
Setelah dirasa sudah puas berkumpul bersama temannya, Elsa dkk dan juga Frans dkk memutuskan untuk pulang karena hari semakin sore.
Frans dan Ryan mengantar kekasihnya untuk pulang ke mansion menggunakan mobil masing masing. Frans melajukan mobilnya di depan Mobil Ryan.
Dalam mobil keduanya hanya ada hening, sampai saat mereka melewati jalan yang terbilang sepi, mereka di hadang segerombolan orang yang memakai topeng sekitar dua puluh.
Frans pun menghentikan mobilnya begitu juga dengan Ryan.
"Siapa sih mereka." Kesal Frans langsung keluar dari mobil di ikuti yang lain
"Siapa kalian?" Hardik Frans yang kini berhadapan dengan mereka
Baik Elsa maupun Rosa yang melihat itu hanya tersenyum smirk, karena sudah tahu maksud mereka menghadangnya.
"Kalian berdua jangan ikut campur jika ingin selamat." Ucap ketua itu dingin sembari menunjuk Frans dan Ryan yang berada di depan Elsa dan Rosa. Ketua itu tak lain ialah Bara
"Jadi kalian ingin kami berdua?" Seru Elsa dengan senyum smirknya sambil berjalan maju di depan Frans dan diikuti Rosa
"Coba saja jika bisa." Tantang Rosa tersenyum sinis
"Jangan harap kalian semua bisa mencelakai mereka." Marah Ryan dan berdiri di samping Rosa, sedangkan Frans berdiri di samping Elsa
"Karna kami tidak akan membiarkan kalian menyentuhnya, walau hanya sehelai rambut saja." Timpal Frans
"Banyak bac*t. Serang mereka." Marah salah satu dari mereka yang tak lain adalah Axel
Tanpa banyak omong lagi, mereka semua mulai menyerang Elsa dan yang lain.
"Khiiyyaaa...."
Bugh
Bugh
Krek
Bugh
Para musuh terlihat sangat serius untuk memenangkan pertarungan ini, mereka sepertinya tidak mengenal kata lelah.
Selama pertarungan berlangsung, baik Elsa atau Rosa selalu mengeluarkan senyum devil khasnya. Sampai Elsa sedikit lengah dan tidak menyadari ada orang di belakangnya yang langsung memukul Elsa dengan keras.
Bugh
Seketika Elsa tak sadarkan diri, tanpa menyia nyiakan itu, beberapa dari mereka langsung membawa Elsa masuk ke mobil mereka dan membawanya pergi dari sana.
"KAK ELSA / ELSA..." Teriak Rosa, Frans dan Ryan yang melihat Elsa di bawa pergi tapi mereka semua masih sibuk bertarung.
Karna kepergian Elsa juga membuat mereka lengah dan akhirnya kalah. Para lawan yang melihat mereka kalah, langsung pergi dari sana karena misinya berhasil.
"Kak Elsa.. Hiks.." Tangis Rosa
"Kenapa Elsa bisa sampai di culik? Sebenarnya siapa mereka." Tanya Frans kesal sembari memegang ujung bibir yang sedikit mengeluarkan darah
"Tidak seperti biasanya Elsa mudah di kalahkan." Ucap Ryan Frustasi
"Mereka memang hebat. Apa yang harus kita lakukan?" Ujar Frans
Rosa langsung mengambil ponselnya dalam mobilnya dan menelpon seseorang.
"Cari tahu siapa yang menculik kak Elsa, kejadiannya di jalan yyy." Ucap Rosa dingin setelah berhasil tersambung dengan seseorang
^^^"Siap Queen."^^^
Rosa langsung mematikan sambungan secara sepihak.
"Gimana bisa tenang, kalo Elsa aja belum ketemu, Gue khawatir sama keadaan dia." Frans terlihat sangat frustasi
"Lo pikir gue gak khawatir sama kak Elsa? gue bahkan lebih khawatir dari pada lo, karna gue adiknya. Serahkan semuanya sama anggota mafia gue." Kesal Rosa pada Frans
"Udah Frans, kita percayakan semuanya pada Rosa. Dia pasti lebih tau cara untuk menyelesaikan masalah ini." Ryan mencoba memberi pengertian pada sahabatnya
"Oke, Tapi gue juga akan bantu nyari Elsa." Tegas Frans
"Terserah lo. Kita pulang sekarang." Ucap Rosa kemudian langsung berjalan menuju mobil Ryan di ikuti yang lain.
Selama perjalanan, di dalam mobil Frans terus menerus merutuki kebodohannya karena tidak bisa menjaga kekasihnya.
"Kenapa gue gak bisa jaga lo, padahal gue udah janji akan selalu menjaga lo walau taruhannya nyawa gue sendiri." Kesal Frans sembari memukul setir mobilnya
"Kalo sampe lo kenapa napa, maka gue pastikan, pelakunya akan habis di tangan gue sendiri. Itu janji gue." Kecam Frans dengan api amarah yang berkobar sembari mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
Di Tempat lain...
Tepatnya dalam gudang yang kosong dan cukup gelap, Terlihat ada seorang gadis tak sadarkan diri yang kondisinya cukup berantakan dengan kedua tangan dan kaki terikat di kursi dan mulutnya di ikat menggunakan kain. Dia adalah Elsa.
Disana juga ada dua orang yang berjaga, mereka Bara dan Axel. Axel sedang berbicara dengan seseorang lewat ponselnya.
"Hallo Nyonya, Misi sudah selesai. Jika nyonya ingin melihatnya maka datanglah ke gudang kosong jalan sss."
^^^"Bagus, Tapi kenapa kalian tidak menghabisinya langsung."^^^
"Saya kira nyonya ingin mengatakan sesuatu padanya sebelum dia pergi selamanya. Kalo begitu saya akan menghabisinya sekarang juga."
^^^"Baiklah, saya akan kesana sekarang juga. Saya juga ingin bermain sebentar dengan anak tiri saya."^^^
"Pilihan yang tepat nyonya."
Seseorang di sebrang sana langsung mematikan sambungan secara sepihak, dia tak lain adalah Risa si manusia ular itu.
Tak lama kemudian Risa sudah datang dan bertepatan dengan itu Elsa sudah sadar dari pingsannya.
Ceklek
Pintu gudang terbuka dan menyilaukan mata Elsa.
"Bagaimana keadaanmu anak tiriku?" Sapa Risa dengan senyum smirknya sembari mendekat ke hadapan Elsa
"Leeppaaskuaann gguuhee." Ucap Elsa memberontak dengan susah payah karena mulutnya di ikat dengan kain
"Apa? Aku tidak mendengarnya, bisakah kamu mengulanginya lagi?" Ejek Risa
"Kkaau berreengsekkk." Maki Elsa
"Sepertinya kau kesulitan bicara. Baiklah, karna hari ini sangat senang maka aku akan membuka ikatan mulutmu itu."
Risa pun langsung membuka ikatan mulut Elsa karna dia juga ingin bermain dengannya.
"Dasar kau manusia ular, wanita iblis, Licik." Maki Elsa terus menerus
"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Risa tersenyum sinis
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa Likenya yaa...
Salam manis dari author**...