
Skip malam hari...
Sekarang posisi Elsa dan Frans sedang berada di pasar malam, sesuai dengan ajakan Frans tadi padi di sekolah.
Di pasar malam itu terlihat sangat ramai pengunjung, mungkin karena disana banyak wahana permainan.
"Kita ngapain sih kesini?" Tanya Elsa pada Frans, karena ia tidak tahu maksud Frans mengajaknya kesini.
"Ya main lah, masa iya mau renang, kan gak mungkin." Celetuk Frans
"Terserah lo dah, gue lagi males debat." ketus Elsa
"Ya udah makanya nurut aja."
Mereka pun mulai menaiki beberapa wahana disana. Saat ini Elsa terlihat sangat senang dan dia melupakan semua masalah yang ada, melihat itu, Frans juga senang akhirnya ia berhasil menghibur Elsa karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.
"Eh... naik itu yuk." Ajak Elsa menunjuk salah satu wahana disana
"Itu? Gak deh yang lain aja, jangan itu." Ucap Frans yang terlihat takut
"Kenapa? Atau jangan jangan lo takut ketinggian lagi?" Tebak Elsa
"Hahah.. Gue seorang Frans Pradipta Adijaya takut ketinggian? Sorry ya, Itu gak ada dalam kamus gue." Ujarnya sombong sambil tertawa
"Okeh, kalo gitu kita naik sekarang."
"Tapi.."
Elsa langsung menarik tangan Frans menuju tempat wahana itu yang namanya bianglala.
Saat mereka sudah masuk, wahana itu mulai berputar ke atas. Elsa sangat senang karena ia dapat melihat pemandangan dari atas sana.
"Bagus benget pemandangannya kak." Ucap Elsa tersenyum
"Lo kenapa? kok keringatan gitu?" Tanya Elsa yang melihat Frans mulai berkeringat dingin
"Ah.. Eng-enggak, gak papa." Jawabnya gugup
"Beneran?"
"Sebenarnya gue takut naik wahana ini, karna dulu waktu gue kecil gue pernah naik ini, tapi malah macet waktu gue masih di atas, dan itu membuat gue trauma naik ini sampai sekarang." Jelas Frans yang mulai pucat
"Kenapa ga bilang dari tadi, kalo lo terus terang kan gue gak bakal maksa lo." Elsa merasa bersalah karena sudah memaksa Frans menaikinya
"Gue gak mau buat lo kecewa."
Elsa berpindah dari duduknya untuk duduk diamping Frans, karena tadi posisinya menghadap satu sama lain.
"Lo tenang oke, kita akan baik baik aja." Ucap Elsa sembari memegang tangan kekar Frans agar lebih tenang
"Sekarang lo tarik nafas lo panjang kemudian hembuskan, agar lo bisa lebih tenang." Tambahnya masih memegang erat tangan Frans
Frans pun melakukan apa yang di katakan Elsa, dan setelah melakukan itu ia keliatan lebih tenang.
"Makasih yah, udah bikin gue lebih tenang." Ucap Frans tersenyum menatap Elsa hanya dijawab anggukan dari Elsa.
Mereka berdua berbincang kecil dalam wahana itu sambil sesekali tertawa bersama membuat Frans melupakan rasa takutnya dan Elsa melupakan masalahnya.
Tak terasa wahana itu berhenti dan mereka berdua turun dan genggaman Elsa tentunya sudah lepas dari tadi.
"Sekarang ngapain?" Tanya Elsa
"Masuk rumah hantu gimana?" Ujar Frans
"Rumah hantu?"
"Jangan bilang lo takut?" Ejek Frans
"Siapa takut. Ayo." Ucap Elsa mantap langsung berjalan mendahului Frans menuju rumah hantu
Dalam rumah hantu itu sangat gelap dan baunya sangat menyengat.
"Lo takut gak?" Tanya Frans sembari berjalan
"Gak."
"Yakin? Nanti kalo ada hantunya nangis lagi."
Frans hanya terkekeh geli mendengar jawaban Elsa. Tiba tiba...
"HAAAA..."
Bugh
Ada sosok yang muncul depan Elsa, dan refleks Elsa menonjok sosok itu sampai tak sadarkan diri alias pingsan.
Frans yang melihatnya melongo tidak percaya, bisa bisanya Elsa main tonjok aja, padahal kan itu hantu bohongan, yang pastinya akan sakit di tonjok.
"Gila lo, main tonjok aja." Pekik Frans
"Siapa suruh dia ngagetin gue, kan gue refleks jadinya." Ucap Elsa dengan santainya
"Kan emang itu kerjaannya Elsa."
"Udah, mending lanjut jalan aja, masih jauh tuh."
"Lain kali jangan main tonjok."
"Gak janji." Ucap Elsa langsung melanjutkan jalannya diikuti Frans dan meninggalkan orang yang pingsan tadi.
Beberapa menit kemudian mereka sudah keluar dari rumah hantu, perlu kalian ketahui tadi saat di rumah hantu Elsa menonjok tiga orang yang tiba tiba muncul di depannya termasuk yang pertama tadi. Frans hanya bisa menggelengkan kepala dengan tingkah Elsa.
Saat ini mereka sedang duduk berdua sembari memakan gulali yang di belikan Frans.
"Tadi lo benar benar gila Sa, bisa bisanya lo nonjok hantu bohongan itu sampe tiga kali." Ucap Frans yang masih belum percaya
"Masih untung cuma tiga, bukan semuanya." Jawabnya enteng sembari memakan gulali
"Iya, untungnya lagi mereka cuma pingsan bukan metong." Celetuk Frans membuat Elsa terkekeh
"Emm.. makasih, udah ajak gue kesini. Jujur gue sangat senang." Ucap Elsa menatap Frans intens
"Sama sama, gue juga senang kalo lo senang." Ucap Frans tersenyum sangat manis dan juga menatap Elsa
"Gue akan lakukan apapun untuk membuat lo bahagia." batin Frans
"Lo emang baik kak, Gue beruntung bisa kenal sama lo." batin Elsa
"Eh.. balik yuk, udah malem nih." Ajak Elsa
"Hmm.. Oke."
Karena memang sudah larut malam, mereka memutuskan untuk pulang, karna besok harus berangkat sekolah.
Skip sampai Mansion Elsa..
Frans hanya mengantar sampai depan pagar jadi ia tidak ikut masuk mansion bersama Elsa.
Elsa masuk kedalam sembari terseyum membuat Rosa dan Mario yang berada di ruang tamu berniat menggodanya.
"Ekheemmm.... Yang habis kencan adiknya sendiri di lupain." Ucap Rosa membuat langkah Elsa terhenti dan melihat ke sumber suara
"Siapa yang kencan lagi." Ujar Elsa menghampiri mereka berdua
"Situ lah, buktinya senyum senyum gak jelas kayak orang gila." Celetuk Mario
"Abang tuh yang gila." Ketus Elsa
"Jadi gimana, apa lo suka sama Kak Frans?" Tanya Rosa penuh selidik
"Suka aja, lagian dia emang baik walaupun kadang ngeselin sih."
"Kalo udah suka biasanya jadi Cinta." Goda Mario
"Kalo untuk itu, biarkan waktu yang menjawab." Ucap Elsa yang sebenarnya tidak tahu harus menjawab apa lagi.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa Likenya yaaa...
Salam manis dari author**...