THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 73



Detik berganti dengan detik, menit berganti dengan menit, jam pun silih berganti. Hingga tiba saatnya acara pesta tersebut berlangsung di hotel termewah di kota ini.


Di Kediaman Adijaya..


Tepatnya di kamar Frans, dia terlihat sedang merapikan jaz yang di pakainya di depan cermin yang cukup besar sembari merenungkan sesuatu.


"Lo dimana Sa? Kenapa belum ada kabar dari lo." Gumamnya


"Gue harap jika gue dateng ke pesta ini, lo juga akan dateng sesuai janji lo." Tambahnya


Setelah bergulat dengan pikirannya sendiri, dia pun keluar kamar menemui kedua orang tuanya yang juga akan ikut ke pesta.


"Udah siap?" Tanya Adit saat anaknya sudah berada di depannya


"Hmm.." Hanya deheman jawaban dari Frans karena ia kurang bersemangat untuk pergi ke pesta


"Kamu jangan sedih gitu, Elsa pasti ketemu dan dia juga pasti akan datang ke pesta." Ucap Luna lembut


"Bagaimana jika tidak ketemu? Frans sangat khawatir sama keadaannya mah."


"Mamah ngerti perasaan kamu. Tapi kalo kamu sedih terus Elsa juga akan sedih melihatnya."


"Tapi mah.."


"Dengerin mamah, kamu harus percaya sama diri kamu sendiri yang mengatakan Elsa baik baik saja. Mamah juga merasa kalo dia akan datang."


"Frans juga sebenarnya merasa dia akan datang, tapi kalo inget dia belum ada kabar, itu membuat Frans sedikit ragu."


"Kamu berdo'a saja semoga dia bisa datang dalam keadaan yang baik." Ucap Adit yang diangguki Frans


"Kita berangkat sekarang?" Tambahnya lagi


"Hmm.. Kita ketemu disana, Frans mau berangkat sama temen Frans."


"Iya terserah kamu."


Mereka bertiga pun berangkat ke pesta dan Frans menggunakan mobil sendiri karena akan berangkat bersama semua temannya.


Di Tempat lain...


Terlihat dua gadis cantik yang sedang di rias oleh pegawai salon. Mereka berdua terlihat sangat cantik dan anggun dengan menggunakan Dress yang warnanya sama yaitu Navy namun sedikit berbeda model.


Di sela sela riasnya, mereka berbincang kecil.


"Kak, Bagaimana keadaan lo?" Tanya salah satu gadis itu yang tak lain adalah Rosa


"Gue udah membaik, lagian luka itu tidak parah. "Jawab gadis satunya


"Tapi gue gak suka yah, lo selalu bahayain diri sendiri." Ucap Rosa serius menatap Gadis di depannya yang merupakan kakak kandungnya, Elsa.


"Kalo gue gak lakuin itu, maka hari ini tidak akan seru." Jawab Elsa dengan santainya


"Terserah lo dah, lo itukan emang keras kepala."


"Hehhee.. Iya maaf, gue udah buat lo khawatir." Jawab Elsa mengelus tangan Rosa yang ada di sampingnya


"Eh.. Gimana yang lain? Apa udah pada tau?" Tanya Elsa tiba tiba


"Lo meragukan bakat akting gue?" Tanya Rosa sedikit menyombongkan diri


"Hmm.. Bagus deh, biar hari ini akan menjadi surprise yang besar buat mereka."


"Tapi Kak Frans sangat khawatir banget sama lo."


"Iya gue tahu, gue juga merasa bersalah sama dia."


"Udah lah jangan sedih gitu, mending kita happy aja, karna sebentar lagi semuanya akan selesai." Ujar Rosa berusaha membalikkan suasana


"Apa nanti lo akan maafin mereka?" Tanya Elsa membuat Rosa berpikir sejenak


"Gue akan pikirkan itu nanti, karna gue sebenarnya sangat kecewa sama mereka."


"Hmm.. Makasih ya kak, udah bantu gue membongkar semuanya." Ucap Rosa tersenyum kemudian dia berdiri dari duduknya dan memeluk Elsa


"Buat saudara gak ada kata terima kasih." Ucap Elsa membalas pelukan Rosa


"Udah, katanya gak boleh nangis, kok malah nangis sih." Ucap Elsa sembari melepas pelukannya


"Oke."


"Let's Start this Game."


"Of course." Kemudian mereka berdua tersenyum menyeringai bersama


"Kita lihat siapa yang akan mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini." Batin Elsa


"Semuanya akan berakhir hari ini." batin Rosa


Flashback On


Pagi itu sebelum Ryan dan yang lain datang ke mansion Elsa. Elsa mendapat telfon dari anggota mafianya.


"Apa?"


^^^"Wanita itu mengajukan kerja sama Queen." Ucap orang di sebrang sana, dia Bara^^^


"Bagus, nanti kalian berdua terima saja tapi katakan padanya untuk menunggu satu bulan, karna gue punya rencana lain."


^^^"Sesuai perintah Queen."^^^


"Nanti gue kabari lagi kapan kalian akan melakukannya."


^^^"Siap Queen."^^^


Elsa langsung memutuskan sambungan sepihak kemudian tersenyum menyeringai.


"Ada apa kak?" Tanya Rosa yang memang sedari tadi duduk di samping Elsa


"He eh.. Gue gak nyangka, ternyata dia akan menyewa mafia kita untuk menghabisi kita." Ucap Elsa sinis


"Itu sama saja dia mengantarkan nyawanya sendiri." Seru Rosa


"Masalah ini jangan kasih tahu kak Ryan dan yang lain, kalo untuk bang Mario dia pasti sudah tahu karna dia juga dari semalam ada di markas." Ujar Elsa


"Siap kalo itu mah."


Waktu terus berlalu hingga Elsa mengirim pesan pada anggotanya untuk menyerang saat mereka pulang dari cafe waktu itu.


Saat mereka bertarung Elsa memberi isyarat pada salah satu anggotanya untuk memukul dari belakang dan dia pun berpura pura pingsan kemudian di buat seolah olah dia di culik.


Merekapun sampai di gudang kosong yang Elsa siapkan untuk melancarkan aksinya.


"Apa semua kamera dan penyadap suara sudah terpasang dengan benar?" Tanya Elsa dingin


"Sudah Queen, kami sudah menyembunyikannya di tempat yang aman." Jawab Axel


"Bagus."


"Nanti apa yang akan kami lakukan?" Tanya Bara


"Kalian cukup melihat dari tempat yang tidak tersorot kamera. Dan kalian boleh bertindak jika dia sudah melewati batas tapi jangan sampai membongkar kalo gue adalah Queen kalian."


"Apa Queen yakin? Sepertinya dia akan melukai Queen terlebih dahulu." Tanya Bara yang cukup khawatir.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa Likenya yaa...


Salam manis dari author**...