
"Bagaimana? Apa ada kabar tentang Elsa?" Tanya Frans yang sudah berdiri didepan Rosa
Rosa hanya menggelengkan kepala membuat yang disana sangat cemas.
"Ini semua salah gue, gue gak bisa melindungi dia, gue gak becus jadi kekasihnya." Ucap Frans frustasi sembari menjambak rambutnya sendiri
"Ini bukan salah lo. Gue yakin kak Elsa pasti baik baik aja."
"Kenapa lo bisa yakin? Bahkan kita belum mendapat kabar apapun dari mafioso kita." Ujar Maya
"Gue yakin aja, kak Elsa bisa jaga diri. Dan gue percaya sama mafioso kita."
"Gue harap yang lo omongin itu benar." Ujar Frans
"Gue juga berharap begitu." Seru Rosa
"Sebaiknya kalian semua pulang, ini udah larut malam, nanti orang tua kalian cemas karna anaknya belum pulang." Perintah Mario
"Kalo ada kabar dari mereka, langsung hubungi gue." Pinta Frans
"Iya pasti, orang pertama yang gue hubungin lo kak." Jawab Rosa
Mereka semua akhirnya pulang ke mansion masing masing karena emang sudah terlalu larut malam.
Kini di ruang tamu hanya ada Rosa dan Mario.
"Apa dia baik baik aja?" Tanya Mario pada Rosa
"Gue gak tahu, dan jujur gue sebenarnya sangat khawatir sama keadaan kak Elsa." Ucap Rosa cemas
"Kita berdoa saja, semoga tidak terjadi apa apa sama dia."
"Semoga bang."
Di Kediaman Fernandika..
Risa baru saja sampai di mansion, Selama perjalanan pulang dia terus tersenyum puas karena akhirnya dia berhasil menyingkirkan musuh bebuyutannya.
"Akhirnya aku berhasil menyingkirkan anak sial*n itu, dan sekarang tinggal satunya lagi, agar aku bisa hidup dengan tenang." batin Risa
Dia berjalan memasuki mansion, saat melewati ruang tamu dia melihat seluruh keluarganya sedang berkumpul disana.
"Malam semuanya." Sapa Risa sembari menghampiri mereka dengan senyum terus mengembang di bibirnya
"Mommy keliatannya bahagia banget, Ada apa?" Tanya Laura setelah Risa duduk di tempatnya
"Mommy biasa aja, kan mommy emang selalu bahagia."
"Kamu darimana aja, kenapa baru pulang?" Tanya Hendrik pada istrinya
"A-Aku tadi reunian sama temen lama aku, itu sebabnya aku sangat senang sekarang." Jawab Risa sedikit gugup
"Kok jawabnya gugup gitu?" Tanya Dave penuh selidik
"Enggak, Mommy gak gugup."
"Udah Dave, jangan mulai." Lerai Hendrik
Ting...
Sebuah pesan masuk ke ponsel milik Dave yang sedang di genggamannya, ia pun segera membuka pesan itu. Dia sangat terkejut melihat isi pesan yang masuk ke ponselnya.
"Apa?!!" Pekik Dave
"Ada apa Dave?" Tanya Hendrik
"Elsa Dad, Elsa di culik."
"Apa!! bagaimana bisa, siapa ynag menculiknya?" Tanya Hendrik
"Dave gak tahu."
"Kenapa perasaan gue gak enak gini yah." batin Dave
"Siapa yang menculiknya? Hmm.. tapi bagus deh, jadi gue gak perlu mengotorkan tangan gue untuk menghabisinya, semoga dia emang gak selamat." batin Laura
Laura yang mendengar itu tersenyum senang karena akhirnya tidak ada saingan lagi untuk mendapatkan Frans.
Dave secara tidak sengaja melihat Laura yang tersenyum, ia pun jadi mencurigainya.
"Lo kenapa senyum? Atau jangan ini ulah lo lagi." Tanya Dave penuh kecurigaan
"Jangan asal nuduh deh, bukan gue pelakunya." Protes Laura
"Lalu siapa lagi? Kan cuma lo yang gak suka sama Elsa, dan itu tidak menutup kemungkinan jika lo dalang di balik semua ini."
"Gue berani sumpah, bukan gue pelakunya."
"Awas aja kalo ternyata lo terlibat." Kecam Dave
"Tidak mungkin Laura melakukan hal sekeji itu apalagi pada temannya sendiri." Ujar Hendrik
"Bela aja terus anak kesayangan Daddy." Kesal Dave kemudian berdiri dan langsung pergi ke kamarnya
"Dave.." Panggilnya, tapi tak seperti biasa hanya bagaikan angin lalu bagi Dave
"Udah sabar mas, mungkin Dave lagi sedih karna memikirkan keadaan temannya." Ujar Risa sok lembut.
"Iya kamu benar. Aku sangat beruntung mempunyai istri seperti kamu yang pengertian." Ucap Hendrik tulus sembari mengelus rambut Risa dan hanya di balas senyuman palsu darinya
"Tapi aku sangat tidak beruntung memilikimu sebagai suami. Dasar tua bangka." batin Risa
Keesokan harinya...
Semua teman mafianya kini sudah berkumpul di mansion Elsa begitu juga dengan Luna. Frans memang sudah memberitahu kedua orang tuanya tentang penculikan Elsa, karena itu juga Luna ngotot untuk pergi ke mansion Elsa walaupun awalnya Frans sempat menolaknya.
"Apa ada kabar tentang Elsa?" Tanya Luna pada semua orang disana yang kini sudah kumpul di ruang keluarga
"Belum mah, kita masih mencarinya." Jawab Rosa sedikit lesu
"Kemana kamu nak? Mamah harap kamu baik baik aja." Ucap Luna yang khawatir, tak terasa air matanya mengalir di pipinya
"Mamah jangan sedih, Kak Elsa pasti gak papa." Rosa menghapus air mata Luna dengan tangannya
"Semoga saja." Ucapnya kemudian mereka berdua berpelukan
"Emm... Besok kan acara pesta itu, kalian semua harus hadir jangan sampai tidak." Ucap Rosa tiba tiba membahas yang lain sembari melepas pelukannya karena tidak mau mereka larut dalam kesedihan karena hilangnya Elsa
"Gue gak janji, kalo Elsa belum ketemu, gue gak akan datang." Ujar Frans
"Jangan begitu, Lo itukan perwakilan dari perusahaan lo, masa iya gak dateng." Ucap Mario
"Tapi gue gak bisa. Masa iya gue dateng ke pesta sedangkan Elsa sama sekali ga ada kabar, kita bahkan gak tahu gimana kondisinya."
"Gue akan berusaha menemukan kak Elsa, dan gue pastiin dia akan dateng juga ke pesta itu."
"Apa yakin bisa? sampai sekarang aja belum ada titik terang keberadaan Elsa."
"Gue yakin, kak Elsa juga udah janji kan sama lo buat dateng, dan dia gak pernah mengingkari janjinya itu."
"Kalo lo yakin, gue akan dateng ke pesta itu." Finish Frans meskipun hatinya sangat kacau
Jawaban Frans membuat Rosa tersenyum lega, sedangkan yang lain hanya menyimak pembicaraan mereka.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa Likenya yaa...
Salam manis dari author**...