur selangkah karena tidak mau dipeluk mereka.
"Sandra, Vanda." Lirih Hendrik yang sudah menangis sejak tadi
"Siapa yang anda panggil, Nama saya Elsa dan dia adalah Rosa." Ucap Elsa dingin menunjuk Rosa
"Daddy minta maaf sama kalian, daddy udah termakan omongan wanita ular itu."
"Daddy? Daddy kami udah gak ada sejak kejadian itu." Ucap Rosa yang matanya mulai berkaca kaca
"Kami minta maaf, karna sudah tidak percaya sama kalian berdua. Kami sangat menyesal." Ujar Dave yang juga menangis
"Setelah semua perlakuan kalian terhadap kami, dengan mudahnya kalian bilang maaf? Cih.. Apa kalian tidak punya malu, Hah?!" Tambahnya lagi dengan penuh amarah
"Kalian memang pantas marah pada kami, tapi tolong berikan kami satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Kami sungguh menyesal." Pinta Dave
"Kesempatan? untuk apa? bahkan kalian berdua sama sekali tidak mencari kami, malah kalian mengira kami sudah tiada, bukankah itu sudah jelas jika kalian tidak peduli dengan kami." Marah Elsa yang juga tidak bisa menahan air matanya agar tidak keluar
"Lo yang tenang yah." Ucap Frans mengelus punggung Elsa agar lebih tenang tapi sama sekali tak di hiraukan Elsa
"Apa yang harus Daddy lakukan agar kalian mau memaafkan daddy?" Lirih Hendrik
"Sudah kami bilang kami tidak punya Daddy." Bentak Elsa dengan mata yang memerah karena sangat marah
Semua tamu disana hanya bisa menyaksikan pertengkaran keluarga itu, mereka pikir setelah kepergian Risa dan anaknya, masalah sudah selesai tapi nyatanya ini semakin rumit.
"Kami tidak tahu harus apa? Supaya kalian mau memaafkan kami." Pinta Dave
"........." Tak ada jawaban dari mereka berdua
"Tolong katakan sesuatu agar kami bisa menebus kesalahan kami." Dave terus menerus memohon
"Pergi dari kehidupan kami." Ucap Elsa dingin sembari menghapus air matanya kasar
"Itu gak bisa, kalian keluarga kami." Ujar Dave
"Kalian bukan keluarga kami, Keluarga saya hanya Kak Elsa dan Bang Mario. Ngerti." Hardik Rosa
Ryan sedari tadi terus mencoba menenangkan Rosa dengan mengelus punggungnya agar dia tidak kelewat batas.
Luna yang melihat Elsa dan Rosa mulai tidak bisa mengendalikan diri, memutuskan untuk menghampirinya dan berdiri di tengah tengah mereka menggeser posisi Mario.
"Kalian berdua yang tenang yah, kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin." Ucap Luna lembut mengelus punggung Elsa dan Rosa
"Tapi Elsa benci sama mereka mah, mereka udah sangat keterlaluan pada kami berdua." Ucap Elsa penuh amarah
"Mamah ngerti, tapi apa tidak ada pintu maaf sedikitpun bagi mereka?"
"Tidak ada, mereka tidak pantas mendapatkan itu." Seru Rosa dengan kemarahan yang berkobar
Luna hanya menghembuskan nafasnya kasar, karena sepertinya akan sangat sulit membujuk mereka dalam keadaan marah yang menggebu gebu.
"Apa Daddy harus bersujud untuk mendapatkan maaf dari kalian?" Ucap Hendrik pelan
"........."
Tiba tiba Hendrik langsung bersujud di hadapan Elsa dan Rosa dengan tangisan yang tidak pernah luntur.
Semua yang disana terkejut, pasalnya Tuan Hendrik adalah pengusaha kaya raya, tapi mau bersujud di depan kedua anaknya untuk mendapatkan maaf.
Tapi mereka disana juga mengerti bagaimana perasaan Elsa dan Rosa ketika di tuduh membunuh ibu kandungnya sendiri hingga di usir dari rumah, Itu pasti membuat hatinya sangat hancur.
"Daddy minta maaf." Ucap Hendrik dalam sujudnya.
**Bersambung...
...----------------...
Hmmm... Kira kira Elsa dan Rosa mau memaafkan gak yaahhh??
Jangan lupa Likenya..
Salam manis dari author**...