THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Mereka Kembali?



"Jadi sekarang om gak nyari mereka lagi?" Tanya Rosa ingin memastikannya lagi dan hanya dijawab gelengan dari Hendrik


"Apa om masih ingin ketemu mereka?"


"Tentu, tapi mereka benar benar sudah bikin om kecewa." Ucapan Hendrik membuat semuanya terdiam


"Mas, aku ke toilet dulu." Ucap Risa tiba tiba


Kemudian ia pun pergi ke toilet. Melihat itu Elsa berniat untuk menemuinya


"Gue ke toilet dulu yah." Ucap Elsa meminta ijin pada Rosa


"Mau gue antar?" Tawarnya


"Gak usah, cuma sebentar kok. Om, kak Dave saya ijin dulu." Ucap Elsa meminta ijin sembari menunduk dan mulai berjalan menuju toilet.


Saat memasuki toilet, ternyata disana hanya ada Risa yang sedang mencuci tangannya dan di depannya ada cermin yang sangat besar.


Elsa pun tersenyum Devil dan berjalan menghampirinya.


"Risa Elfriska Fernandika. Nyonya besar keluarga Fernandika." Ucapnya menekankan kata katanya sembari berjalan mendekati tempat Risa


Risa yang mendengar itu hanya mengerutkan kening karena belum tahu maksud ucapan Elsa.


"Bagaimana perasaan anda nyonya? apakah senang?" Tambahnya lagi tanpa menatap Risa


"Tentu saja saya sangat senang."


"Apa anda masih ingat nama Amanda Elfriska?"


"Iya, dia kakakku." Jawabnya santai masih tidak menatap lawan bicaranya


"Kakak? He eh... Apa masih pantas anda menyebutnya kakak setelah apa yang anda lakukan padanya?" Ucap Elsa tersenyum sinis membuat Risa menatapnya intens, sedangkan yang ditatap tidak menatapnya balik


"Apa maksud kamu?"


"Tanpa saya beritahu, pasti anda sudah mengerti maksud saya." Ucapnya yang kini telah menatap Risa


"Sebenarnya siapa dia?" batin Risa


"Kenapa? Apa saya salah bicara?" Tanya Elsa masih dengan senyum smirknya


"Dengar ya, kamu itu tidak tahu apa apa tentang keluarga saya, jadi jangan ikut campur." Finish Risa langsung berjalan keluar.


Tapi saat baru satu langkah di belakang Elsa, dia berhenti karena Elsa mengatakan sesuatu.


"Bagaimana jika Tuan Hendrik tahu tentang foto itu?" Ucap Elsa sinis tanpa melihat orangnya


Sontak Risa langsung berbalik dan hanya melihat punggung Elsa.


"Foto? Apa kamu-..."


"Ya, tentu itu saya." Seru Elsa memotong ucapan Risa karena tahu apa yang akan diucapkannya, kemudian dia berbalik menghadapnya


"Maksud kamu apa kirim saya foto itu? Kamu mau coba meras saya? Kamu minta berapa? 50 juta, 100 juta atau 1 M?" Risa mulai tersulut emosi


"Saya tidak butuh uang anda, apa anda pikir saya bisa disogok dengan uang haram anda?"


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari saya?"


"Cuma satu kok, akui kebusukan anda."


"Itu tidak akan pernah, dan itu sama saja saya menjerumuskan diri saya sendiri."


"Kalau gitu biarkan saya yang membongkarnya."


"Siapa kamu sebenarnya kenapa kamu sepertinya benci sekali sama saya, padahal kita tidak saling kenal." Risa benar benar tidak mengerti kenapa gadis di depannya terlihat sangat membencinya


"Apa anda tidak mengenali saya? Coba perhatikan wajah ini, mana mungkin anda melupakannya." Ucap Elsa menunjuk wajahnya sendiri


Otak Risa terus berpikir keras untuk mengetahui siapa gadis ini, hingga akhirnya dia berhasil menemukan jawabannya.


"Ha?! Kamu..."


Kemudian Elsa mendekatkan wajahnya di samping telinga Risa dan membisikkan sesuatu membuat Risa merinding.


"Kami berdua sudah kembali, Tante." Ucapnya menekankan kata terakhirnya


Melihat Risa yang mematung membuat Elsa tersenyum devil dan pergi meninggalkan Risa disana sendirian.


"Jadi mereka sudah kembali." batin Risa


Elsa kembali ke mejanya dengan senyum yang tak pernah lepas.


"Udah selesai?" Tanya Justin yang sudah mengerti apa yang dilakukan Elsa


"Udah dong." Jawab Elsa masih tersenyum sembari duduk dibangkunya


Tak lama kemudian Risa datang dengan wajah yang sangat pucat pasi. Hendrik yang melihat itu langsung berdiri yang menghampiri istrinya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanyanya lembut


"A-aku gak papa." Jawab Risa gugup sembari melirik Elsa yang tersenyum puas


Semua orang di meja itupun turut berdiri dan menghampirinya.


"Tante kenapa? Kok pucat banget." Ucap Elsa sok perhatian


"Gak papa."


"Jangan bohong tan. Mending jujur sama kita, sebenarnya tante kenapa? apa ada yang tante sembunyiin?" Tanya Rosa sok polos


"Ah.. En-enggak, saya baik baik aja." Ucap Risa mulai berkeringat dingin


"Mas kita pulang aja ya." Tambah Risa pada suaminya


"Iya om, mending pulang aja, kasihan tante Risa nanti sakit." Ucap Rosa lagi.


"Karena waktunya untuk sakit bukan sekarang." batin Rosa


"Kalo begitu, saya sekeluarga pamit pulang dulu." Hendrik pamit untuk pulang


"Iya, semoga tante cepet sehat yah. Biar kita bisa ketemu lagi dan mungkin kita akan main bareng." Ucap Elsa dengan senyum yang tak dapat diartikan tapi bagi Risa senyum itu sangat mengerikan karena tahu maksud ucapan itu.


"Kita pulang dulu." Pamit Dave


Akhirnya Dave dan keluarganya pulang ke mansion, tapi Elsa dan yang lain duduk kembali ke bangkunya.


"HAHAHAHA..... " Tawa mereka pecah setelah kepergian Dave dan keluarganya


"Haha.. Emang apa yang lo lakuin sampe dia ketakutan banget." Tanya Justin setelah berhenti tertawa


"Gue hanya melakukan apa yang harus gue lakukan." Jawab Elsa santai


"Lo bisa aja sa, bikin orang sampe mati kutu gitu." Seru Mario


"Gue gituloh."


"Lo harus selalu waspada, karna sepertinya kita akan segera bermain dengannya." Ucap Elsa menatap Rosa


"Gue selalu siap." Jawab Rosa mantap


Kemudian mereka semua mengeluarkan senyum smirknya bersamaan.


**Bersambung...


...----------------...


Bagaimana episode kali ini? Maaf ya kalau ada yang typo tulisannya..


Jangan lupa Likenya guys...


Salam manis dari author**...