
Keesokan harinya...
Di kediaman Fernandika...
Disana seluruh keluarga Fernandika sedang menikmati sarapannya. Dave dan Laura yang memakai seragam sekolah, Hendrik yang memakai pakaian formal untuk ke kantor sedangkan Risa yang memakai baju santai seperti biasanya.
"Apa kalian dekat dengan gadis yang semalam?" Tanya Risa pada kedua anaknya di sela sela makannya
"Iya/nggak." Ucap Dave dan Laura bersamaan
"Kalo Dave emang dekat sama mereka. Emang kenapa mom?" Tanya Dave
"Gak papa, mommy cuma nanya aja."
"Apa yang harus aku lakukan agar Dave tidak dekat dengan mereka." batin Risa
Merekapun melanjutkan aktifitas makannya yang sempat tertunda.
Di Mansion Elsa..
"SWEETY... BABY... GOOD MORNING." Teriak Justin yang tiba tiba masuk dalam mansion Elsa
"Ihhh.. Lo tuh yah, pagi pagi udah teriak, ini mansion bukan Hutan." Ketus Elsa setelah ada di depan Justin
"Heheh... Sorry. Udah siap?" Tanya Justin cengengesan
"Tunggu Rosa dulu."
"Gue udah kok." Ucap Rosa tiba tiba sembari berjalan mendekati mereka
"Yuk, lo bareng sama gue." Ajak Justin langsung menarik tangan Elsa menuju mobilnya, sedangkan Rosa hanya mengikuti dari belakang
"Lo hobi banget sih narik tangan gue, lagian gue pengin pake mobil sendiri." Kesal Elsa
"Untuk hari ini lo bareng gue." Finish Justin membuat Elsa mendengus kesal
Saat mereka bertiga masih di halaman mansion, tiba tiba ada seseorang yang menghampirinya.
"Hai, udah mau berangkat?" Tanyanya menatap Rosa
"Loh kak, kenapa kesini?" Tanya Rosa bingung karena memang mereka tidak janjian
"Gue mau ngajak lo berangkat bareng, apa lo mau?" Tanya orang itu, dia Ryan.
"Kenapa gak ngabarin gue dulu."
"Gak sempet, ini aja rencananya baru tadi. Gimana? Apa lo mau?"
"Udahlah terima aja, ini udah siang." Elsa ikut nimbrung
"Oke deh, gue ngikut mobil lo." Ucap Rosa menyetujuinya
"Yess.."
Akhirnya mereka berangkat bareng, Elsa satu mobil dengan Justin, sedangkan Rosa satu mobil dengan Ryan.
Dalam Mobil Justin...
Justin hanya fokus menyetir sedangkan Elsa fokus pada ponselnya. Justin yang merasa jengah dengan situasi ini pun mulai angkat suara.
"Gimana LC ( Lion Claws )?"
"Aman kok, semuanya masih aman terkendali." Jawab Elsa masih fokus pada ponselnya
"Apa ada yang baru?"
"Oh ya, di LC ada anggota baru." Ucap Elsa menatap Justin ketika teringat sesuatu
"Siapa?"
"Kak Ryan, Maya sama Vera."
"Hah?! Mereka gabung?" kaget Justin
"Mereka sendiri yang minta."
"Apa teman Ryan juga pada tahu?"
"Tidak, mereka tidak tahu, hanya kak Ryan saja yang mengetahui semuanya."
"Ini kayaknya waktu yang tepat buat ngungkapin perasaan gue." batin Justin
"Elsa.." panggilnya
"Apa?" Elsa belum menatapnya
"Gue mau ngomong." Ucap Justin berusaha memberanikan diri sembari menatap Elsa
"Ngomong apa?" Kini Elsa menatapnya
"Ayo Justin, lo pasti bisa okeh." batin Justin
Justin menghela nafasnya panjang agar tidak terlalu gugup.
"Awas!!!! " Teriak Elsa melihat Justin hampir menabrak Orang
Ckkiiittt...
Justin langsung mengerem mobilnya mendadak membuat kening Elsa terbentur dashboard mobil.
Dug
"Aauuu, lo kenapa sih ngerem mendadak." Kesal Elsa mengelus Keningnya
"Sorry, gue tadi melamun." ucapnya penuh penyesalan
"Hah?! bisa bisanya lo nyetir sambil melamun."
"Iya iya gue minta maaf. Ada yang sakit?" Tanya Justin khawatir
"Jidat gue sakit."
"Sini.. Huhh.. Huhh..Huhh." Justin memegang kepala Elsa kemudian meniup dahi Elsa agar tidak merasakan sakit
"Perhatian kecil yang selalu lo berikan ini, membuat gue gak bisa ngelupain lo." batin Elsa
"Udah gak sakit?" Tanya Justin membuyarkan lamunan Elsa
"Udah ga. lain kali kalo nyetir jangan melamun."
"Maaf yaa." Justin kembali melajukan mobilnya ke sekolah
"Yahh... Gagal lagi deh." Batin Justin
Skip di Sekolah..
Rosa dan Ryan sudah sampai terlebih dahulu di sekolahan, Frans yang tidak melihat Elsa bersama Rosa berniat menghampiri Rosa.
"Elsa mana? kok gak bareng sama lo?" Tanya Frans saat sudah di depan Rosa dann Ryan
"Dia bareng Justin."
"Justin?"
Brrmm... Brmm...
Suara mobil datang memasuki pelataran sekolah membuat mereka melihatnya, dan ternyata itu mobil dari Justin.
"Itu kak Elsa." Ucap Rosa
Justin keluar terlebih dahulu kemudian dia berjalan ke pintu yang di sebrangnya, tak lama kemudian Elsa keluar dan membuat semua murid teriak histeris karena iri dengan keromantisan mereka.
"*Aaaaa.... Pasangan yang serasi."
"Kapan gue bisa dijemput pangeran tampan kayak Justin."
"Sekarang ada dua couple hits disini, pertama Rosa dan Ryan, kedua Elsa dan Justin*."
Begitulah sekiranya ucapan mereka membuat Frans panas karena terbakar api cemburu.
"Kenapa pagi pagi udah bikin mood gue hancur sih." batin Frans kesal
Rosa, Ryan dan juga Frans menghampiri Elsa.
"Kenapa jidat lo?" Tanya Frans melihat kening Elsa memerah
"Ini nih, gara gara dia, masa nyetir sambil melamun."
"Lo kalo nyetir hati hati dong, kalo Elsa kenapa napa gimana?" Bentak Frans mulai Emosi
"Gue gak sengaja, lagian gue juga gak pengin dia kenapa napa." Ucap Justin dengan meninggikan suaranya
"Lo hampir buat dia celaka."
"Gue kan udah minta maaf."
"Udah udah kenapa jadi ribut sih. Kalo kalian masih mau ribut silahkan aja, gue mau kekelas." Ucap Elsa kesal langsung menarik Rosa untuk pergi ke kelasnya
"Elsa..." Panggil mereka berdua tapi tak di pedulikan Elsa.
"Elsa jadi marah karna lo." Ucap Frans menunjuk Justin
"Lo aja yang baru dateng langsung emosi, tadi Elsa juga udah maafin gue."
"Udah kalian berdua jangan ribut, yang ada nanti Elsa makin marah, apa kalian mau itu terjadi?" Lerai Ryan
"Nggak." Jawab mereka serempak dengan cepat.
**bersambung...
...---------------- ...
Hallo Readers, gimana episode kali ini? Jangan lupa kasih Likenya yaa....
Salam manis dari author**...