THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 85



Keesokan harinya...


Di Kediaman Fernandika


Kini Hendrik dan Dave sudah berada di meja makan, mereka sengaja tidak makan terlebih dahulu karena menunggu kehadiran Elsa dan Rosa yang masing berada di kamar.


Tak lama kemudian Elsa dan Rosa datang bersamaan ke meja makan dan langsung duduk di tempatnya tanpa mempedulikan tatapan ayah dan kakaknya itu.


"Akhirnya kalian udah datang, kita nunggu kalian biar bisa sarapan bareng." Ucap Dave senang


"Gak ada yang nyuruh nunggu." Ketus Elsa


"Makan aja kali, kenapa harus nunggu." Ucap Rosa tak kalah ketus


Hal itu membuat Dave dan Hendrik sedih karena jawaban mereka yang sangat ketus. Mereka semua akhirnya makan bersama, hanya ada dentingan sendok yang terjadi.


"Kak, gue berangkat bareng lo yah. gue males nyetir." Ucap Rosa pada Elsa setelah makanannya selesai


"Kak Ryan gak jemput?" Tanya Elsa


"Katanya dia kesiangan, jadi gue suruh dia berangkat langsung, karna kalo kesini dulu pasti akan terlambat."


"Ohh.. Ya udah kita bareng, lagian kemarin gue nyuruh kak Frans gak jemput gue."


"Emm... Gue boleh bareng kalian?" Tanya Dave tiba tiba


"Gak bisa, masa iya bertiga, emang lo mau jadi supir." Ketus Rosa


"Gak papa, yang penting kita semobil."


"Terserah."


"Berangkat sekarang?" Tanya Dave yang diangguki mereka


"Dad, Dave berangkat dulu." Ucap Dave meminta ijin


"Kalian hati hati dijalan, jangan ngebut." Ucap Hendrik lembut


"Iya Dad." Ucap Dave, sedangkan Elsa dan Rosa langsung pergi keluar begitu saja


"Apa kalian sebenci itu sama Daddy." Batin Hendrik sendu menatap kepergian kedua anaknya.


Dalam mobil Elsa...


Selama perjalanan Dave hanya fokus pada jalanan, sedangkan Elsa dan Rosa fokus pada hpnya, karena mereka berdua duduk di kursi penumpang.


"Lo gak nyariin mommy dan adik kesayangan lo itu?" Tanya Elsa tiba tiba pada Dave tapi pandangannya masih pada hpnya


"Enggak, gue gak peduli sama mereka." Jawab Dave dengan penuh amarah


"Yakin? Bukannya lo sayang banget sama mereka?" Tanya Rosa tersenyum sinis


"Itu karna gue khilaf, gue terlalu naif hingga percaya sama mereka."


"Lo baru nyadar kalo lo emang naif?" Sinis Rosa


"Gue tahu gue salah, apa tidak ada pintu maaf sedikitpun buat gue?" Tanya Dave penuh harap, dengan tatapan masih fokus menyetir


"Mungkin ada." Jawab Elsa singkat


"Beneran?"


"Kan gue bilang mungkin, tapi gue gak bisa pastiin itu." Ujar Elsa dingin


"Gak papa, kalo lo bilang itu mungkin, berarti emang masih ada harapan." Ucap. Dave senang


"Emmm.... Apa gue boleh tanya sesuatu?" Tanya Dave dengan hati hati


"Apa?"


"Kenapa nanya gitu?" Tanya Rosa


"Entah kenapa gue merasa kalian punya rahasia, selain sebagai CEO besar itu."


"Kita punya." Ucap Elsa


"Apa?"


"Mafia." Ucap Elsa dan Rosa berbarengan dengan santainya, karena mereka juga tidak ingin ada yang di tutup tutupi lagi dengan keluarganya.


Ckiiiittt.....


Dave menginjak rem secara mendadak setelah mendengar jawaban mereka, dan itu membuat Elsa dan Rosa hampir terjungkal ke depan.


"Aaauuu.... lo bisa nyetir gak sih." Marah Elsa karena keningnya terbentur jok di depannya


"Sorry, gue gak sengaja. Lagian kalian bercandanya gak lucu." Balas Dave menghadap kebelakang untuk menatap Elsa dan Rosa


"Siapa yang bercanda coba." Ketus Rosa


"Apa kita keliatan bercanda?" Timpal Elsa


"Jadi kalian beneran mafia? apa jangan jangan kalian berdua..."


"Ya kami Twin Queens." ucap Rosa memotong ucapan Dave


"Apa?! Kenapa kalian bisa masuk ke dunia mafia sih, kalian tau kan dunia itu sangat kejam dan bahaya, kenapa kalian tetap masuk. kalau kalian masuk maka akan susah untuk keluarnya dan pasti banyak musuh yang mengincar kalian." Omel Dave panjang lebar membuat mereka jengah


"Lo pikir kita mau kayak gini? Apa lo gak sadar siapa yang bikin kita kayak gini Hah?!" Ketus Elsa dengan nada yang meninggi


Jawaban Elsa membuat Dave terdiam, karena dia juga yang menyebabkan mereka jadi seperti ini.


"He eh... Ini terjadi juga karna lo dan Daddy lo." Ucap Rosa tersenyum sinis


"Maaf, gue udah buat kalian jadi seperti ini." Lirih Dave


"Maaf lo gak guna sekarang, semuanya juga gak akan bisa di perbaiki." Ketus Elsa


"Tapi gue mau memperbaiki semuanya."


"Kalaupun bisa, itu tidak akan seperti dulu, ngerti." Ketus Rosa


"Apa kalian tidak akan keluar dari mafia itu? Kalau polisi tau kalian bisa jadi buronan." Ucap Dave yang terlihat khawatir


"He eh.... Apa lo lupa siapa Twin Queens itu?" Tanya Rosa Rosa sinis


Dave pun berpikir sejenak sepertinya dia melupakan sesuatu, tak butuh waktu lama dia berhasil menemukan jawabannya.


Yupz, Twin Queens mafia itu sering membantu polisi menuntaskan kejahatan, jadi mereka berdua tidak mungkin jadi buronan.


"Udah inget? He eh.. emang yah, lo itu kalo ngomong gak pernah mikir dulu. Tadi lo nyalahin kita karna masuk mafia, giliran tau alasannya lo diem. sekarang lo bilang kita buronan, dan ketika tau jawabannya lo langsung diem. Makanya kalo ngomong jangan asal jeplak." Sinis Elsa menekankan kata tertentu


"Kalo gak tau apa apa mending diem, dari pada banyak tanya yang akhirnya lo sendiri yang gak berkutik." Sinis Rosa


Dave hanya diam seribu bahasa mendengar penuturan kedua adiknya itu. Memang benar dia yang salah, jadi pantas saja jika adiknya bersikap seperti itu.


"Berangkat sekarang, lo mau kita telat dan di hukum?" Titah Elsa yang membuyarkan lamunan Dave.


Dengan segera Dave melajukan mobilnya menuju sekolahan.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Likenya yaa....


Salam manis dari author**...