THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Kritis



Di luar ruangan tersebut rosa terus menerus menangis menyalahkan dirinya sendiri sembari menjambak rambutnya.


"Hiks.. ini semua salah gue." Ucap Rosa sesenggukan


"Ini bukan salah lo, berhenti nyalahin diri sendiri." Ucap Ryan berusaha menenangkan Rosa.


" Hiks... Mungkin benar kata keluarga gue dulu, kalo gue memang anak pembawa sial." ucap Rosa sembari menunjuk dirinya sendiri dan menekankan kata terakhirnya


"Lo jangan pernah katakan itu, karna gue gak suka mendwngarnya."


"Buktinya, semua yang ada di dekat gue celaka. Hiks.. dulu mommy sekarang kak Elsa. besok siapa lagi Hiks..."


"Hiks.. Rosa, lo jangan terus menerus nyalahin diri sendiri, ini kecelakaan." Ucap Maya yang juga berada di samping Rosa


"Coba aja kak Elsa gak nolongin gue, pasti dia sekarang baik baik aja. Hiks... Kalo sampe kak Elsa kenapa napa gue gak akan pernah maafin diri gue sendiri."


"Kak Elsa, gue mohon jangan tinggalin gue, gue gak punya siapa siapa lagi selain lo. Please, cukup dulu mommy yang pergi, lo jangan kak. Lo harus kuat." batin Rosa


Semua yang disana menatap sendu Rosa, karena mereka tahu bagaimana perasaan Rosa saat ini, melihat orang yang kita sanyangi terluka pasti sangat menyakitkan.


Ceklek


Pintu ruangan tersebut terbuka dan keluarlah laki laki paruh baya yang merupakan seorang dokter.


Dokter tersebut keluar dengan raut wajah yang sulit di artikan. Melihat dokter keluar mereka disana langsung menghujani dokter tersebut dengan berbagai pertanyaan.


"Bagaimana keadaan kakak saya?" Tanya Rosa


"Keadaan Elsa baik baik aja kan dok?" Tanya Mario


"Elsa gak papa kan dok?" Tanya Maya dan Vera


"Dok, Jawab dok." Bentak Rosa karna sedari tadi dokter tersebut belum membuka suaranya


"Begini, pasien kehilangan banyak darah dan membutuhkan donor secepatnya atau akibatnya akan fatal, tapi..." Ucap menggantungkan ucapannya


"Tapi apa dok?"


"Golongan darah pasien sangat langka, dan di rumah sakit ini tidak ada persediaan darah tersebut


"Ambil darah saya dok, saya kembarannya jadi pasti sama." Ucap Rosa dengan cepat


"Tapi kami membutuhkannya sangat banyak."


"Ambil saja, bila perlu semua darah dalam tubuh saya di berikan pada kak Elsa, yang penting dia harus selamat."


"Apa kamu yakin?"


"Sangat yakin, Cepat lakukan." Perintah Rosa meninggikan suaranya


"Baiklah, ikuti saya."


Rosa pun mengikuti dokternya untuk di ambil darahnya.


Di Kediaman Adijaya...


Tepatnya di kamar Frans. Frans terlihat sangat cemas entah apa yang di cemaskannya.


"Kenapa gue tiba tiba kepikiran sama Elsa yah? Kenapa juga gue sangat khawatir padahal tadi di sekolah gue lihat dia baik baik aja." Ucap Frans bergulat dengan pikirannya sendiri


Elsa dan yang lain emang selalu mematikan ponselnya jika akan bertarung agar bisa lebih fokus.


"Elsa.. lo dimana sih kenapa ponsel lo gak aktif. Rosa.. yah gue telfon dia."


Frans langsung menelpon Rosa tapi tetap tak jawaban, kemudian dia juga menelpon Maya, Vera dan juga Ryan karna tadi siang mereka pergi bareng. Bukannya mendapat jawaban malah semua nomor yang di tuju tidak ada yang aktif.


"Isshhh... Mereka pada kemana sih, kenapa pada gak aktif coba." Kesal Frans


"Apa gue samperin aja yah ke mansionnya?" Tanya Frans pada dirinya sendiri


"Ahhh.. gue samperin aja dari pada gue gak tenang, kalaupun nanti di marahin sama Elsa yang penting gue tau keadaan dia baik baik aja." Finish Frans


Ia pun langsung mengambil jaket yang ada di kasurnya dan bergegas menuju mansion Elsa.


Saat sampai disana, hanya ada maid yang bekerja dan maid tersebut mengatakan kalau Elsa dan Rosa belum pulang dari sekolah.


Hal itu membuat Frans sangat khawatir karena belum mendapat kabar dari Elsa.


Di Rumah Sakit..


Lampu tanda Operasi sudah selesai menyala dan tak lama kemudian dokter yang mengoperasi keluar dari ruangan.


"Bagaimana dok?" Tanya Rosa saat sudah berada di depan


"Operasinya berhasil tapi saat ini kondisi pasien masih kritis." Ucap dokter yang terlihat sangat lelah


"Dokter gimana sih? Dokter bilang kalo udah ada pendonor maka kak Elsa akan baik baik aja, tapi apa Hah?! Kalo anda tidak becus jadi dokter ya udah berhenti jadi dokter." Bentak Rosa yang tersulut emosi mendengar kakaknya kritis


"Rosa, lo tenang dokter juga udah berusaha semampunya." Ucap Vera menenangkan Rosa


"Gimana gue bisa tenang melihat kakak gue kritis didalam. Kalo sampe terjadi sesuatu sama kak Elsa, saya pastikan anda akan kehilangan pekerjaan anda." Ancam Rosa yang benar benar sangat marah sekarang


"Lo jangan kayak gini, Elsa pasti akan baik baik aja, dia hanya butuh istirahat. Lo tenang oke." Ucap Ryan mengelus punggung Rosa dan Rosa pun berusaha mengontrol emosinya


"Maaf." Ucapnya singkat


"Tidak apa apa, saya mengerti persaan anda." Ucap Dokter tersenyum


"Apa kita bisa bertemu dengannya?" Tanya Mario


"Boleh tapi hanya satu orang saja karna itu akan mengganggu ketenangan pasien. Kalau begitu saya pamit undur diri." Ucap dokter menunduk memberi hormat


"Terima kasih dok." Ucap Maya dan Dokter itupun langsung pergi dari sana.


"Lo masuk gih." Perintah Mario yang di balas anggukan dari Rosa


Tanpa berpikir panjang, Rosa langsung memasuki ruangan tersebut. Ia sangat terpukul melihat keadaan Elsa yang terbaring lemah dan di tubuhnya banyak alat bantu yang terpasang.


Sejak kejadian itu Rosa tak pernah berhenti menangis dan saat ini tangisnya makin menjadi karna melihat langsung keadaan Elsa.


**Bersambung...


...----------------...


Hallo Readers, Jangan lupa berikan komentar dan Likenya yaaa....


Salam manis dari author**...