
"Itu yang gue harapkan. Sekarang kalian telfon dia dan suruh dia kemari." Ucap Elsa tersenyum Davil
"Siap Queen."
Axel dengan segera menelfon Risa untuk datang kesana.
Sedangkan Elsa mengacak rambutnya sendiri dan menyuruh Bara untuk mengikatnya.
"Ikat gue sekarang." Perintahnya dingin
"Baik Queen, sebelumnya saya mohon maaf." Ujar Bara meminta maaf karena dia akan mengikat Queennya sendiri
"Tidak apa.:" Jawab Elsa singkat kemudian duduk di kursi dan mulai di ikat kedua tangan dan kakinya
"Sekali lagi maaf Queen." Ucap Bara lagi ketika ingin mengikat mulut Elsa
"Lakukanlah." Perintahnya yang langsung di lakukan Bara
Saat Risa datang dan mulai adu mulut dengan Elsa sambil terus menampar Elsa membuat Bara dan Axel geram, tapi saat hendak maju, Elsa memberi isyarat agar tidak maju sekarang.
"Berani sekali dia melukai Queen." batin Bara sangat marah
"Kau akan menanggung akibatnya karena sudah berani menyentuh Queen kami." batin Axel yang juga terlihat sangat marah
Sampai Akhirnya ketika Risa hendak menusuk Elsa, Bara dengan segera mencekal tangannya dan berusaha memberi pengertian pada Risa agar dia mau pergi sana dengan alasan dia ingin bermain.
Setelah kepergian Risa dari sana. Bara dan Axel langsung membawa membuka ikatan Elsa.
"Queen tidak apa apa?" Tanya Axel yang khawatir sembari melepas ikatannya
"Gue gak papa." Ucap Elsa pelan
"Kita ke markas sekarang, untuk mengobati luka Queen." Ucap Bara, kemudian mereka berdua langsung memapah Elsa untuk berjalan menuju mobilnya.
Untung saja Elsa memilih gudang yang tidak jauh dari markas jadi mereka cepat sampai.
Di dalam mobil Axel menelpon Rosa untuk memberitahu keadaan Elsa.
^^^"Gimana?"^^^
"Queen lapor, Queen Elsa sudah selamat tapi dia terluka, dan kita sedang membawanya ke markas untuk di obati."
^^^"Hmm... Oke."^^^
Setelah Rosa mematikan sambungan secara sepihak, mereka berdua kembali fokus ke Elsa. Walaupun kondisi Elsa cukup memprihatinkan tapi Elsa terlihat biasa saja bahkan dia tidak sampai pingsan.
Flashback Off..
Di Sebuah Hotel...
Di hotel yang mewah tempat berlangsungnya pesta tersebut, terlihat sudah sangat ramai. Karena semua kalangan dari atas sampai bawah dateng ke pesta itu, bukan hanya itu saja, disana juga banyak reporter untuk mendapatkan berita yang menarik, bagaimana tidak? Kedua CEO Misterius akan hadir dalam pesta dan membuka jati dirinya ke publik. Itu adalah berita yang besar, pikir mereka semua.
Seluruh keluarga dari teman Elsa termasuk keluarga Fernandika, semuanya sudah hadir dalam pesta itu.
"Aduhh... Gue gak sabar banget tau pengin liat mereka." Ujar Romi
"Sama, gue juga." Timpal Dave
"Apa Elsa sudah ketemu? Lo dapet kabar dari Rosa gak?" Tanya Frans pada Ryan
"Belum, gue juga berharap Elsa akan datang." Jawab Ryan
Tak lama setelah percakapan mereka, tiba tiba semuanya langsung berhambur keluar hotel membuat mereka semua bingung.
"Ada apa?" Tanya Dave pada salah satu orang yang sedang berlari
"Mereka sudah datang." Ucap Orang itu
"Iya, Mereka baru sampai di depan." Ucap orang itu lagi kemudian langsung pergi dari sana
"Itu berarti..." Ucap Vera terhenti sembari menatap Maya
"Iya." Mereka berdua langsung berpelukan, tak terasa air mata mereka menetes karena terharu akhirnya Elsa sudah ketemu
"Syukurlah, Elsa sudah ketemu." batin Ryan
"Kalian kenapa nangis?" Tanya Frans bingung
"Ahh.. Eng-enggak.. Kita kesana sekarang." Ucap Maya melepas pelukannya dan langsung manggandeng tangan Vera kemudian berlari menuju pintu masuk hotel untuk menemui Elsa dan Rosa meninggalkan Frans dkk
"Mereka berdua aneh banget sih, tadi nangis sekarang langsung senang dan lari gitu aja." Ucap Romi yang merasa bingung melihat tingkah kekasihnya
"Udah, kalian mau disini atau mau liat juga." Tawar Ryan yang juga terlihat sangat senang
"Lo juga keliatannya seneng banget, bukannya lo gak terlalu penasaran sama CEO itu?" Tanya Dave penuh selidik
"Gue juga penasaran kok. Udah ah.. gue mau liat kesana." Ucap Ryan yang langsung pergi menyusul Maya dan Vera di ikuti semua temannya.
Saat sampai disana mereka semua melihat Kedua CEO Misterius itu sangat cantik dan anggun walau mereka memakai topeng.
Elsa memakai Dress Navy dengan bagian belakang yang panjang dan di biarkan menyapu lantai, sedangkan Rosa tidak terlalu panjang tapi masih bersentuhan dengan lantai.
Mereka berjalan dengan anggunnya di iringi banyak bodyguard yang tak lain adalah anggota mafianya. Melihat kedatangan mereka, semua wartawan langsung menghujani mereka dengan banyaknya pertanyaan yang sudah di siapkan sedari tadi.
"Kenapa kalian selama ini menutup identitas kalian?"
"Mengapa kalian tiba tiba ingin mempubliskannya?"
"Bagaimana cara kalian mengelola perusahaan dengan usia yang cukup muda?"
Sekiranya begitulah pertanyaan wartawan membuat Elsa maupun Rosa sangat jengah dan menyuruh salah satu bodyguardnya untuk membubarkan reporter agar mereka bisa segera masuk.
"Mereka sangat cantik."
"Masih muda tapi bisa sesukses ini.."
"Coba aja, mereka mau di jodohkan dengan anakku."
Begitulah pikiran semua tamu disana memuji ketika melihat kecantikan Elsa dan Rosa, tapi yang di puji malah memasang wajah datar dan dinginnya.
"Akhirnya dia beneran datang." Ucap Ryan pelan tapi masih di dengar temannya
"Gue seneng banget." Timpal Maya
"Sebenarnya kalian kenapa sih? Kenapa coba sampe sesenang itu. Gue aja yang penasaran biasa aja tuh." bingung Romi
"Ya senenglah, akhirnya bisa ketemu sama mereka, CEO misterius itu." Ucap Vera berbohong, padahal mereka senang karena melihat keadaan Elsa yang ternyata baik baik aja.
"Tapi gue sedih, karna gak ada Elsa disini." Sendu Frans
"Lo tenang aja, Dia datang kok." Ucap Ryan penuh keyakinan
"Kenapa lo seyakin itu?"
"Percaya sama gue." Ucap Ryan sembari tersenyum membuat Frans sedikit bingung.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya yaa...
Salam manis dari author**...