THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 82



"Sudahlah, tidak perlu basa basi lagi. Jika kalian ingin tahu siapa kami, maka kami akan mengabulkan itu." Seru Elsa


Kemudian beralih menatap Rosa dan Mario, Mereka mengerti maksud Elsa dan kini mereka bertiga bersamaan melepas topeng yang mereka kenakan.


"Jadi kalian.." Pekik Laura


"Ya, kami berdua Twin Queens Lion Claws, kenapa? Kaget?." Ujar Elsa


"Bodohnya anda menyuruh anggota kami untuk membunuh kami. Hahahah.... Itu sungguh sebuah lelucon yang sangat lucu." Tawa sinis Rosa menatap Risa


"Sial*n, aku sudah tertipu sama mereka." batin Risa marah


"Gue harus bisa kabur dari sini, gue gak mau mati." batin Laura


"Udah ngebatinnya?" Tanya Elsa sinis


"Kalian liat saja, jika aku bisa kabur dari sini, maka akan ku bunuh kalian semua." Hardik Risa


"Hahaha... Coba saja kalo bisa, yang ada kalian yang akan mati disini." Tawa Mario sinis


"Sepertinya tidak ada yang perlu di omongin lagi. Bagaimana jika kita memulainya." Ucap Rosa dengan senyum smirknya


"Kalian mau apa?" Tanya Laura ketakutan


"Ibu atau anaknya dulu?" Tanya Mario


"Gue bagian anaknya aja, karna sepertinya ada yang lebih menginginkan ibunya." Ucap Elsa melirik Rosa


"Kak Elsa memang selalu tahu apa yang gue inginkan." Seru Rosa menyeringai


"Tapi, apa gue bisa memulainya lebih dulu? Karna tangan gue udah gatal dari tadi." Ucap Elsa


"Silahkan, dengan senang hati." Jawab Rosa dengan senyum devil yang tak pernah luntur


Tanpa basa basi Elsa pun langsung berjalan mendekati Laura yang sedang ketakutan.


"Jangan takut gitu dong, gue gak akan makan lo kok, Tapi yang akan makan lo adalah My Lion." Ucap Elsa menyeringai sembari mengeluarkan pisau lipat dari dalam jubahnya.


"Gue mohon, jangan bunuh gue." Mohon Laura tapi tak di hiraukan Elsa


"Hei Kau!! Jangan sentuh anak saya." Bentak Risa pada Elsa yang mendekati anaknya


"Diam kau!! Tunggulah giliranmu nanti." Bentak Rosa menunjuk Risa


"Hmmm... Pipimu sangat mulus ternyata, apa gue boleh melukisnya, lukisan gue bagus loh." Ucap Elsa menyeringai dan langsung menyeset pipi Laura hingga mengeluarkan banyak darah.


"ARRGGHKKK..." Teriak Laura kesakitan


"Uhhh... Nyanyianmu sangatlah indah di telingaku Laura." Ejek Elsa yang menganggap teriakan kesakitan sebagai nyanyian yang indah.


"Dasar Kau Pshycopat. Aarghk..." Maki Laura


"Terima kasih pujiannya."


"Sekarang bagaimana dengan jari jarimu?" Tanya Elsa sinis, kemudian mengambil gunting dan mulai memotong semua jari tangan Laura.


"AARRGHKK... K-kau Iblis." Teriak Laura terus menerus


"Itu karna kau yang membangunkan iblis."


"Beraninya melukai anakku, kau tunggu pembalasanku." Hardik Risa


"Sudah ku bilang diam!!" Bentak Rosa kemudian berjalan mendekati Risa


Plakk


Plakk


Dua kali tamparan Rosa berikan pada Risa.


"Pembukaan yang sangat indah." Ucap Mario tersenyum Devil


"Sepertinya adikku sudah tidak sabar untuk bermain. Hmm.. baiklah, kita akhiri saja permainan kita. Lagian gue udah bosan." Seru Elsa dan berjalan mengambil katana yang tergantung disana kemudian kembali lagi ke posisi awal yaitu di depan Laura.


"Ap-apa yang akan lo lakukan?" Tanya Laura ketakutan


"Mengakhiri semuanya." Ucap Elsa tersenyum Devil. Dan....


Glek..


Dengan sekali tebasan dia berhasil memisahkan kepala Laura dari tubuhnya.


"LAURAAA....." Teriak Histeris dari Risa


"Giliranmu adikku." Ucap Elsa menatap Rosa


"Dengan senang hati." Balas Rosa menyeringai kemudian kembali menghadap Risa yang sedang menangis karena melihat anaknya meninggal di hadapannya.


"K-kau mau apa?" Gugup Risa


"Hmm.. kalo kak Elsa melukis dipipi, maka gue akan melukisnya di tangan, gimana? apa kau setuju? Tentu setuju dong." Ucap Rosa tersenyum devil dan mulai menyeset tangan Risa sangat dalam dengan belatinya hingga mengeluarkan banyak darah.


"Aarghkkk...." Teriak Risa merintih kesakitan


"Nyanyianmu tidak semerdu anakmu, telingaku sakit mendengarnya." Seru Rosa langsung merobek bibir Risa


"Aargghkk... Kalian memang Pshycopat." Hardik Risa


"Hmm... Waktu itu kau nusuk mommy gue di bagian leherkan? Bagaimana jika kau juga merasakannya?" Sinis Rosa


"Ap-apa maksudmu?"


"Katanya kau adiknya, jadi kau juga harus merasakan apa yang kakak lo rasakan, benarkan?"


Tanpa ba bi bu Rosa langsung melayangkan belati miliknya kebagian leher Risa, Seketika Risa meninggal dengan mata yang melotot.


"Sudah selesai." Gumam Rosa tersenyum smirk setelah menghampiri Elsa dan Mario


"Kalian urus mayat mereka." Perintah Elsa pada kedua mafioso disana


"Siap Queen." Jawab kedua mafioso dengan tegas. Kemudian mereka berdua langsung membereskan semuanya.


Kini di ruang tahanan itu hanya ada Elsa, Rosa dan juga Mario.


"Gue harap, setelah ini kalian berdua bisa hidup dengan tenang." Ucap Mario tersenyum tulus


"Apa Kita pulang sekarang?" Ajak Rosa


"Hmm.. kita juga harus mengurus satu masalah lagi." Ujar Elsa


"Masalah apa? bukannya udah selesai?" Tanya Mario


"Ada satu lagi, dan itu belum kita selesaikan." Balas Rosa


"Gue gak ngerti apa maksud kalian." Ucap Mario menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Semalem gue sama Rosa udah membahas tentang apa yang akan kita lakuin sama mereka, dan kita berdua sudah memutuskannya." Jelas Elsa


"Apa keputusan kalian? Apa kalian akan memaafkannya?" Tanya Mario penasaran dengan keputusan kedua adik angkatnya itu.


**Bersambung...


...----------------...


Hallo Readers... Jangan lupa Kasih Likenya yaa....


Salam manis dari author**...