THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 81



*Keesokan harinya..


Di Kediaman Adijaya*..


Hari ini adalah hari libur. Saat ini Frans dan keluarganya sedang sarapan bersama di meja makan.


Hanya ada hening dan dentingan sendok dalam meja makan itu. Setelah selesai makan Frans membuka suaranya.


"Emm.. Mah.. pah.." Panggil Frans sedikit ragu


"Kenapa?" Tanya Luna


"Frans boleh tanya?" Tanya Frans hati hati


"Tanya apa?"


"Mamah sama papah masih inget yang nolongin kita waktu ultah Frans?"


"Maksud kamu mafia Lion Claws?" Tanya Adit memastikan


"Iya, menurut kalian Twin Queens itu gimana?"


"Menurut kita, mereka orang baik. Emang kenapa?" Tanya Luna


"Kalo mamah sama papah tau siapa orang itu, apa yang akan kalian lakuin?" Tany Frans dengan hati hati


"Kamu kenapa sih? Kenapa tiba tiba ngomongin mereka?" Tanya Adit


"Apa ada masalah?" Luna bertanya


"Enggak, tapi Frans mau tau aja, apa yang kalian lakuin jika bertemu mereka?"


"Tentu terima kasih dong."


"Apa kalian tidak marah, karena mereka pembunuh?"


"Untuk apa marah? Setahu papah mereka itu hanya membunuh orang yang bersalah." Ujar Adit


"Sebenarnya Frans tahu siapa mereka."


"Hah?! siapa?"


Frans menarik nafasnya panjang sebelum memulai berbicara.


"Elsa dan Rosa." Jawab Frans pelan dan sedikit takut


"APA?!!"


"Kamu jangan bercanda Frans, tidak mungkin itu mereka." Seru Luna


"Apa Frans keliatan bercanda?"


"Bagaimana mungkin mereka bisa masuk ke dunia mafia?" Tanya Adit


"Kalian tahu sendiri kan masalah keluarga mereka? Itu yang membuat mereka masuk ke dunia bawah, karena ingin membalas dendam kematian ibunya." Jelas Frans


"Kalo seperti itu alasannya, mamah juga bisa memakluminya, karena emang tidak mudah menghadapi itu semua apalagi seluruh keluarganya tidak mempercayai mereka." Ucap Luna


"Benar, kalo mereka tidak melakukan itu, pasti mereka tidak akan bisa bertahan di dunia yang kejam ini." Timpal Adit


"Jadi mamah sama papah gak benci sama mereka kan?"


"Tentu, kita juga sayang sama mereka." Ujar Luna


"Berarti mamah setuju dong kalo Frans sama Elsa?" Tanya Frans dengan hati yang gembira


"Ekheemm... Jadi ada yang beneran suka sama Elsa nih?" Goda Adit


"Hehee.. Iya pah, Frans udah suka sama Elsa dari dulu, bahkan kita udah jadian."


"Apa?! Kenapa gak bilang sama kita?" Kaget Luna, Karena Frans tidak pernah mengatakan kalo mereka udah jadian


"Frans nunggu waktu yang tepat aja, Jadi apa kalian merestui hubungan kami?"


"Merestui dong, lagian mamah juga pengin Elsa jadi menantu mamah." Jawab Luna tersenyum tulus


"Jelas papah setuju, dia orang yang baik." Ujar Adit


"Makasih mah, pah." Ucap Frans tersenyum senang karena akhirnya dia bisa mendapat restu kedua orang tuanya tanpa adanya rahasia lagi.


Di Area Pemakaman...


Tepatnya di makam Manda. Terlihat Elsa, Rosa dan Mario yang sedang berziarah disana dengan memakai pakaian serba putih.


Elsa dan Rosa berjongkok di samping makam, sedangkan Mario berdiri di belakangnya.


"Mom, apa kabar? Maaf Elsa sama Rosa baru sempet dateng sekarang." Ucap Elsa lirih sembari mengelus nisan Ibunya, tak terasa bulir bening mengalir di pipi mulus Elsa.


"Mom, apa setelah kita membalaskan dendam, mommy akan tenang disana?" Ujar Rosa yang juga menitikkan air mata


"Apa mommy kecewa sama kita? Karna kita sekarang menjadi pembunuh? Maaf, kalo kita udah buat mommy kecewa. Tapi kita tidak bisa membiarkan orang yang membunuh mommy hidup dengan tenang." Ucap Elsa sendu


"Mom, apa yang harus kita lakukan? apa kita harus memaafkan mereka? Sebenarnya Kita juga tidak mau hidup dengan di penuhi dendam Tapi itu sangat sulit mom, karena mereka yang udah membuat kita jadi seperti sekarang." Ujar Rosa dalam isaknya


"Mommy, kita berdua sayang sama mommy, kita mau mommy juga bahagia disana." Tambahnya


Mario yang sedari tadi memperhatikan mereka, Tak terasa ia juga mulai menitikkan air matanya.


"Kalian berdua memang gadis yang kuat, mommy kalian pasti bangga sama kalian. Gue sebagai abang angkat kalian juga sangat bangga. Semoga masalah kalian cepat terselesaikan, agar kalian bisa bahagia selamanya." batin Mario


"Ya udah mom, kita pamit dulu untuk membereskan semuanya. Kalo ada waktu lagi kita akan sering berkunjung kesini." Ucap Elsa


"Mommy jaga diri baik baik disana ya mom." Ujar Rosa


Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan makam untuk pergi ke markas.


Sesampainya di Markas..


Ketika mereka sampai banyak mafioso yang menunduk hormat pada mereka bertiga sedangkan yang di sapa hanya mengangkat tangan sebagai isyarat untuk mereka melanjutkan kegiatannya.


"Dimana mereka?" Tanya Elsa pada Bara


"Di ruang tahanan 3, mereka satu ruangan Queen." Jawab Bara


"Hmm..."


Elsa dan yang lain langsung bergegas ke ruang tahanan 3, tapi sebelum masuk mereka memakai topeng terlebih dahulu.


Saat di depan pintu masuk, mafioso disana langsung membukakan pintu untuk Queen mereka dan setelah Queennya masuk, mereka menutupnya kembali.


Saat sudah masuk Elsa, Rosa dan Mario melihat jika tahanan mereka sedang pingsan dengan kedua tangan dan kaki di ikat di kursi.


"Siram." Perintah Elsa dingin pada salah satu mafioso disana


"Baik Queen."


Mafioso tersebut langsung menyiram kedua tahanan dengan air yang sangat panas.


"AAaaa... Panas... panas..." Teriak kedua tahanan itu yang tak lain adalah Risa dan Laura


Ya, Setelah mereka pergi dari pesta, Elsa menyuruh anggotanya untuk menculik mereka tanpa menghilangkan jejak. Tujuan Elsa adalah agar ia bisa segera menyelesaikan semua masalahnya.


"Bagaimana keadaan kalian?" Tanya Rosa tersenyum sinis


"Siapa kalian? Kami tidak punya urusan dengan kalian." Hardik Risa


Elsa dan Rosa langsung membalikkan badan dan mengibaskan jubah kebesarannya.


"Apa salah kami, kenapa kalian menculik kami?" Tanya Laura yang terkejut setelah tahu yang di hadapannya adalah Twin Queens.


"Salah kalian tentu banyak, Apa saya harus menjelaskan semuanya? Tentu tidak bukan?" Seru Elsa sinis.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Likenya yaa...


Salam manis dari author**...