THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Pingsan



Rosa menghampiri brankar Elsa dengan air mata yang bercucuran dengan deras membasahi pipi mulusnya.


"Kak Elsa... Hiks.. Kenapa lo gak biarkan aja gue yang kena. Justru, kalo lo kayak gini gue akan lebih sakit lagi kak. Hiks..." Ucap Rosa lirih dan duduk disampingnya dengan memegang tangan kanan Elsa sembari menciumnya berkali kali


"Gak, gue gak boleh nangis kalo kak Elsa tau pasti dia akan sedih, dan gue gak mau itu terjadi. Kak.. lihatlah Rosa tidak menangis lagi jadi kakak harus bangun yah." Ucap Rosa menghapus kasar air matanya dan berusaha untuk tersenyum


"Kak, apa lo tau? Sebenarnya gue itu benci sama lo, benci banget. lo tau karna apa? Karna lo itu selalu mementingkan diri gue. Lo terluka atau tidak, lo sama sekali gak peduli akan hal itu yang penting bagi lo hanya gue yang harus bahagia." Rosa menarik nafasnya panjang untuk bisa melanjutkan bicaranya berharap Elsa akan menjawab namun naas tak respon sama sekali dari empunya


"Padahal lo juga tau gue akan lebih bahagia lagi jika melihat lo bahagia. selama ini lo terlalu sibuk memikirkan balas dendam kita sampe sampe lo gak pernah mencari kebahagiaan lo sendiri." Rosa benar benar tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar dan kini ia menangis lagi.


"Hiks... Kak gue mohon buka mata lo, gue gak sanggup melewati ini sendiri, gue gak sanggup kak. Hiks... Lo janji kalo kita akan sama sama, jadi kalo lo pergi, gue juga akan pergi dengan lo. Hiks..." Isak Rosa pecah


"Kak, Hiks.. lo juga janji kalo lo akan bantu gue membongkar kedok wanita licik itukan dan lo harus tepatin janji itu. Hiks..."


Di luar Ruangan...


Mario, Ryan, Maya dan Vera masih setia menunggu Elsa dan Rosa di dalam, mereka juga sangat khawatir dengan keadaan Elsa.


Maya mengambil ponsel dari sakunya dan mengaktifkannya kembali.


"Hah?! Kak Frans nelpon gue sebanyak ini." Ucap Maya kaget melihat banyaknya panggilan tak terjawab


"Iya gue juga banyak panggilan dari Kak Frans." Timpal Vera


"Sama, dia pasti sekarang nyariin Elsa." Ucap Ryan setelah melihat ponselnya


"Apa kita harus kasih tau dia keadaan Elsa?" Tanya Maya manatap semua temannya


"Jangan." Ucap seseorang membuat mereka semua menengok kearahnya


"Rosa.." Ucap mereka langsung menghampiri Rosa yang ada di depan pintu


"Jangan kasih tau siapapun, gue gak mau mamah sama papah khawatir." Ucap Rosa pelan dengan wajah yang sangat pucat karena sedari tadi dia tidak mau makan apalagi tadi dia habis mendonorkan darahnya


"Sebaiknya lo pulang dan istirahat, muka lo pucta banget." Ucap Mario yang sedari tadi hanya diam


"Gue mau jaga kak Elsa."


"Ya udah tapi lo makan yah, dari tadi lo belum makan sama sekali." Ucap Ryan lembut


"Gue gak nafsu makan." ucapnya pelan sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut hebat


"Nanti lo sakit."


"Gue..." Belum sempat Rosa menyelesaikan ucapannya, ia sudah tak sadarkan diri. untung saja diampingnya ada Ryan dan dia dengan sigap menyanggah Rosa agar tidak jatuh ke lantai.


"Rosa.." Pekik mereka


"Bawa dia ke ruang rawat." Ucap Maya yang khawatir dengan keadaan Rosa


Skip malam hari...


Dalam ruangan terlihat Rosa yang mulai mengerjapkan matanya tanda ia mulai sadar.


"Rosa, lo udah sadar." Ucap Ryan yang melihat Rosa mulai membuka kedua matanya, sontak yang lainpun melihat kearahnya


"Ahh.. Kenapa gue bisa disini?" Tanya Rosa pelan sembari memegang kepalanya yang masih sakit


"Tadi lo pingsan."


"Kak Elsa.. apa dia udah sadar?" Tanya Rosa yang tiba tiba teringat pada Elsa dan hanya di balas gelengan dari mereka


"Gue mau nemenin kak Elsa."


"Lo butuh istirahat." Ucap Vera


"Tapi gue harus nemenin kak Elsa." Kekeh Rosa


"Okeh lo boleh kesana, tapi lo harus makan dulu." Tegas Ryan


"Tap-."


"Kalo lo mau nemenin Elsa lo juga butuh tenaga dan kalo lo sakit, Elsa pasti akan sangat sedih." Ucap Ryan memotong ucapan Rosa.


Dengan terpaksa Rosa menyetujuinya. Ia juga sebenarnya sangat lemas karna belum ada makanan yang masuk dalam perutnya itu.


Selesai makan mereka semua menuju ruangan Elsa berada. Kata dokter kondisi Elsa semakin membaik jadi dia sudah dipindahkan di ruang vvip.


"Kak, gimana kabar lo sekarang? apa lo semakin membaik?" Tanya Rosa pada Elsa yang sudah jelas tidak akan menjawabnya


"Gue yakin lo itu kuat, jadi lo jangan lama lama tidurnya. Kasihan Rosa nanti sendirian." Ucap Mario yang juga duduk di samping Elsa


"Elsa, lo harus bangun, disini banyak yang sayang sama lo." Ucap Vera


"Lo itu sahabat gue, dan gue tau lo itu orangnya tidak mudah menyerah jadi gue yakin lo pasti bisa melawan penyakit lo itu." Ucap Maya


"Kak, gue yakin walaupun lo gak sadarkan diri, pasti lo bisa mendengar kita semua. Disini kita semua sayang sama lo, jadi gue mohon jangan kecewain kita. Lo harus sadar kak." Ucap Rosa tanpa sadar air matanya mulai turun kembali dengna derasnya.


Mereka semua menatap sendu melihat kondisi Elsa saat ini. Yang mereka tau Elsa itu orangnya tidak pernah mengeluh rasa sakit sedikitpun, tapi sekarang dia terbaring lemah di brankar tersebut.


Bersambung...


...----------------...


**Jangan lupa kasih Likenya ya guys...


Salam manis dari author**...