THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 84



Setelah kepergian dari pihak bank, semua yang disana menatap Elsa dan Rosa penuh arti. Tiba tiba...


Greb..


Tanpa aba aba, Dave langsung memeluk Elsa dan Rosa dengan erat, tanpa terasa bulir bening mengalir di pipi Dave.


Elsa dan Rosa cukup terkejut tapi mereka tidak menolaknya dan juga tidak bisa membalas pelukan Dave karena masih ada rasa kecewa di hati mereka.


"Makasih, kalian udah dateng dan membantu kami." Ucap Dave sendu setelah melepas pelukannya


"Terima kasih kalian masih mau menolong kami." Ucap Hendrik yang berdiri di samping Dave


"Kita hanya tidak mau, mansion yang penuh kenangan dengan mommy jatuh ke tangan orang lain." Ujar Rosa dingin


"Jadi tujuan kalian kesini karna mansion ini? Bukan untuk membantu kami? Apa kalian tetap ingin kami pergi dari sini?" Tanya Dave bertubi tubi tapi tersirat kesedihan yang mendalam


"........" Tak ada jawaban dari mereka


"Kalo kalian ingin mengusir kami dari sini, maka kami akan pergi dari sini dan tidak akan mengganggu kalian lagi." Tambah Dave


"........." Masih tak ada jawaban dari mereka, karena mereka juga bingung mau menjawab apa


"Baiklah, kami berdua akan pergi dari sini, jika itu membuat kalian senang." Ucap Dave lagi dengan sendu


"Tinggallah disini, kalian tidak punya tempat tinggal bukan?" Ucap Elsa tiba tiba membuat Dave dan Hendrik sedikit senang


"Apa kamu serius nak?" Tanya Hendrik


"Saya tidak suka dengan panggilan anda." Ucap Elsa dingin yang mendengar Hendrik memanggilnya dengan sebuatan 'Nak'


"Maaf, Dad- Eh.. maksudnya saya tidak sengaja mengucapkan itu." Ucap Hendrik sedih


"Kalian boleh tinggal disini dengan satu syarat." Ucap Rosa tiba tiba


"Apa syaratnya?" Tanya Dave


"Karna mansion ini memiliki banyak kenangan dengan mommy, maka..." Rosa menggantungkan ucapannya membuat yang disana penasaran


"kami juga akan tinggal disini." Seru Rosa tiba tiba membuat semua yang disana terkejut bukan main termasuk Mario, karena memang baik Elsa ataupun Rosa tidak ada yang memberi tahu rencananya.


Tujuan Elsa dan Rosa tinggal bersama keluarganya adalah agar mereka bisa perlahan memaafkan keluarganya, karena mereka juga tidak mau terus menerus hidup dengan membenci keluarganya.


"Tentu, sangat boleh. Kami malah senang." Ucap Dave yang tersenyum senang dengan keputusan Rosa


"Apa kalian serius?" Tanya Mario memastikan


"Serius bang, kalo abang mau kita bisa tinggal bersama." Ucap Elsa tersenyum pada Mario


"Emm... abang tinggal di Mansion lo aja. Biar lo bisa menghabiskan waktu dengan keluarga lo." Seru Mario


"Kita tinggal disini karna mommy, bukan yang lain." Ketus Elsa membuat keluarganya sedih


"Iya maaf, kalo gitu abang pamit pulang dulu." Ujar Mario


"Iya bang, nanti tolong suruh beberapa orang untuk membawa barang kami." Titah Rosa


"Pasti. Abang pulang dulu." Ucap Mario


Sebelum melangkah pulang Mario mengecup kening Elsa dan Rosa secara bergantian membuat Dave sangat iri.


"Gue juga pengin dekat dengan kalian, apa itu bisa?" batin Dave


"Dave, Jaga mereka baik baik. Jangan sampe mereka sedih atau lo akan menerima akibatnya." Ancam Mario


"Gue percaya sama lo." Finish Mario langsung pergi dari sana meninggalkan mereka semua.


"Kamar kalian berdua disamping gue yah." Ucap Dave


"Gak, itu kamar wanita ular itu." Ketus Rosa


"Terus mau dimana?"


"Pilih sendiri." Ucap Elsa dingin dan langsung pergi kelantai atas untuk memilih kamarnya sendiri, dan diikuti dengan Rosa


Disana memang banyak kamar, dan kamar yang dulu Elsa tempati sudah di jadikan kamar Laura saat mereka pergi dari mansion.


"Lo sabar yah, mereka sepertinya udah ngasih kesempatan kedua buat lo memperbaiki semuanya." Ucap Ryan menepuk pundak Dave


"Bener, pasti itu tujuan mereka tinggal bersama kalian agar kalian bisa menebus semuanya." Timpal Frans


"Gue gak akan menyia nyiakan kesempatan ini. Gue pasti bisa mendapatkan maaf dari mereka." Ucap Dave penuh keyakinan.


"Semangat bro." Seru Romi memberi semangat dan dibalas senyuman dari Dave.


"Ehh... dari tadi gue gak liat mak lampir sama ibunya?" Tanya Romi tiba tiba.


Frans dan Ryan saling pandang ketika mendengar pertanyaan Romi kemudian mereka berdua tersenyum smirk.


"Gak tahu, lagian mau mereka mati juga gue gak peduli." Ketus Dave


"Dan ingat ini, jangan pernah bahas mereka lagi di depan gue ataupun Elsa sama Rosa. Gue gak mau mereka berdua makin benci sama gue." Tambahnya memberi peringatan


"Iya iya sorry."


Di Kamar Elsa...


Kamar Elsa dan Rosa berdampingan dan itu berada paling ujung, selisih dua kamar dari Dave. Elsa saat ini sudah berada di dalam kamarnya, dan sedang duduk di kasurnya yang empuk sembari memperhatikan tiap sudut ruangan kamar barunya itu.


"Hmm.. Apa keputusan gue kali ini tepat yah?" Tanya Elsa pada diri sendiri


"Gue juga ingin hidup dengan keluarga gue seperti teman teman gue yang lain. Tapi rasa sakit ini masih begitu membekas di hati gue." Ucapnya pelan


"Gue harap mereka tidak akan mengecewakan gue sama Rosa lagi."


Di Kamar Rosa...


Kini Rosa terlihat sedang termenung di balkon kamarnya sembari melihat pemandangan sekitar.


"Semoga ini akan menjadi awal yang baik bagi semuanya." Ucapnya lirih


"Gue tidak mau hidup dengan penuh kebencian, apalagi sama keluarga gue sendiri." Tambahnya


"Gue akan mencoba memaafkan mereka, tapi itu semua membutuhkan waktu, dan gue sendiri tidak bisa memastikan kapan waktu itu tiba." Ucap Rosa sendu


Mereka berdua benar benar bingung antara akan memaafkan atau tidak. Tapi mereka juga tidak mau egois dengan pendirian mereka sendiri, karena keluarganya juga tidak sepenuhnya salah atas kejadian itu.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa Likenya yaa...


Salam manis dari author**...