
"Kalo soal itu kita berdua belum terlalu yakin, tapi kita akan melakukan apa yang menurut kita itu yang terbaik." Balas Elsa
"Gue percaya, pasti yang kalian lakukan adalah yang terbaik." Ujar Mario
"Kita kesana sekarang." Ajak Rosa diangguki keduanya.
Mereka bertiga pun keluar dari ruang tahanan dan juga pergi meninggalkan markas, tapi sebelum itu mereka membersihkan diri karena banyak terkena cipratan darah.
Di Kediaman Fernandika...
Kini Frans dkk sedang berkumpul di Mansion Dave, tujuan mereka kesana adalah untuk menghibur Dave, karena pasti Dave sangat terpukul dengan kejadian tadi malam.
"Gue bingung banget harus ngapain." Ucap Dave frustasi sembari menjambak rambutnya sendiri
"Gue ngerti perasaan lo, tapi mereka juga butuh waktu untuk memaafkan lo dan daddy lo. Maka dari itu lo harus sabar menunggu." Ujar Frans menepuk pundak Dave
"Mereka juga pasti sangat terpukul, tapi percaya sama gue, walaupun mereka membenci kalian, tapi mereka juga sayang sama kalian." Seru Ryan
"Apa itu benar?" Tanya Dave
"Menurut gue itu benar Dave, waktu itu aja mereka kasih lo mobil karna tidak mau lo kesusahan." Ucap Romi meyakinkan Dave
Ting nong... Ting nong...
Bel mansion tiba tiba berbunyi, dan tak berapa lama kemudian maid yang tadi membuka pintu datang ke ruang tamu bersama dengan tamunya.
"Maaf tuan muda, ada yang ingin bertemu." Ucap Maid pada Dave
"Siapa?"
"Itu orangnya tuan. kalau begitu saya pamit." Ucap Maid kemudian pergi dari sana
Dave bingung melihat ada dua orang asing yang bertamu ke mansionnya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Dave sopan setelah berdiri di depan tamunya, sedangkan temannya masih duduk di kursi ruang tamu
"Apa benar ini kediaman tuan Fernandika?" Tanya salah satu tamu, sebut saja Bima
"Iya benar, itu saya sendiri." Bukan Dave yang menjawab melainkan Hendrik yang tiba tiba datang menghampirinya
"Begini tuan, Kami berdua dari pihak bank. Tujuan kami kemari untuk menyita seluruh aset anda karena hutang perusahaan yang belum di bayar, dan sudah melewati batas waktu jatuh temponya." Ucap teman satunya yang namanya Leon
"APA?!" Kaget Dave dan hendrik
Bagai tersambar petir di siang bolong, hati Dave dan Hendrik sangat terkejut dan hancur mendengar seluruh asetnya bakal disita oleh pihak bank.
Semua teman Dave yang mendengar juga sangat terkejut, kemudian mereka berdiri dan menghampiri Dave.
Hutang perusahaan Hendrik sangatlah banyak untuk membangun sebuah proyek yang besar, tapi sayangnya proyek tersebut gagal, dan beberapa perusahaan menarik kembali uang yang mereka investasikan.
"Apa tidak ada perpanjangan waktu? Tolong beri kami waktu untuk membayarnya." Ucap Hendrik memohon
"Mohon maaf tuan, tapi ini sudah kebijakan pihak bank, kami hanya menjalankan tugas." Ucap Bima dengan tegas
"Daddy bagaimana ini? Kita tidak punya tempat tinggal sekarang." Seru Dave frustasi
"Daddy juga bingung, semua investor perusahaan menarik investasinya kembali karena kegagalan proyek Daddy di kota C." Jelas Hendrik
"Silahkan tuan mengemaskan semua barang tuan dan pergi dari mansion ini." Ucap Leon
"Tidak ada pilihan lain, kita harus segera pergi dari sini." Ucap Hendrik sendu kemudian berbalik untuk berkemas, Tapi....
"Tunggu..." Ucap seseorang dari arah pintu masuk mansio.
Semua yang disana melihat ke arah sumber suara itu dan mereka melihat ada tiga orang yang berdiri di dekat pintu.
"Elsa.. Rosa.." lirih mereka semua disana
Yupz, Mereka adalah Elsa, Rosa dan juga Mario. Kemudian mereka bertiga berjalan mendekati semua orang disana.
"Mereka tidak perlu pergi dari sini. Kami akan membayar semua hutangnya." Ucap Elsa dingin pada kedua pihak bank itu.
"Kalian pasti tahu kan siapa kami. Maka dari itu kami bisa menjaminnya." Timpal Rosa dengan datarnya
"Iya, kita berdua tahu. Kalian pemilik perusahaan terbesar itu." Ucap Bima yang mengenali mereka
"Bagus, Itu berarti kalian tidak perlu menyita mansion ini. Kalian bisa datang ke kantor kami berdua biar sekretaris kami yang akan mengurusnya." Ucap Elsa dingin
"Baiklah, Kami akan memberitahukan ini pada atasan kami, dan kami tidak akan menyita aset anda." Ujar Leon
"Anda sangat beruntung tuan memiliki anak yang baik dan sukses seperti mereka berdua." Tambah Leon tersenyum
Karena berita kejadian waktu di pesta itu sudah menyebar luas jadi tidak heran jika mereka mengetahui identitas Elsa dan Rosa yang ternyata adalah anak dari Hendrik
"Kalau begitu, kami pamit undur diri. Senang bertemu dengan kalian, Nona." Ucap Bima tersenyum sembari mengulurkan tangan pada Elsa dan Rosa. Karena dia merasa beruntung bisa bertemu langsung dan berbicara dengan pemilik perusahaan terbesar.
"Senang bertemu dengan anda juga." Ucap Elsa menerima uluran tangan Bima kemudian bergantian dengan menjabat tangan Leon dan itu juga dilakukan Rosa yang menjabat tangan Leon kemudian beralih ke Bima.
"Kami pergi dulu." Ucap Leon kemudian mereka berdua langsung pergi meninggalkan mansion yang megah itu.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya yaa....
Salam manis dri author**...