THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Pesan Ancaman



Keesokan harinya...


Masih di mansion milik Elsa. Terlihat Frans, Luna dan Adit berada di meja makan, mereka menunggu kedatangan Elsa dan Rosa. Tak lama kemudian mereka berdua datang dari lantai atas.


"Pagi mah, pah." Sapa Elsa dan Rosa ketika sudah sampai di meja makan dan langsung duduk di tempatnya


"Pagi."


"Hmm.. Kebiasaan banget, gue yang gantengnya di akui planet mars ini, selalu di cuekin." Gerutu Frans mendramatisir tapi tidak di hiraukan oleh mereka


"Bang Mario udah berangkat?" Tanya Elsa karna tidak melihat keberadaan Mario


"Tadi udah berangkat duluan." Jawab Luna dan Elsa hanya ber oh ria


Elsa dan Rosa sangat senang dengan keberadaan mereka disini, karena merasa memiliki keluarga yang lengkap. Tanpa terasa ada bulir bening mengalir di pipi mulus Rosa.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Luna ketika melihat Rosa meneteskan air mata


Ya Rosa menangis, seorang mafia yang selalu terlihat kuat itu akan menangis jika menyangkut tentang keluarga.


"Rosa hanya teringat sama mommy." Ucapnya pelan sambil menghapus air matanya


"Hmm.. mamah ngerti kok. Tapi, sekarang kan kami keluarga kamu jadi kamu jangan sedih lagi oke."


"Iya mah."


"Kalian sudah kami anggap anak kami. jadi Frans juga kakak kalian." Ucap Adit


Uhuk..Uhukkk....


Frans tersedak saat mendengar penuturan ayahnya


"Kalau minum pelan pelan." Ucap Luna lembut hanya diangguki Frans


"Yahh... kenapa jadi gini sih, masa iya gue kakak adik sama Elsa, cewek yang gue suka. papah sama mamah gak ngertiin perasaan anaknya banget sih." batin Frans


Selesai sarapan mereka langsung berpamitan untuk berangkat sekolah. Mereka bertiga menggunakan mobil masing masing, walaupun mobil Elsa kemarin jatuh ke jurang tetap saja dia masih punya banyak mobil.


Skip di Sekolah...


Saat sudah sampai Frans terlebih dahulu pergi ke ke kelasnya, sedangkan Elsa dan Rosa menghapiri Laura dkk.


Laura dkk yang melihat Elsa berangkat sekolah sangat kesal karna rencananya gagal total. Elsa yang melihat itu hanya terseyum ??sinis ke arahnya.


"Dek, Kasihan banget tau gak sih, kemarin tuh ada yang rencananya gagal total tau." Ucap Elsa pada Rosa dengan tangan terlipat di perutnya, saat sudah ada di depan Laura dkk


"Iya kasihan sekali, dia pasti sangat marah sekarang." Jawab Rosa dengan tersenyum sinis


"Heh!! Apa maksud kalian?" Bentak Laura pura pura tidak tahu


"Kalian itu gak usah sok naif deh" Elsa tersenyum sinis


"Ki-Kita gak tau maksud kalian." Jawab Tari gugup


"Kok kalian gugup gitu? Apa ada yang disembunyiin?" Tanya Rosa masih dengan sunyum smirknya


"Apa yang kita sembunyiin?" Tanya Hera masih mengelak


"Apa perlu kita membongkarnya? Sekarang?" Tanya Elsa


Pekataan Elsa mampu membuat Laura dkk mati kutu di hadapannya.


"Heh.. Tenang aja, kita masih berbaik hati dengan kalian kok. Tapi... kalo kalian masih ingin bermain dengan kita, maka jangan salahkan kita jika terjadi sesuatu sama kalian." ucap Elsa


"Lo ngancem kita?"


"Lo pikir kita takut sama kalian?" Ucap Laura memberanikan diri padahal dalam hatinya sangat takut bahkan sudah berkeringat dingin


"Heh... katanya gak takut, kok sampe keringetan gitu?"


"Siapa bilang?" Ucap Laura


"Ahh sudahlah... lagian gak ada faedahnya juga ngomong sama kalian." Ucap Elsa yang sedari tadi terseyum sinis ke Laura dkk


"Iya kak, kalo lama lama disini nanti ketularan sama mereka." Timpal Rosa


"Heh!!.. emang lo pikir kita penyakitan apa?" Bentak Tari


"Gue gak bilang itu lohh, lo sendiri yang bilang." Ucap Rosa dengan santainya


"Lo itu yaa..." Tari yang tersulut emosi hendak menampar pipi mulus Rosa, Tapi langsung di cekal oleh Rosa.


"Lepasin tangan gue." Berontak Tari dengan meringis kesakitan karna Rosa mencengkram tangannya dengan kuat.


"Jangan pernah sentuh gue dengan kuman yang ada di tangan lo itu. Ngerti!!" Ucap Rosa menekankan kata katanya dan langsung menghempas kasar tangan Tari


"Auu... " Tari yang meringis kesakitan sembari memegang tangannya yang sudah memerah


"Cabut." Ucap Elsa tiba tiba, tanpa basa basi lagi mereka berdua langsung pergi dari sana.


"Aaghhkk... kenapa dia bisa selamat sih." Kesal Laura menghentakkan kakinya setelah kepergian Elsa dan Rosa


"Kita harus cari cara lain." Ucap Tari penuh amarah


Kring.. Kring..Kring...


Bel masuk sekolah berbunyi, semua siswa sudah memasuki ruang kela masing masing untuk mengikuti pelajaran.


Di Mansion Fernandika...


Di ruang santai keluarga terlihat Risa yang sedang bersantai sembari menonton televisi. Saat ini keadaan mansion sepi karena Hendrik sedang ke kantor sedangkan Dave dan Laura berangkat sekolah.


Ting..


Bunyi pesan masuk di ponsel milik Risa, dengan segera ia melihat pesan itu yang ternyata dari nomor yang tidak di kenal.


"Nomor siapa lagi?" Ucapnya sambil berfikir karna baru pertama kalinya ia mendapat pesan dari nomer asing


Karna emang penasaran akhirnya ia pun membuka pesan tersebut, saat dibuka betapa terkejutnya ia melihat isi dari pesan itu.


From 083896xxxxxx


Hai apa kabar PEMBUNUH? Ku harap kau baik baik saja karna belum waktunya untuk kau menderita. Kau tunggulah permainanku nanti, Itu pasti akan membuatmu sangat senang.


EL~ RS


Begitulah isi pesan tersebut yang membuat Risa panik setengah mati.


"Siapa yang berani ngirim ini? Apa mungkin ini....? Ahh itu gak mungkin, mereka bahkan hanya anak kecil. Aku harus waspada jangan sampai si tua bangka itu tahu ini semua." Ucap Risa


**Bersambung...


...----------------...


Hai Readers, Gimana episode kali ini? Jangan lupa komentar dan Likenya yaa...


Salam manis dari author**...