THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Siapa Dia?



Elsa mulai mengerjapkan matanya pertanda ia mulai bangun dari tidur panjangnya itu.


"Kak Elsa/Elsa." Ucap mereka bersamaan saat melihat Elsa membuka matanya


"A-air.." Ucap Elsa pelan tapi dapat di dengar yang lain.


Rosa yang memang didekat meja, ia langsung mengambil air dan meminumkannya pada Elsa.


Sedangkan Mario bergegas memencet tombol disamping brankar untuk memanggil dokter, tak lama kemudian seorang dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Elsa.


"Syukurlah, pasien sudah melewati masa kritisnya. Tapi ia harus di rawat kurang lebih satu minggu untuk memulihkan tenaganya." Ucap dokter setelah memeriksa Elsa


"Lama banget dok, gue gak mau disini terus." Protes Elsa yang memang sudah bisa lancar bicaranya


"Gak papa dok, lakukan yang terbaik." Ucap Mario tak memperdulikan tatapan tajam dari Elsa


"Bang.."


"Udah kak, lagian biar lo cepat pulih."


"Gue udah sembuh, dan gue gak betah disini, disini bau obat."


"Lo udah sakit masih aja bisa protes." Kesal Maya


"Kalau begitu saya pamit dulu. pemisi." Ucap dokter


"Terima kasih dok." Ucap Rosa kemudian dokter tersebut meninggalkan ruangan.


Rosa langsung mengahampiri Elsa yang sudah duduk di brankarnya dan tiba tiba saja dia mencubit tangan Elsa hingga membuat Elsa meringis kesakitan.


"Auu... lo apa apaan sih, gue baru sadar dan lo mau bikin gue sakit lagi." Ucap Elsa kesal sembari mengelus tangan yang di cubit Rosa


"Ya habisnya, ngapain juga lakuin itu."


"Kalo gue gak lakuin itu yang ada lo yang celaka dan gue gak mau itu terjadi."


"Harusnya lo biarin gue yang celaka." Ucap Rosa berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh


"Gue gak mau, kalo lo kenapa napa itu sama saja gue bunuh diri gue secara perlahan, karna gue gak sanggup kehilangan lo." Ucap Elsa sendu


"Dan lo pikir gue sanggup melihat lo celaka? Hiks... Gue lebih gak sanggup lagi melihat lo celaka apalagi itu terjadi di depan mata gue sendiri, dan itu semua gara gara gue." Ucap Rosa yang mulai menitikkan air mata dan berhambur memeluk Elsa dengan erat


"Udah yah, sekarang gue gak papa, berhenti nyalahin diri lo sendiri." Ucap Elsa mengelus punggung Rosa


"Emm... Gimana dengan ketua Black Dragon?" Tanya Elsa pada Rosa sembari melepas pelukannya. Elsa berusaha mengganti topik pembicaraan karena tidak mau melihat Rosa terus bersedih.


"Dia udah mati." Jawab Rosa penuh amarah


"Yahh kenapa gitu sih, kenapa gak nunggu gue siuman dulu, gue kan juga ingin bermain." Kesal Elsa


"Sorry kak, waktu itu gue gak sengaja." Ucapnya cengengesan membuat semua temannya bersusah payah meneguk salivanya.


"Gak sengaja? Menggal kepala orang dia bilang gak sengaja?" batin Ryan


"Kalau gak sengaja aja bisa gitu apalagi kalo di sengaja." batin Maya


"Gak sengaja tapi bisa sadis banget." batin Vera


Begitulah isi pikiran para sahabatnya dengan yang Rosa ucapkan barusan.


Drrt... Drrtt... Drrtt...


Ponsel Ryan berbunyi, dan ia dengan segera mengangkat telfonnya.


"Ada apa Frans?"


^^^"Lo dimana sih, gue cari di rumah gak ada."^^^


"Rumah Sakit xxx..." Jawab Ryan tanpa sadar langsung mendapat tatapan tajam semua orang di ruangan itu dan Ryan langsung menutup mulutnya.


^^^"Hah?! siapa yang sakit?"^^^


"Elsa... Upss." Jawabnya lagi keceplosan dan ia langsung saja mematikan ponselnya sebelum Frans bertanya lagi.


"Lo gimana sih kak, kenapa ngasih tau dia." Kesal Rosa setelah Ryan memasukkan ponselnya ke dalam sakunya


"Keceplosan bisa dua kali gitu." Ketus Maya


"Ya namanya juga keceplosan berarti gak disengaja dong."


"Emang mereka belum tau?" Tanya Elsa pada yang lain


"Belum, gue sengaja gak ngasih tau, takutnya nanti mamah sama papah khawatir." Jawab Rosa dan Elsa hanya ber oh ria


Merekapun berbincang bincang kecil dan Rosa sembari menyuapi Elsa makan bubur, awalnya Elsa menolak karena ia tidak suka makanan rumah sakit, katanya bau obat tapi Rosa mengancam kalo sampe Elsa tidak mau makan maka ia juga tidak akan makan sama sekali. Akhirnya dngan terpaksa Elsa mau memakannya meskipun ia ingin sekali memuntahkannya


Tiba tiba ada seseorang yang memasuki ruangan itu dengan tergesa gesa, ia adalah Frans.


"Kok lo gak ngabarin gue sih kalo lo sakit?" Kesal Frans saat sudah disamping Elsa


"Ini salah gue yang gak ngabarin lo, Kak Elsa gak tau apa apa, dia aja baru siuman dari kemarin." Jawab Rosa


"Hah?! Emang lo kenapa sampe gak sadar dari kemarin?"


"Dia tertusuk bahkan kemarin sempat operasi." Jawab Ryan


"Apa? kenapa kalian gak ada yang ngabarin gue sih, dan kenapa bisa sampe tertusuk?" Pertanyaan Frans kali ini membuat mereka semua saling pandang


"Kemarin pas jalan pulang, kita di hadang preman dan gue tertusuk dari belakang." Jawab Elsa berbohong


"Tapi sekarang udah gak sakit kan?"


"Udah mendingan."


"Hp gue mana?" Tanya Elsa menatap Rosa dan Rosa langsung mengambil ponsel Elsa dari tasnya kemudian memberikannya


Elsa langsung saja mengaktifkan ponselnya dan ia melihat banyak panggilan tak terjawab dari Frans dan juga seseorang yang ia kenal. Tanpa berpikir panjang ia langsung menelpon orang tersebut.


"Hallo."


"........."


"Gue baik baik aja."


"........."


"Kemarin tuh hp gue rusak jadi gak ngabarin lo."


"........."


"Jangan, jangan lewat video call, gue belum mandi."


".........."


"Udah yah, Rosa dari tadi manggil gue terus. Bye.." Ucap Elsa berbohong langsung mematikan sambungan secara sepihak.


"Kenapa gue yang dibawa bawa coba." Kesal Rosa yang namanya di bawa bawa Elsa


"Hehe.. Sorry, habisnya gue gak tahu alasan yang lain."


"Lo gak ngasih tau dia keadaan lo sekarang?" Tanya Rosa,


"Kalo dia tahu yang ada dia langsung terbang kesini." Celetuk Mario


"Gue gak mau dia khawatir." Jawab Elsa


"Dia siapa?" Tanya Frans yang bingung siapa yang dimaksud mereka, begitupun dengan Ryan, Maya dan Vera yang tidak tahu sama sekali.


"Seseorang." Ucap Elsa singkat.


**Bersambung...


...----------------...


Hallo readers, Kira kira siapa ya yang di telfon Elsa barusan?


Jangan lupa Likenya yaa**...