
"Laura Jawab!!!" Bentak Dave tapi Laura masih tidak mau menjawab
"Ternyata sifat lo yang asli kayak gini? gue gak nyangka bakal punya adik yang jahat dan selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk cara kotor." Ucap Dave tersenyum sinis
"Bang, jangan percaya sama mereka. gue di fitnah." Elak Laura
"Fitnah? Apa untungnya kita fitnah lo?" Tanya Rosa sinis
"Lo iri kan sama gue?" Sinis Laura menunjuk Rosa dan Elsa
"Apa? gue iri sama lo? Gak ada gunanya sama sekali buat gue. Lagian apa coba kelebihan lo sampe kita harus iri." Sinis Rosa
"Tentu banyak. Gue Kaya, punya abang yang sayang sama gue dan keluarga gue sangat harmonis sedangkan kalian tidak punya keluarga sama sekali." Ucap Laura sinis
"Pertama, yang kaya itu bokap tiri lo. Kedua, Kalo abang tiri lo sayang, kenapa tadi dia nampar lo? Ketiga, mengenai keluarga lo yang harmonis mungkin itu untuk sekarang, kan kita gak tahu apa yang akan terjadi besok." Ucap Elsa dengan santainya
"Dan terakhir, kata siapa kita gak punya keluarga? Kita punya kok, dan keluarga kita itu murni, bukan dari hasil merebut keluarga lain dengan cara yang kotor." Tambahnya menyindir Laura dengan menekankan kata murni
"Eh, gue it-."
"Hentikan Laura!! Apa lo gak malu, udah ketahuan salah tapi masih mengelak?" Bentak Frans memotong ucapan Laura.
"Dave, lo bilangin adik lo. Jangan pernah ganggu Elsa ataupun Rosa, karna gue ga akan tinggal diam." Ucap Ryan penuh amarah
"Awas kalian, gue akan bikin kalian menderita." Ucap Laura penuh penekanan sembari menunjuk Elsa dan Rosa kemudian langsung pergi dari sana di ikuti antek anteknya
"Kenapa sekarang dia jadi seperti ini sih." Ucap Dave pelan tapi masih di dengar sama yng lain
"Hah?! Apa gue gak salah denger, perasaan dari dulu emang gitu orangnya." Sinis Maya
"Tapi dulu dia gak sejahat ini."
"Lo aja yang belum tahu semua tentang dia." Ucap Rosa
"Bela aja terus, sampai lo tahu semua kebusukan dia, baru lo akan nyesel." Ucap Elsa sinis kemudian pergi dari sana diikuti semua temannya kecuali Dave yang diam seribu bahasa.
Skip pulang Sekolah...
Di Kediaman Fernandika
Saat ini Hendrik sudah pulang dari kantornya, dan dia sedang bersantai bersama Risa di ruang keluarga sembari menonton tv.
Laura yang baru masuk ke mansion langsung menangis membuat Risa dan Hendrik bingung.
"Aaaa.. Mommy... Daddy.." Teriaknya sambil menangis dan menghampiri Orang tuanya
"Kamu kenapa sayang, pulang sekolah kok nangis?" Tanya Risa lembut sembari memeluk Laura, anaknya.
"Bang Dave tadi nampar Laura di sekolah."
"APA?!! Kenapa dia nampar kamu?" Tanya Hendrik yang terkejut
"Dia belain Elsa sama Rosa Dad, padahal mereka yang udah jahatin Laura." Bohong Laura
"Emangnya kamu di apain sama mereka?" Tanya Hendrik lagi membuat Laura berpikir sejenak.
"Emm.. Waktu itu Laura gak sengaja numpahin minuman ke mereka dan Laura juga udah minta maaf, tapi mereka berdua malah menjambak rambut Laura dan bang Dave malah nampar Laura juga." Ujarnya berbohong lagi
"Mereka benar benar keterlaluan." Hardik Risa
Plakk
Tanpa aba aba Hendrik langsung menampar Dave dengan kerasnya hingga ujung bibir Dave berdarah.
"Daddy kenapa nampar Dave?" Tanya Dave yang bingung karena tiba tiba dia di tampar ayahnya
"Kamu tanya kenapa? Harusnya Daddy yang tanya, Kenapa kamu nampar Laura?" Hardik Herdrik
"Oh.. dia ngadu sama daddy?" Sinis Dave menatap Laura yang berada di samping ayahnya
"Iya, Apa salah dia sampai kamu menamparnya?" Ucap Hendrik
"Dia bilang apa sama Daddy, Sampe sampe Daddy nyalahin Dave karena menamparnya. Pasti dia gak mengatakan yang sejujurnya, iyakan?"
"Laura bilang kamu membela Elsa dan Rosa, padahal mereka berdua yang salah."
"He eh... Ternyata lo pandai juga mutar balikkin Fakta." Sinis Dave menatap Laura
"Enggak, Laura gak bohong Dad." Elak Laura memegang tangan ayahnya
"Udahlah, lagian percuma juga Dave jelasin, pasti Daddy gak akan percaya kan?" Sinis Dave, Kemudian langsung pergi menuju kamarnya
"Dave.." Panggil Hendrik tak di hiraukan Dave
"Kalo Kamu tidak meminta maaf pada adikmu, maka Daddy akan cabut semua fasilitas kamu. Mobil, atm, kartu kredit semuanya Daddy cabut." Ucapnya membuat Dave berhenti melangkah
Risa dan Laura yang mendengar itu tersenyum senang. Dave pun membalikkan badannya menghadap keluarganya.
"Dave gak salah, kenapa Dave harus minta maaf." Ucap Dave
"Kamu masih mengelak? jelas jelas kamu yang salah. Sekarang minta maaf sama adikmu." Marah Hendrik
"Gak."
"Berarti kamu mau semua fasilitas kamu Daddy cabut?"
Dave tampak berpikir keras, karena jika semua fasilitasnya di cabut, berarti dia gak bisa naik mobil lagi, atau hangout bareng temannya karena masalah keuangan.
"Dave..." ucap Dave menunduk dan menggantungkan ucapannya
"Kamu pasti ga mau semua fasilitas kamu di cabut." Ucap Hendrik
"Dave tetap gak mau minta maaf, karna Dave gak salah. Kalo Daddy mau cabut semuanya silahkan, Dave gak akan menahannya. Tapi untuk ponsel, Dave tidak akan memberikannya karna Dave membelinya dengan uang Dave sendiri, bukan uang Daddy." Ucap Dave mantap, kemudian berbalik dan melanjutkan jalannya menuju kamar.
Hendrik yang mendengar ucapan Dave sangat terkejut, dia kira Dave akan lebih memilih minta maaf, dari pada semua fasilitasnya di cabut, ternyata dia salah besar.
Berbeda dengan Hendrik, Risa dan Laura justru terlihat sangat senang.
**Bersambung...
...----------------...
Maaf ya kalo ada yang Typo nulisnya...
Jangan lupa Likenya...
Salam manis dari author**....