
Keesokan harinya...
Karena sekarang hari libur, Elsa berniat mengajak semua teman mafianya ke markas sedangkan Mario sudah ada di markas sejak kemarin sore. Saat ini Maya, Vera dan juga Ryan sudah berada di Mansion.
Ketika mereka hendak pergi, tiba tiba ada sebuah mobil sport memasuki halaman mansion Elsa.
Seorang pria yang mereka kenal keluar dari mobil dan menghampiri mereka.
"Lo mau kemana?" Tanya orang itu pada Elsa yang tak lain adalah Frans
"Ada urusan." Ucap Elsa singkat
"Urusan apa? sama mereka juga?"
"Iya. Terus lo ngapain kesini pagi pagi?" Tanya Elsa
"Gue niatnya mau ngajak lo pergi, tapi ternyata lo mau pergi duluan." Ucap Frans
"Kalo gitu mending gue ikut kalian aja." Tambahnya lagi membuat mereka yang disana saling pandang
"Gak, lo gak boleh ikut." Tolak Elsa
"Kenapa sih, emang kalian mau kemana?"
"Ya ada urusan, dan lo gak perlu tahu."
"Lo suka banget sih main rahasia rahasiaan."
"Ya gue..." Belum sempat Elsa menjawab, tangannya langsung ditarik Rosa agar sedikit menjauh dari sana.
"Apaan sih main tarik aja." Ketus Elsa karena tangannya di tarik Rosa.
"Gini aja kak, lo pergi sama kak Frans aja, biar kita yang ke markas." Ujar Rosa berbisik sambil sesekali melirik Frans yang ada di belakangnya
"Ihhh.. Gak mau, gue juga mau ngecek keadaan markas." Ucapnya yang juga berbisik
"Kalo lo gak mau, yang ada kak Frans akan terus maksa buat ikut. Lo gak mau kan identitas kita terbongkar."
Elsa tampak bergelut dengan pikirannya.Dia tahu Frans itu keras kepala, jadi jika menolak maka Frans akan tetep maksa buat ikut.
"Oke, lo diem berarti lo setuju." Finish Rosa kemudian mereka berdua berbalik dan menghampiri Frans sama yang lain
"Begini kak, sekarang mending lo pergi bareng kak Elsa aja, dan lo gak perlu ikut kita." Ucap Rosa saat sudah berada di depan Frans, sedangkan Elsa sedari tadi hanya memasang wajah kesalnya karena ulah adiknya
"Emang lo gak jadi ikut mereka?" Tanya Frans menatap Elsa
"Gak." Jawabnya ketus
"Gue sebenarnya masih bingung, emang kalian mau kemana sih? kenapa gue gak boleh tau?"
"Kota B." Jawab Rosa
"Ohh.. yaudah kita kesana bareng aja, gue juga penasaran sama tempat tinggal kalian."
"Lo kepo banget sih. Mending kita pergi sekarang." Ketus Elsa langsung masuk ke dalam mobil Frans, karena dia tidak mau Frans terus menerus bertanya
"Emm.. Ya udah deh gue pergi dulu." Ucap Frans kemudian masuk kemobilnya dan segera pergi dari sana.
"Wahhh.. Gila lo, kakak sendiri di kerjain." Seru Maya menunjuk Rosa setelah kepergian Frans dan Elsa
"Parah banget sih, tadi muka Elsa keliatan kesal banget." Timpal Vera yang berusaha menahan tawanya
"Kita pergi sekarang, keburu siang." Ujar Ryan yang diangguki mereka.
Tanpa ba bi bu lagi mereka memasuki mobil dan melajukannya keluar mansion menuju markas di kota B.
Di tempat lain..
Terlihat ada dua orang pria berbadan kekar dan berpakaian serba hitam memasuki sebuah cafe. Mereka melirik kanan kiri seperti sedang mencari keberadaan seseorang.
Tak butuh waktu lama, mereka berhasil menemukan orang itu dan langsung saja berjalan menghampiri mejanya.
"To the point." Ucap salah satu pria itu setelah duduk dihadapan orang itu yang tak lain adalah Risa.
"Saya minta bantuan kalian untuk menghabisi dua orang dalam foto ini." Ucap Risa memberikan sebuah foto
"Terutama dia." Tambahnya lagi menunjuk foto Elsa
"Anda tahukan kita tidak sembarang menerima misi dari orang?" Ucap orang itu sebut saja Bara
"Saya tahu, tapi saya akan membayar kalian sangat tinggi, bagaimana?"
"Anda pikir kami mata duitan." Sinis Bara
"Bukan itu maksud saya, tapi saya benar benar membutuhkan bantuan kalian." Ucap Risa memohon
"Emang apa yang mereka lakukan sampai anda ingin menghabisinya, saya liat mereka orang baik baik." Ucap temannya yang bernama Axel sembari memandangi foto itu
"Mereka selalu mengancam saya, karna mereka mengira saya telah membunuh ibu mereka, padahal itu semua tidak benar." Ucap Risa sok sedih
"Baiklah, kami akan melakukannya." Axel menyetujuinya
"Anda tenang saja, dalam waktu satu bulan semuanya akan beres." Timpal Bara
"Satu bulan? Saya minta semuanya beres dalam minggu ini." Pekik Risa
"Anda pikir, kami hanya menerima tugas dari anda? kami juga memiliki banyak misi yang tentunya lebih penting dari yang anda ajukan." Ucap Bara
"Jika anda tidak mau menunggu, kami tidak keberatan, dan ingat ini, anda jangan pernah sekalipun mengatur kami, karna yang berhak atas semua itu hanyalah ketua dari kami." Timpal Axel
"Okeh baiklah, saya setuju yang penting mereka semua hilang dari muka bumi ini." Karena tidak ada pilihan, Risapun menyetujuinya
"Untuk saat ini kami hanya akan memantaunya jadi anda tidak perlu cemas." Ujar Bara
"Saya percaya sama kalian, karena kalian tidak pernah sekalipun gagal dalam menjalankan misi."
"Tentu saja, Itu karna kehebatan ketua kami." Seru Axel
Mendengar orang yang di depannya menyetujui tugas yang diberikan membuat Risa tersenyum devil, sedangkan kedua pria itu tersenyum penuh arti.
"Akhirnya kalian berdua akan musnah dalam dunia ini. Tak apalah satu bulan, yang penting setelah itu aku terbebas selamanya dari mereka." Batin Risa tersenyum kemenangan
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya yaa...
Salam manis dari author**