
"Kita disini." Elsa dan Rosa berjalan ke hadapan mafia King Tiger
Semua yang disana baik guru maupun siswa termasuk Frans dkk ( Kecuali Ryan ) yang melihat itu bingung, kenapa mereka mencari Elsa dan Rosa.
"Siapa mereka, kenapa mencari Elsa dan Rosa?" Tanya Frans pada temannya yang agak jauh dari sana
"Kayaknya mereka mafia, tapi apa nama mafianya." Ucap Dave
"King Tiger, mereka sepertinya orang suruhan." Seru Ryan
"Kok lo bisa tahu?" Tanya Romi
"Mata lo buta? gak liat tulisan jubah mereka?" Jawab Ryan santai karena memang jubah yang mereka kenakan bertuliskan King Tiger. Padahal Ryan memang sudah tahu walaupun tidak melihat tulisan itu
"Eh.. iya gue gak liat." Ucap Romi cengengesan
"Apa mereka juga suruhan Laura seperti waktu itu." batin Frans
"Jadi kalian Elsa dan Rosa?" Seru Tangan kanan itu
"Iya, Itu benar." Jawabnya serempak
"Kalo begitu bersiaplah menghadapi kematian kalian." Ucap Tangan kanan
"Bagaimana kalo kalian yang bersiap?" Ucap Elsa dengan senyum khas miliknya membuat siapapun merinding di buatnya
"Heh.. Kami ada seratus orang sedangkan kalian hanya berdua. Bukankah sudah jelas siapa yang akan menang." Tangan kanan itu tersenyum sinis
"Siapa bilang mereka berdua. Kami berlima." Ucap Justin tiba tiba
Justin, Maya dan Vera berjalan dengan santainya ke tempat Elsa dan berdiri disamping kanan Elsa karena sebelah kirinya ada Rosa.
"Bukan, tapi Kami ada sembilan." Ucap seseorang lagi tak lain adalah Frans. Ya Frans dkk menghampiri mereka dan berdiri di samping kiri Rosa
"Sepuluh." Tiba tiba datang seorang lagi, dia adalah Mario dan dia berdiri paling ujung.
"Ck..Ck.. Seperti berhitung saja." Celetuk salah satu siswa disana membuat semua teman disampingnya menatapnya
"Huussstt... " Semua teman disana menyuruhnya diam, seketika dia bungkan seribu bahasa.
"Tetap saja kalian kalah jumlah telak." Ejek Tangan kanan itu, sebut saja Max
"Kalah jumlah belum tentu kalah kekuatan." Ucap Rosa dingin
"Mari kita uji kekuatan kalian. SERANG..." Teriak Max
Semua anggotanya mulai menyerang dengan senjata berupa pedang dan pistol, sedangkan Elsa dan yang lain hanya dengan tangan kosong, kalaupun ada senjata itu berarti mereka berhasil merebutnya dari lawan.
Bugh
Dorr
Ting
Bugh
Pertarungan sengit terjadi semuanya terlihat fokus dalam menyerang dan Max hanya memperhatikan pertarungan itu.
Elsa dan yang lain berhasil merebut salah satu pedang dari tangan musuh.
"Tidak akan gue biarkan ada orang yang menyakiti wanita yang gue cintai." Seru Justin sambil bertarung membuat yang disana bingung siapa yang dimaksud olehnya
"Apa yang lo katakan?" Tanya Elsa masih posisi bertarung karena dia berada cukup dekat dengan Justin
"Elsa gue cinta sama lo." Ucap Justin sambil melirik sekilas ke arah Elsa.
"Ck.. masih sempet ngomong cinta rupanya." batin Max yang juga mendengar ucapan Justin
Semua yang disana termasuk yang sedang bertarung terkejut bukan main, bisa bisanya Justin menyatakan persaannya saat sedang bertarung. Dia benar benar Gila, Pikir mereka semua.
Elsa yang mendengar itu pun melihat sekilas Justin kemudian tersenyum tapi masih terus bertarung.
"Sorry, Gue terlalu pengecut buat ngungkapin perasaan gue. gue takut lo nolak gue." Justin masih fokus bertarung
"Apa lo selama ini gak peka?" Elsa juga terlihat fokus bertarung
"Maksud lo?"
"Gue juga cinta sama lo." Seru Elsa mantap sembari tersenyum dan melirik Justin sekilas
Justin yang mendengar itu tersenyum senang karena ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
Frans yang juga mendengar jawaban Elsa yang cinta sama Justin, hatinya bagai teriris dan sakit, tapi dia berusaha biasa saja karena sekarang sedang bertarung.
Semua siswa dan guru disana terharu melihat mereka saling mengungkapkan rasa cintanya, tapi yang bikin mereka tak mengerti, kenapa harus sekarang ngungkapinnya padahal keadaan lagi genting.
Bugh
Bugh
Krek
Justin dan Elsa secara bersamaan melumpuhkan lawannya, kemudian mereka berdua mendekat dan saling tatap satu sama lain.
"Apa lo serius?" Tanya Justin seakan lupa dengan keadaan saat ini
"Tentu saja." Jawab Elsa tersenyum
Tiba tiba senyuman Justin memudar karena tidak sengaja melihat Max sang tangan kanan King Tiger yang sedang membidik Elsa dengan pistolnya dari arah belakang.
Dorr
Dorr
Dua kali tembakan di berikan max.
"AWAAS!!!" Seru Justin langsung mendorong Elsa dan akhirnya malah dia yang terkena kedua tembakan itu.
"JUSTIN." Teriak Elsa terduduk karena terjatuh saat di dorong Justin
"AAAA..." Teriak ynag disana menutup mulutnya
Semuanya sangat kaget melihat Justin tertembak karena menyelamatkan Elsa, pikir mereka, Apakah sebesar itu cinta Justin terhadap Elsa.
"KAU.. " Geram Elsa mendekat ke arah Max dengan membawa pedang yang tadi digunakan untuk bertarung
Tanpa aba aba, Elsa langsung menyerang Max dengan membabi buta. Ternyata Max juga cukup sulit di kalahkan. Tapi, jangan sebut Elsa Queen mafia jika tidak bisa mengalahkannya.
Bugh
Bugh
Ting
Krek
Tak butuh waktu lama, Elsa berhasil mengalahkan Max, dan dia dengan cepat menusuk Max tepat di jantungnya, seketika Max meninggal dengan mata yang melotot.
"Aaggkkhh....."
Lagi dan lagi mereka sangat terkejut dan hanya bisa meneguk salivanya karena melihat langsung Elsa menusuk bahkan sampai membunuh orang dengan mudahnya.
Bertepatan dengan itu semua temannya juga berhasil mengalahkan lawannya. Setelah itu mereka semua berlari ke arah Justin yang sudah tidak berdaya tapi masih sedikit sadar.
**Bersambung...
...----------------...
Bagaimana episode ini? Jangan lupa kasih Likenya yaa...
Salam manis dari author**...