THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Jangan Pergi



Elsa langsung memangku kepala Justin dan menangis sejadi jadinya.


Semua yang disana juga turut merasakan kesedihan yang Elsa alami, dan tanpa terasa air mata mereka mengalir.


"Hiks... Justin lo harus kuat. Hiks.." Ucap Elsa dalam isaknya


"Lo ja.ngan. nan.ngis. nan.ti ga can.tik la.gi" Ucap Justin terbata tapi masih berusaha tersenyum


"Cepat panggil Ambulance. Hiks..." Teriak Elsa pada yang lain


"Lo tenang kak, mereka sedang kesini." Ucap Rosa menenangkan Elsa sembari mengelus punggung Elsa dan duduk di sampingnya


"Justin lo harus bertahan. Hiks..." Ucap Elsa


"Gu.e ma.u. pesen.sa.ma lo. lo ha rus. ku.at ja.ngan bi.ar.kan. me.reka me.nang."


"Gue gak akan biarkan mereka menang, Hiks... tapi lo harus temenin gue lawan mereka." Ucap Elsa yang mengerti ucapan Justin, sedangkan yang bukan anggota mafianya masih bingung tapi mereka juga tidak mungkin bertanya karena situasi tidak memungkinkan.


"Ta.pi gue ga. bi.sa."


"Justin, kalo lo cinta sama kakak gue, lo harus kuat, Hiks.. jangan biarkan kakak gue menghadapi semuanya sendirian Hiks.. dan lo juga jangan tinggalin adik lo sendiri." Seru Rosa yang sedari tadi juga menangis


"Swe.ty. ba.by ka.lian ja.ngan na.ngis. gu.e ti.dak sakit. ma.lah gu.e ba.ha.gia. karna. ber. kat ka.lian gu.e bi.sa mene.mu.kan arti. ke.luar.ga." Ucap Justin berusaha tersenyum dan mencoba menghapus air mata Elsa


Mereka hanya diam seakan tidak sanggup lagi untuk bicara. Tak lama kemudian Ambulance datang dan langsung membawa Justin ke Rumah sakit.


Kegiatan tersebut tidak dilanjutkan lagi karena situasi yang tidak mendukung.


Skip Rumah Sakit..


Di luar ruangan Operasi terlihat Elsa dkk, Frans dkk dan juga Mario sedang menunggu Justin operasi.


"Hiks.. Justin maafin gue." Ucap Elsa masih terisak


"Justin pasti selamat kak." Rosa memeluk Elsa agar lebih tenang


"Hiks.. Bagaimana jika tidak? Ini gara gara gue." Elsa membalas pelukan Rosa


"Gue gak tega liat lo begini Sa, lebih baik lo dengan pria lain dari pada lo harus bersedih gini." batin Frans menatap Elsa sendu


Ceklek


Pintu ruangan operasi di buka seseorang, dan keluarlah seorang suster.


"Ada yang namanya Elsa?" Tanya suster itu


"Saya sus." Ucap Elsa sembari berdiri


"Pasien ingin bertemu."


Elsa langsung mengikuti suster itu dan masuk ke ruang operasi.


Elsa masuk kedalam dengan memakai pakaian yang sudah disiapkan. Elsa sangat sakit melihat kondisi pria yang di cintainya.


Ia berjalan mendekat ke arah brankar Justin.


"Swee.ty gu.e cu.ma mau bi.lang ka.lo gu.e ga a.da lo ja.ngan se.dih yah, lo ha.rus buka. ha.ti lo bu.at orang la.in." Ucap Justin lirih tapi masih bisa di dengar Elsa


"Hiks... Lo Jangan bilang gitu kita akan selalu sama sama." Ucap Elsa mengelus rambut Justin


"Gu.e ta.hu ka.lo gue ga. a.kan ber.ta.han la.ma dan a.sal lo. ta.hu di lu.ar sa.na ada la.ki laki yang men.cin.tai lo de.ngan tu.lus." Justin masih berusaha untuk berbicara walauoun sangat sulit


"Swe.ty ka.lo lo cinta sa.ma gu.e lo ha.rus bu.ka ha.ti lo bu.at pria la.in dan ja.ngan per.nah lo nun.ju.kin air ma.ta lo de.pan se.mua orang te.ru.tama mu.suh.lo."


"Enggak. Hiks..." Kekeh Elsa


"Lo. ha.rus janji a.tau gu.e ga bi.sa te.nang."


"Iya gue janji, tapi lo harus berusaha kuat. Hiks..." Ucap Elsa terpaksa menyetujui


"Ja.ngan na.ngis. oke."


"Gue gak nangis, lo liat kan?" Elsa menghapus kasar air matanya dan berusaha tersenyum meski hatinya sangat sakit


Justin yang melihat itu tersenyum senang, Tiba tiba saja dia menutup matanya rapat rapat.


Tiiiiiiiittt...


Alat Elektrokardiogram ( EKG ) atau biasa di sebut alat pendeteksi jantung berbunyi membuat Elsa dan dokter di sana panik.


"JUSTIN." Teriak Elsa


"Maaf, silahkan anda keluar dulu." Ucap Suster lembut mempersilahkan Elsa keluar.


Elsa juga tidak bisa menolak karena ia tahu dokter dalam ruangan itu pasti akan berusaha menyelamatkan kekasihnya itu.


Saat keluar ruangan Elsa langsung berhambur memeluk Rosa dengan tangis ynag makin menjadi.


"Hiks.. Hiks.. Hikss..." Hanya tangisan yang bisa Elsa lakukan saat ini


"Lo yang kuat kak, Justin pasti gak mau kalo lo nangis." Ucap Rosa masih memeluk Elsa sembari mengelus punggungnya.


Frans sebenarnya juga ingin menenangkan Elsa dengan memeluknya, tapi Elsa sepertinya akan lebih tenang jika di peluk sama adik kandungnya, jadi ia juga tidak boleh egois.


"Hiks.. Justin Ros.. Justin.. Hiks.." Isaknya masih memeluk erat Rosa


"Lo tenangin diri lo kak."


Rosa sangat sedih melihat keadaan kakaknya saat ini, karena ini pertama kalinya ia melihat Elsa menangis dan benar benar sangat terpukul.


"Tuhan, beri kakakku kekuatan agar bisa melewati ini semua, aku tidak tega melihat dia menderita." batin Rosa masih terus meneteskan air matanya


Ceklek


Pintu ruangan tersebut terbuka dan Elsa langsung melepaskan pelukannya kemudian menghampiri dokter yabg baru keluar tadi.


"Justin baik baik aja kan dok?" Tanya Elsa penuh harap


"Maaf, pasien tidak bisa di selamatkan." Ucap Dokter itu sangat lesu


"Nggak, Nggak mungkin.. JUSTIINN..." Teriak Elsa langsung berlari masuk kedalam untuk menemui Justin


Sedangkan yang lain makin terisak dalam tangisannya. Ryan berusaha menenangkan Rosa yang juga menangis dari tadi. Sedangkan Frans masuk kedalam untuk menenangkan Elsa.


**Bersambung...


...----------------...


Bagaimana episode kali ini readers... Jangan lupa Kasih Likenya yaa...


Salam manis dari author**...