THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Perdebatan



"Iya ganteng, kata Mamahnya." celetuk Ryan


"Enak aja lo bilang, asal lo tahu kegantengan gue ini bahkan udah di akui planet mars." Ucap Frans dengan gaya sombongnya


"Ada yah, orang yang PDnya tingkat dewa." Ucap Elsa dingin tanpa menatap Frans


"Itu fakta yang ga bisa di pungkiri. Emang gue ganteng kok, lo juga pasti naksir sama gue."


"Ihh... Ogah."


"Hahaha... baru kali ini ada yang nolak Frans Pradipta Adijaya haha.. " Tawa Ryan pecah


"Udahlah, kak sekarang lo hibur Dea aja." ucap Rosa


"Lo tau namanya?" Tanya Ryan


"Ya taulah, malah kita berdua kenal mereka semua." Ryan hanya ber Oh ria


"Dea sayang udah yah, nanti kalo dea nangis kakak nggak mau kesini loh." ancam Elsa


"Yaelah, kalo cuman ngomong gitu gak bakal mempan." Ceplos Frans


"Iya Dea ga nangis lagi, tapi kakak kesini lagi ya, janji?" ucap Dea setelah berhenti menangis dan menegakkan jari kelingkingnya


"Iya janji." Jawab Elsa mantap sambil melingkarkan jari kelingkingnya


"Hah?! kok bisa?" Frans kaget


"Ya bisalah."


Setelah itu mereka hanya duduk melihat dan memperhatikan semua anak panti bermain dari jauh. Tanpa di sadari bulir bening mengalir di pipi milik Dave.


"Melihat anak kecil seperti mereka membuat gue rindu sama kalian. Sandra, Vanda gue kangen." batin Dave


"Lo nangis Dave?" Tanya Frans melihat Dave yang menangis sontak semuanya beralih menatap Dave


"Gue kangen sama adik gue." ucapnya lirih


"Maksud lo Sandra sama Vanda?" Ucap Frans hati hati. Yupz sahabat Dave sudah tahu semuanya dan mereka tahunya Vanda yang membunuh mommynya walau tidak sengaja


"Iya, tapi kalau boleh jujur gue masih kecewa sama mereka terutama Vanda."


Perkataan Dave kali ini membuat Elsa dan Ryan menatap Rosa yang sudah mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh


"Gue tahu itu berat buat lo, sabar ya." Ucap Frans menepuk punggung Dave


"Gue cuma gak habis pikir kenapa dia tega lakuin itu."


"Apa yang dia lakuin?" Tanya Elsa karna ia ingin tau apa jawaban Dave kali ini


"Vanda, dia udah bunuh mommy gue."


Hancur sudah perasaan Rosa kali ini dan membuatnya menintikkan air mata tapi untungnya Dave dan Frans tidak melihatnya


"Lo, ga bisa ambil kesimpulan seperti itu dong, emang lo melihatnya langsung?" ucap Elsa mencoba menahan emosinya


"Gue emang gak liat, tapi tante Risa yang sekarang menjadi mommy gue melihatnya."


"Terus lo percaya gitu?"


"Kan bisa saja dia yang mencabut pisau itu dari mommy lo."


"Terus menurut lo siapa yang bunuh mommy gue? waktu itu juga mommy Risa terluka karna Vanda."


"Itukan bisa aja akal akalan dia."


"Lo kenapa sih belain dia terus, lo aja gak kenal sama dia, dan satu lagi gara gara dia adik gue Sandra juga pergi dari rumah semuanya karna dia. Dia Pembunuh, pembawa sial." Ucap Dave sambil menekankan kata terakhirnya


Plakk..


Satu tamparan mendarat di pipi Dave yang di sebabkan oleh Elsa, karna ia tidak suka adiknya di katai pembunuh.


Hal itu membuat Frans dan Dave mengerutkan kening karna tidak tahu mengapa Elsa sangat marah. sedangkan Ryan sudah sedari tadi mengepalkan tangannya mendengar perkataan Dave dan Rosa hanya menangis dalam diam.


Setelah tamparan itu mereka berlima berdiri.


"Lo nampar gue?" Ucap Dave setelah berdiri


"Iya gue nampar lo, biar lo sadar mana yang baik dan mana yang buruk. Lo harusnya selidiki dulu jangan asal main tuduh, karna kalo lo ternyata salah lo akan menyesal."


"Lo gak liat kejadiannya langsung jadi lo gak tahu akar masalahnya."


"Gue emang gak liat kejadiannya, dan bukannya tadi lo bilang juga gak liat langsung, itu hanya kata tante lo dan lo dengan mudahnya percaya sama dia heh.. " Ucap Elsa tersenyum sinis


"Benar kata Elsa, lo juga gak melihatnya secara langsung jadi bisa saja itu hanya rekayasa tante lo." Timpal Ryan yang sedari tadi sudah menahan emosinya


"Itu gak mungkin, tante Risa itu adik kandung mommy gue."


"Dan lebih gak mungkin lagi Vanda pelakunya karna dia anak kandungnya." ucap Elsa menekankan kata terakhirnya


"Bisa saja Vanda pelakunya karna sasaran dia sebenarnya tante Risa, tapi malah salah sasaran."


Ryan yang mendengar itu ingin memukul wajah Dave saat itu tapi tangannya di tahan Rosa, dan Rosa memberi isyarat dengan menggelengkan kepala, jika di ungkapkan dengan kata kata berarti 'jangan melakukannya


"Apa mungkin anak kecil sepertinya bisa sampai senekat itu? apa mungkin seorang anak mempunyai pikiran untuk membunuh orang apalagi ibunya sendiri? Untuk apa dia melakukannya Hah? dia bahkan punya segalanya, jika dia minta sesuatu pasti akan di turuti oleh orang tuanya, jadi untuk apa dia melakukan hal sebodoh itu yang bahkan tidak ada faedahnya buat dia." ucap Elsa panjang lebar


"Lo pikir dong pake otak lo dengan jernih dan hati yang bersih karna kalo ternyata lo yang salah, lo pasti akan sangat menyesal. Ingat... kesempatan tidak datang dua kali." Tanya Esa dengan jari telunjuk di keningnya


Setelah mengatakan itu Elsa langsung menarik Rosa untuk pergi dari sana meninggalkan Dave yang sedang mematung, bahkan ia sampai lupa untuk berpamitan dengan anak panti.


"Sebaiknya lain kali lo jangan main ambil kesimpulan yang bahkan lo sendiri belum tahu kebenarannya." Ucap Ryan kemudian menyusul Elsa dan Rosa


"Apa gue salah yah? Elsa benar gue gak melihat kejadian itu jadi gue juga bingung mau percaya sama siapa." Ucap Dave lirih


"Sabar ya bro, gue ngerti posisi lo." Ucap Frans menenangkan Dave dengan mengelus punggungnya


"Kenapa dia sangat marah? gue baru liat dia semarah ini." batin Frans


Bersambung....


...----------------...


**Gimana episode kali ini Guys, menarik gak? jangan lupa kasih Like dan komentarnya yaa....


Salam manis dari Author**....