
"Mereka akan hadir." Ucap Romi
"Mereka siapa?" Tanya Frans
"Kedua CEO Misterius itu akan hadir dalam pesta dan akan membongkar identitas aslinya di depan publik."
"APA?!!" Pekik mereka semua kecuali Elsa dan Rosa tentunya
Memang benar Elsa dan Rosa sudah merencanakan untuk menunjukan jati diri mereka ke publik saat ulang tahun perusahaan. Lagi pula mereka juga mendirikan perusahaan itu di waktu yang sama, jadi tidak heran jika ulang tahun perusahaan akan di gabung.
Mengenai teman mafianya yang juga kaget, itu karena baik Elsa maupun Rosa memang tidak memberitahu ini pada semua teman mafianya itu.
"Kalian kok ga kaget?" Tanya Romi pada Elsa dan Rosa
"Nggak penting juga bagi kita." Jawab Rosa
"Terserah kalian dah, semuanya juga gak penting bagi kalian."
"Emang." Jawab mereka berdua bersamaan
"Kenapa mereka tiba tiba ingin menunjukkan jati dirinya ke publik?" Tanya Frans
"Gue juga gak tahu?" Jawab Romi
"Karna sudah waktunya." Ucap Rosa singkat
"Kenapa harus nunggu waktu yang tepat? Kenapa gak dari awal aja, waktu mereka mendirikan perusahaan itu." Tanya Frans lagi
"Apa mereka menyembunyikan sesuatu?" Tanya Dave
"Ada banyak hal yang tidak perlu orang ketahui, yang jelas jika sudah waktunya semua itu akan terbongkar dengan sendirinya, dan itu tidak menutup kemungkinan terjadinya hal yang tidak di inginkan." Ucap Elsa panjang lebar membuat yang disana tambah mengernyitkan dahi
"Gue bingung sendiri apa yang lo omongin." Ucap Romi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Intinya semua orang pasti punya rahasia, entah itu hal baik atau buruk, tergantung dari orang itu sendiri."
"Gue paham maksud lo. Mereka menyembunyikan identitasnya karena ingin merencanakan sesuatu, dan mungkin bulan depan pas hari ulang tahun perusahaannya itu adalah waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya. benarkan?" Tanya Frans pada Elsa untuk memastikan tebakannya itu
"Benar sekali." Jawabnya singkat
"Kira kira apa yang mereka rencanakan ya?" Bingung Dave
"Sesuatu yang sangat penting." Ucap Elsa
"Dan tentunya sangat berharga bagi mereka." Timpal Rosa
Kemudian Elsa dan Rosa tersenyum devil yang begitu mengerikan, tapi disana tidak ada yang menyadari arti senyuman itu kecuali teman mafianya.
Setelah Elsa mengatakan itu, hanya ada hening yang terjadi karena mereka sibuk menyantap makanannya masing masing.
Skip pulang Sekolah...
Saat ini Elsa dkk dan Frans dkk sedang berjalan melewati koridor sekolah menuju parkiran, selama itu juga mereka sesekali bercanda gurau.
Beberapa saat kemudian ada seorang laki laki paruh baya yang menghampiri mereka.
"Dave.." Panggil orang itu ketika sudah di depan mereka
"Daddy." Ucap Dave. Ya laki laki itu tak lain adalah ayahnya, Hendrik.
"Daddy ngapain kesini?" Tanya Dave
"Daddy ada urusan sama mereka." Ucap Hendrik menatap Elsa dan Rosa
"Jangan bilang Daddy mau nyuruh mereka buat jauhin Dave." Ucap Dave yang terlihat sedang menahan amarahnya
"Kamu gak perlu tahu."
"Kalo tuan ingin bicara sama kita, dengan senang hati kita menerimanya." Ucap Rosa
"Oke."
"Kalian gak perlu ikut dengannya." Ucap Dave
"Tidak usah cemas, kita bisa jaga diri. Lagian Tuan Hendrik tidak akan macam macam sama kita." Ucap Elsa
"Ros, apa lo yakin akan pergi bersamanya?" Tanya Ryan pada kekasihnya
"Iya, sangat yakin." Jawab Rosa
"Kalau begitu, kita pergi sekarang." Seru Hendrik yang diangguki keduanya
Tapi sebelum pergi Elsa mengatakan sesuatu pada temannya.
"Kalian jangan ada yang mengikuti kami, apalagi ikut campur urusan kami." Ucap Elsa menatap temannya
"Lo hati hati yah." Ucap Frans yang terlihat khawatir
"Pasti." Kemudian Elsa dan Rosa langsung pergi dari sana untuk menemui mantan Daddynya itu.
Sesampainya di Cafe..
Kali ini Hendrik, Elsa dan Rosa sudah berada dalam ruangan VIP dalam cafe itu. Hendrik sengaja memakai ruangan itu agar ia lebih leluasa untuk bicara dengan mereka berdua.
"Langsung intinya." Ucap Elsa dingin setelah mereka sudah duduk
"Saya minta kamu dan adik kamu jauhi Dave anak saya." Ujar Hendrik berterus terang
"Apa alasannya?"
"Karna kalian bawa pengaruh buruk bagi anak saya, dan kalian membuatnya jadi pembangkang sama orang tuanya."
"Bukannya yang membangkang itu Kak Dave yah, kenapa kita yang disalahin?" Ujar Rosa santai
"Pasti kalian yang sudah sudah mencuci otak anak saya."
"Atas dasar apa anda, menuduh kami berdua?" Tanya Rosa
"Laura sudah menceritakan semua tentang kalian berdua yang selalu bikin onar di sekolahan dan selalu cari ribut sama dia." Ujar Hendrik
"He eh... Hanya dengan ucapan saja, anda langsung percaya sama dia?" Sinis Elsa
"Tentu saja saya percaya, karna dia anak saya."
"Ohh begitu... tapi kenapa dulu anda tidak percaya sama anak anda, dan malah percaya sama orang lain."
Perkataan Rosa barusan membuat Hendrik bungkam seketika.
"Itu karna ada buk-."
"Bukti maksud anda?" Ucap Elsa memotong ucapan Hendrik
"Hahha... Saya tidak habis pikir, orang yang berpendidikan seperti anda tapi pikirannya sangatlah pendek." Tawa Elsa sedangkan Rosa hanya tersenyum sinis
"Apa yang kamu katakan?"
"Anda tidak mengerti maksud saya? Baiklah akan saya jelaskan. Anda,Tuan Hendrik Fernandika seorang pengusaha yang terkenal dan berpendidikan tinggi harusnya bisa berpikir jernih dalam mengatasi masalah yang ada bukan? Termasuk dalam pengambilan keputusan, karna itu adalah akhir dari segalanya jika anda sampai salah langkah." Ucap Elsa panjang lebar
"Hal yang harus anda lakukan adalah menyelidikinya terlebih dahulu, jangan langsung menyalahkan orang lain yang belum tentu bersalah. Karna jika ternyata anda salah, anda pasti akan menyesal seumur hidup anda." Tambahnya tersenyum sinis
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya yaa...
Salam dari author**..