THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Black Dragon



Karena peristiwa itu semua siswa di pulangkan ke rumah masing masing, sedangkan Elsa dan yang lain menuju ke UKS terlebih dahulu sebelum pulang.


Di Markas Black Dragon..


Dalam ruangan yang cukup gelap ada seorang laki laki yang sedang duduk santai sembari menghisap rokoknya.


Selang beberapa menit kemudian, seseorang yang merupakan tangan kanannya datang untuk melapor sesuatu.


"Mohon ijin melapor King." Ucap tangan kanan itu sembari menundukkan kepala


"Katakan." Jawabnya datar sambil melihat orang yang ingin melapor dan membuang puntung rokoknya


"Se-Sebelumnya mohon maaf King, Transaksi obat obatan terlarang kita yang berada di pelabuhan gagal King, bahkan anggota kita banyak yang tewas." Ucap Tangan kanan itu gerogi


Brak..


Tiba tiba Ketua itu menggebrak meja di depannya dengan sangat keras sambil berdiri dari duduknya dan itu membuat tangan kanannya berkeringat dingin karena takut.


"Siapa yang berani menggagalkannya?" Teriak Ketua dengan menekankan kata katanya karena menahan emosi


"Li-Lion Claws." Jawabnya gugup


Memang benar Elsa menyuruh anggotanya untuk menggagalkan tansaksi itu, Karna dia tidak suka dengan benda yang dapat merusak negeri ini. Kali ini juga dia tidak menggagalkannya sendiri melainkan bekerja sama dengan anggota polisi, Itu sebabnya polisi merasa sangat berterima kasih karna dengan adanya mafia itu, tidak akan ada lagi penyelundupan barang ilegal.


"Mereka lagi.. Waktu itu mereka menggagalkan misi ku untuk membunuh keluarga Adijaya dan sekarang mereka juga yang menggagalkan transaksi ini. Takkan kubiarkan mereka menang dengan mudah." Ucapnya penuh amarah


"Kau siapkan semua anggota kita. Kita serang markas Lion Claws, SEKARANG." Tambahnya lagi memberi perintah dengan meninggikan suaranya di akhir kalimat


"Baik King." Jawab tangan kanan itu dan langsung bergegas pergi dari sana untuk melaksanakan perintah sang ketua.


"Twin Queens Lion Claws, Kalian akan menanggung akibatnya jika berani melawanku. Akan ku pastikan kalian akan terbunuh di tanganku." Ucap Ketua dengan penuh penekanan sembari mengepalkan tangan kanannya yang diangkat di depan wajahnya.


Di UKS Sekolah...


Di ruangan terlihat Elsa dkk sedang mengobati luka dari Frans dkk. Elsa - Frans, Rosa - Ryan, Maya - Dave dan Vera - Romi.


"Kemampuan lo makin bagus aja." Puji Rosa pada Ryan sembari membersihkan bekas darah di ujung bibir Ryan


"Itu kan berkat lo juga." Jawabnya tersenyum


"Maksud lo, lo dilatih sama Rosa?" Tanya Romi yang sedang di obati Vera


"Ya gitu."


"Gue diajarin juga dong, biar hebat kayak lo pada." mohon Romi


"Emang gue guru les apa?" Ketus Rosa


"Hahaha... rasain lo, emang enak." Tawa Ryan pecah seolah tidak merasakan sakit pada bibirnya


"Lo ikhlas ngobatin gak sih?" Tanya Frans pada Elsa karna emang sedari tadi Elsa terlihat sangat malas buat ngobatin luka Frans


"Gak." Jawabnya dingin


"Huhh.. lo jadi cewek gini amat, gak ada lembut lembutnya." gerutu Frans


"Kalo gitu lo obatin sendiri aja. bisa kan?" Tanya Elsa dengan ketus sambil mengompres kasar luka di wajah Frans


"Auu....pelan pelan napa."


"Makanya lo diem gak usah bawel."


Deg.


"Duhh... kayaknya ada makhluk halus yang datang dan meremas jantung gue saat menatap Elsa. Apa dia gak rela gue natap mata indah Elsa." Batin Frans ngawur


Drrrtt...Drrtt...Drrtt....


Mereka tersadar dalam lamunannya saat ponsel milik Elsa berbunyi, dan dengan segera Elsa langsung mengangkatnya.


"Huh.. siapa sih, ganggu banget." Batin Frans


"Apa?" Tanya Elsa datar pada orang yang menelponnya


^^^"Queen, markas diserang Black Dragon."^^^


"Tunggu 5 menit." Elsa langsung memutuskan sambungan secara sepihak dengan wajah ynag memerah menahan amarahnya.


"Ada apa?" Tanya Rosa dan dia juga tahu yang menelpon tadi pasti anak buahnya, itu terlihat dari nada bicara Elsa


"Biasa." Ucap Elsa singkat dan langsung menatap Rosa, Ryan, Maya dan Vera secara bergantian kemudian mengangguk seolah memberi isyarat tertentu.


Mereka berempat pun mengangguk mengerti maksud Elsa.


"Kita pergi dulu, kalian obati sendiri." Ucap Elsa langsung saja pergi di ikuti yang lain. Tapi saat Ryan ingin ikut pergi langsung di tanyai ketiga temannya


"Lo mau kemana?" Tanya Romi pada Ryan


"Gu.. gue... Mau antar Rosa pulang. bye..." Ucap Ryan gugup dan langsung pergi dari sana sebelum mereka mulai bertanya lagi


"Akhir akhir ini kayaknya Ryan sering gabung sama mereka." ucap Dave


"Iya, bahkan dia yang lebih dulu tau mansion Elsa dan juga nomor ponsel mereka, padahalkan baru kenal juga." Timpal Frans


"Tapi gue rasa Ryan tuh emang lagi PDKT aja sama Rosa aja, jadi ngapain sih ambil pusing." Ucap Romi tak mau ambil pusing


"Mungkin juga kali ya." Ucap Dave


"Menurut gue emang ada yang di sembunyiin mereka. Tapi apa?" batin Frans


Karena memang sekolahan sudah sepi, jadi mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke mansion masion karena mereka juga harus beristirahat untuk memulihkan tenaganya.


Markas Lion Claws..


Sesampainya disana, mereka melihat pemandangan yang cukup mengerikan dikarenakan sudah banyak mayat yang tergeletak dan juga suara bising pertempuran.


Disana ternyata juga sudah ada Mario, Dika dan Dery yang sedang bertarung melawan Black Dragon.


"Ini akibatnya jika kalian berani mencampuri urusanku dan selalu menggagalkan misiku." Teriak Ketua Black Dragon Dengan berdiri satu kaki di atas badan mafioso Lion Claws yang sudah tidak bernyawa.


"Itu salahmu sendiri."


**Bersambung...


...----------------...


Hallo Readers... Bagaimana episode kali ini? Habis baca jangan lupa berikan Komentar dan juga Likenya yaaa....


Salam manis dari author**...