
"Gue ga ingkar janji."
Suara seseorang dari arah belakang membuat mereka semua langsung melihat kearahnya.
"KAK ELSA... " Teriak Rosa langsung berlari memeluk Elsa dengan sangat erat dan Elsa langsung membalasnya.
Yupz, suara tersebut adalah suara dari Elsa. Dia datang dengan santainya walaupun tubuhnya banyak yang lecet ya maklumlah namanya juga mafia, luka seperti itu tidak ada apa apanya.
Semua yang di sana juga mendekatinya dan tersenyum senang karena ternyata Elsa selamat dari kecelakaan maut itu.
"Hiks.. Lo jahat kak, lo jahat. lo mau ninggalin gue sendiri? Hiks.. " Ucap Rosa dalam isaknya dan masih memeluk Elsa
"Gue gak akan ninggalin lo, karna kita akan selalu bersama sama." Ucap Elsa tersenyum sembari melepas pelukannya
"Janji?" Ucap Rosa sembari menegakkan jari kelingkingnya kepada Elsa
"Janji." Elsa melingkarkan jari kelingkingnya pada Rosa
"Kok lo bisa disini? Perasaan tadi mobil lo terjun ke jurang deh" Tanya Vera
"Sebelum mobil gue jatuh, gue sempat lompat dari mobil dan malah terlempar agak jauh." Jawab Elsa
"Hah?! Lompat? Tapi lo gak kenapa napa kan? Ada yang sakit gak? Apa perlu ke rumah sakit? kita kerumah sakit yah?" Tanya Frans bertubi tubi
"Gue gak papa, gak usah lebay deh."
"Gak papa gimana, itu pada lecet gitu." Ucap Vera
"Jadi ini alasan lo gak mau kita semobil?" Tanya Maya
"Hmm.."
"Lo sangat baik Sa, lo bahkan rela ngebahayain diri lo sendiri demi menyelematkan sahabat sahabat lo." batin Frans
"Berarti lo udah tau dong ini bakal terjadi? tapi kenapa lo masih nekat?" Tanya Frans sedikit kesal dengan tindakan Elsa
"Yang penting kan gue baik baik aja." jawabnya santai
"Apa ini maksud lo tadi pagi kak?" Tanya Rosa penuh selidik
"Iya."
"Maksud kalian ini ulah seseorang." Tanya Ryan
"Benar sekali."
"Siapa orang itu?"
"Tanpa gue sebut namanya, kalian pasti tau."
"Maksud lo dia..?" Tanya Maya yang tau siapa orang itu dan hanya di angguki Elsa
"Dia sangat nekat, kalian berdua harus hati hati sama dia."Ucap Vera
"Gue rasa dia gak akan nyerah gitu aja, pasti dia akan ngelakuin yang lebih dari ini." Ucap Ryan menahan emosinya
"Dia siapa?" Tanya Frans yang tidak tahu apa apa.
Pertanyaan Frans membuat mereka semua saling pandang karna mereka lupa kalau disana masih ada Frans.
"Ahh.. i-itu.. apa." Ucap Maya gugup
"Lo akan tahu nanti." Ucap Elsa memotong ucapan Maya
"Kita pulang sekarang, dan obatin luka lo." Ucap Rosa karna ia tidak mau Frans terus menerus bertanya dan juga ia khawatir sama keadaan Elsa
"Ada apa sih sebenarnya? kayaknya ada yang mereka sembunyiin dari gue." batin Frans
Mereka semua akhirnya memutuskan untuk pulang dan Elsa satu mobil dengan Rosa dan sahabatnya.
Di mobil Rosa...
"Kok lo bisa tau dia pelakunya?" Tanya Maya menatap Elsa
"Apa sih yang gue gak tahu?" Jawabnya santai
"Apa lo ada buktinya? agar dia gak bisa berkutik lagi." Tanya Vera
"Ada, dan gue akan membongkar semuanya nanti saat waktu yang tepat."
"Kapan?"
"Tunggu aja."
Setelah percakapan itu hanya ada hening dalam mobil.
Di Mansion Elsa*...
Di ruang keluarga ada Elsa, Rosa dan Mario sedang berkumpul dan bercerita sambil sesekali tertawa bersama.
Ting nong..Ting nong...
Ada seseorang yang tiba tiba memencet bel di mansion itu.
"Siapa sih, malam malam juga." Kesal Elsa langsung berjalan menuju pintu dan membukanya.
Ceklek..
Betapa terkejutnya Elsa melihat siapa tamunya tersebut.
"Mamah.. Papah.." Ucapnya masih terkejut karna tamunya tak lain adalah Luna, Adit dan juga Frans.
"Iya sayang."
"Eh... masuk dulu mah, pah." Ajak Elsa sopan
"Gue gak di suruh masuk?" celetuk Frans
"Gak, biasanya juga main nyelonong aja." ucap Elsa ketus
Mereka pun masuk dan langsung menuju ke ruang tamu yang ada Rosa dan Mario. Mereka duduk di bangku yang masih kosong disana.
"Mamah, papah ada apa kesini?" Tanya Rosa dengan lembut tapi juga bingung
"Kami denger dari Frans, katanya Elsa kecelakaan jadi kami kesini untuk menjenguk." Ucap Luna menatap Elsa
"Ni anak ember banget sih, pake ngomong ke mamah segala kan dia jadi khawatir gini." batin Elsa sembari menatap tajam Frans, sedangkan yang di tatap hanya memasang wajah datarnya
"Elsa gak papa kok, cuma lecet dikit aja." Jawab Elsa
"Syukurlah kalo begitu. tapi siapa yang ngelakuin itu sama kamu?"
"Elsa ga bisa cerita sama mamah sekarang."
"Baiklah kalau itu mau kamu, mamah tidak akan memaksa."
Mereka hanya berbincang bincang kecil hingga akhirnya sadar sekarang sudah larut malam.
"Kalian nginep di sini aja, ini sudah malam." Ajak Elsa
"Apa tidak merepotkan?" Tanya Adit
"Tentu tidak pah, kita malah senang kalo mamah sama papah disini, iyakan Ros?"
"Iya kalian mau yah nginep disini?" Tanya Rosa memohon
"Oke, untuk malam ini kita nginep disini." Ucap Luna tersenyum manis
"Makasih mah." Elsa langsung memeluk Luna begitupun dengan Rosa
"Kalo gitu aku antar kalian ke kamar." Ucap Elsa bersemangat
"Gue gimana?" Tanya Frans
"Lo, gue yang antar." Ucap Mario
"Yah, kenapa bukan Elsa sih?" Gerutu Frans pelan tapi dapat di dengar Mario walau samar samar
"Apa lo bilang?"
"Ehh.. enggak bang, bukan apa apa."
Karna memang hari sudah larut malam jadi mereka memutuskan untuk menginap saja.
Di kamar Elsa..
Elsa terlihat memperhatikan laptop yang sedang memutar sebuah video.
"Heh...Ternyata dia suka melakukan itu? kenapa mereka semua sangat bodoh bisa mempercayainya." Ucap Elsa dengan senyum smirknya
"Akhirnya gue punya kartu kalian, Gue akan segera memulai permainan ini, Kalian tunggu saja." Ucap Elsa dengan senyum devil yang tak pernah luntur darinya.
**Bersambung...
...----------------...
Bagaimana episode kali ini? Jangan lupa kasih komentar dan Like ya guys...
Salam manis dari author**....