THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 80



Elsa dan Rosa sebenarnya tidak tega melihat ayahnya bersujud di hadapannya karena itu sama saja dia menjatuhkan harga dirinya, tapi rasa sakit hati mereka berdua sangatlah mendalam bahkan sepertinya sudah tidak dapat di obati lagi.


"Berdiri." Ucap Elsa dingin dengan air mata yang terus menerus mengalir


"Tidak, Daddy tidak mau berdiri sebelum kalian memaafkan Daddy." kekeh Hendrik


"Dengan anda seperti ini, itu sama saja anda menjatuhkan harga diri anda sendiri." Ujar Rosa dingin dan juga masih menangis


"Daddy tidak peduli, yang penting bagi Daddy adalah mendapatkan maaf dari kalian berdua."


"Saya minta, sekarang anda berdiri." Seru Elsa dengan nada sedikit meninggi di akhir kalimat


Hendrik pun yang tidak mau kedua anaknya semakin marah memutuskan berdiri dari sujudnya.


"Apa kalian sudah memaafkan kami berdua?" Tanya Dave penuh harap


"Kami tidak mengatakan itu."


"Lalu kenapa kalian menyuruh Daddy berdiri?" Tanya Hendrik


"Itu karna kami masih menghargai orang yang lebih tua dari kami, dan kami tidak tega melihat ada orang yang bersujud dihadapan kami." Ujar Rosa


"Tolong, jangan menyiksa kami dengan tidak mendapatkan maaf dari kalian." pinta Dave


"Kami tidak menyiksa kalian, tapi kalian yang menyiksa kami." Ujar Elsa dengan nada sedikit meninggi


"Mulai sekarang jangan pernah ganggu kami berdua, atau kami akan semakin membenci kalian." Seru Elsa menekankan kata katanya


"Pulang." Tambah Elsa mengajak Rosa pergi dari sana kemudian berjalan keluar terlebih dahulu


Saat Rosa hendak melangkah, tangannya di cekal Dave.


"Please, maafin gue." Pinta Dave yang hanya melihat punggung Rosa


"Gue gak bisa." Ucap Rosa membelakangi Dave kemudian menghempaskan tangan Dave kasar.


Rosa pun menyusul Elsa keluar di ikuti Mario dan dibelakangya juga ada para bodyguardnya.


"Biarkan mereka tenang dulu, mereka butuh waktu untuk memikirkan semuanya." Ujar Luna pada Hendrik dan Dave


"Apa ada kemungkinan untuk mereka memaafkan kami?" Tanya Dave penuh harap


"Ada. Buktinya mereka tidak tega melihat ayahnya bersujud di hadapannya, Itu berarti mereka masih peduli sama kalian." Ucap Frans mencoba membuat Dave sedikit lega, padahal dia sendiri tidak tahu apa mereka akan memaafkannya.


"Tolong bantu gue mendapatkan maaf dari mereka." Pinta Dave pada Frans dan Ryan


"Kita akan berusaha, tapi apa lo tahu? Mereka berdua mengalami masa yang sangat sulit setelah kejadian itu, bahkan mereka melakukan sesuatu yang tidak harus mereka lakukan." Ucap Ryan Karena dia tahu alasan kenapa Elsa dan Rosa sampai masuk ke dunia bawah yang berbahaya


"Melakukan apa?"


"Lo liat sendiri kan? Mereka harus melukai diri sendiri untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah seperti dalam video yang lo liat tadi." Jawab Ryan dengan santainya agar Dave tidak curiga


"Bahkan sampai sekarang ibu dan saudara tiri lo masih mengincar mereka berdua." Timpal Frans


Dave pun merenungkan semua kesalahannya. Memang benar, kesalahan yang sudah dia dan ayahnya lakukan tidak bisa dengan mudah mendapatkan maaf dari mereka. Tapi, Dave tidak akan menyerah untuk meminta maaf pada mereka.


Kepergian Elsa dan Rosa membuat pesta itu di bubarkan karena tidak mungkin untuk melanjutkannya lagi, dan para tamu juga sudah banyak yang pulang.


"Gue emang ga pantas menjadi abang mereka." Lirih Dave


"Sebaiknya kita pulang sekarang, ini sudah larut malam, kalian harus istirahat." Ucap Luna yang di angguki semuanya.


Di Kediaman Elsa...


Setelah sampai di mansion, Rosa langsung berjalan menuju ruang latihan untuk meluapkan seluruh amarahnya. Tapi sebelum itu dia sudah mengganti pakaiannya dengan baju santai biasa.


Dorr


Dorr


Dorr


Dia menembaki semua sasaran dengan sangat tepat padahal sekarang dia sangat marah.


"AAAaaa..." Teriaknya terus menerus sembari menembaki sasarannya, Karena dengan seperti itu akan membuatnya lebih tenang.


Elsa dan Mario juga melihat itu dari pintu masuk ruang latihan.


Karena sudah merasa lelah, Rosapun terduduk lemas sembari menangis. Melihat itu Elsa dan Mario langsung menghampirinya.


"Hiks... Kenapa mereka baru menyadarinya setelah kita membongkarnya, Hiks... Kenapa?" Ucap Rosa isaknya dan dalam pelukan Elsa


"Jangan menangis, mereka tidak pantas untuk di tangisi." Seru Elsa yang juga menitikkan air mata


"Hiks... Mungkin kalo kita tidak mengungkapkannya, mereka akan terus menuduh gue sebagai pembunuh kak."


"Kamu yang tenang, kita sudah membalas mereka semua." Ucap Mario berusaha menenangkan Rosa


"Mungkin gue bisa memaafkan mereka, jika mereka tahu sendiri dan meminta maaf langsung sama gue. Hiks.. Tapi nyatanya mereka meminta maaf, ketika kita sudah membongkarnya." Isak Rosa masih dalam pelukan Elsa


"Lo benar, harusnya mereka yang mengetahui semua itu sendiri, bukan kita yang mengungkapnya." Ujar Elsa


"Hiks... Kenapa mereka tega lakuin itu sama kita, kenapa kak? Hiks.."


"Lebih baik sekarang kita istirahat, dan besok kita akan mengunjungi makam mommy." Ucap Elsa sembari melepas pelukannya


"Setelah itu kita akan mengurus manusia ular itu." Tambahnya


"Hmm..."


"Apa gue boleh ikut ke makam mommy kalian?" Tanya Mario penuh harap


"Boleh bang, Kita kesana pagi pagi, setelah itu kita ke markas untuk mengurus mereka." Seru Elsa


"Apa gue boleh tidur bareng kak Elsa?" Tanya Rosa Karena biasanya jika dia sedang kacau seperti ini maka akan lebih tenang jika tidur bareng kakaknya.


"Siapa yang melarang?" Tanya Elsa balik dan dibalas senyuman tulus dari Rosa.


Merekapun keluar dari ruang latihan dan menuju kamar untuk beristirahat karena memang hari ini sangat melelahkan bagi mereka.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Likenya yaa...


Salam manis dari author**...