THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Bangkit



Elsa mendekat ke brankar milik Justin yang sudah tidak bernyawa lagi.


"Justin.. lo bercanda kan, ini hanya prank kan? Justin jawab gue Hiks..." Ucap Elsa dalam isakannya sembari menggoyangkan tubuh Justin


"Hiks.. Lo bohong, lo bilang akan bertahan tapi apa Hah?!" Bentak Elsa


"Please Justin jangan tinggalin gue, Hiks... gue ga sanggup melewati semuanya. Hiks..."


Frans yang juga sudah menangis dari tadi, memberanikan diri mendekati tempat Elsa untuk menenangkannya dan langsung memeluk Elsa.


"Lo tenang oke, jangan buat Justin sedih karna liat lo nangis, lo harus kuat." Ucap Frans lembut memeluk Elsa dan Elsa juga membalas pelukannya


"Hiks... Kenapa dia pergi secepat ini? Kenapa? Hiks..." Lirih Elsa


"Semua makhluk hidup pasti akan mengalami kematian, dan itu adalah takdir yang tidak bisa di rubah. dan bagi yang di tinggalkan mau tidak mau harus ikhlas." Ucap Frans yang entah kenapa dia bisa berkata bijak


"Kalo lo emang sayang dan cinta sama Justin, lo harus kuat jangan nangis, karna kalo lo lemah kayak gini, Justin juga pasti akan sedih dan tentunya kecewa sama lo. lo ga mau itu terjadi kan?" Tambahnya dengan lembut sembari mengelus rambut Elsa


"Lo bener gue ga boleh sedih, kalo gue nangis Justin pasti kecewa, gue harus bisa bangkit dari masalah ini." Ucap Elsa menghapus air matanya kasar sembari melepas pelukannya.


Elsa memandang wajah Justin yang sangat pucat pasi dengan intens.


"Justin, lo tenang yah, gue akan tepatin janji gue dan gue gak akan pernah menangis terutama di depan musuh gue." Ucap Elsa mantap dan sudah berhenti menangis


"Sekarang kita urus pemakaman Justin, karna besok pagi dia akan dimakamkan, biar dia lebih tenang." Ucap Frans yang di angguki Elsa.


Skip esok hari..


Di sebuah pemakaman lebih tepat di makan yang bertengger nama Justin, terlihat semua orang sudah kembali ke rumahnya masing masing dan hanya menyisakan Elsa dkk, Frans dkk dan juga Mario.


Elsa berjongkok memandangi nisan milik Justin, sedangkan yang lain berdiri di belakangnya, tak terasa air matanya mengalir lagi.


"Justin, Apa lo tahu? Kemarin tuh gue seneng banget, akhirnya cinta gue tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi kenapa dalam sekejap lo hancurin semuanya, Lo rusak kebahagiaan gue hanya dalam beberapa menit." Ucapnya kembali terisak, kemudian menghela nafas panjang untuk bisa bicara lagi


"Tapi lo tenang aja, gue tahu,m sebenarnya tujuan nyelametin gue biar gue bisa menyelesaikan semua masalah gue kan? kalo itu yang lo mau, akan gue lakukan bila perlu tanpa sisa." Tambahnya berusaha untuk bangkit.


"Kalo gitu, gue pergi dulu untuk menuntaskan satu masalah." Finish Elsa


Kemudian Elsa berdiri dari tempatnya dan menghadap semua teman mafianya.


"Kita pergi." Ucapnya dingin yang di angguki semua teman mafianya karena mereka tahu apa yang di maksud Elsa


"Lo mau kemana?" Tanya Frans memegang tangan Elsa


"Ada urusan." Jawabnya dingin sembari melepaa genggaman Frans dan langsung pergi dari sana.


"Lo tenang aja kak, semua akan baik baik aja." Ucap Rosa pada Frans, kemudian dia memberi isyarat pada temannya untuk segera pergi.


Elsa dkk, Mario dan Ryan pergi meninggalkan area pemakaman.


"Kenapa mereka selalu pergi bareng?" Tanya Romi pada Frans dan Dave


"Entahlah, gue juga ga tahu." Jawab Dave


"Apa lo benar baik baik aja?" batin Frans


Mereka bertiga pun pergi dari sana karena memang sudah sepi.


Elsa langsung menyuruh Mario untuk mengumpulkan semua mafioso karena ada sesuatu yang ingin dia katakan. Hanya dalam waktu beberapa menit, semua mafioso sudah berkumpul di tempat yang sangat luas.


"Sekarang juga kita akan menyerang markas King Tiger. Jadi persiapkan semua senjata mulai dari pedang, pistol, katana dan yang lainnya, persiapkan juga tim medis jika nanyi ada yang luka." Seru Elsa dingin


"Jika kita berhasil mengalahkan King Tiger maka kita akan menjadi mafia satu satunya disini. Karna semua mafia yang ada sudah kita kalahkan dan sekarang adalah yang terakhir, King Tiger." Kini Rosa yang berkata


"Strategi Penyerangan seperti biasa, kita bagi menjadi empat kelompok yang diletakkan setiap sudut markas, dan kalian juga harus ingat untuk saling melindungi satu sama lain. Mengerti!" Seru Elsa dengan tegasnya


"Mengerti Queen."


"Persiapkan dari sekarang." Perintah Elsa dingin


"Siap Queen."


Semua mafioso membubarkan diri untuk menyiapkan semua perlengkapan yang akan di gunakan untuk berperang.


"Apa lo yakin, bakal nyerang mereka sekarang, sedangkan lo masih berduka." Tanya Mario hati hati


"Sangat Yakin." Jawab Elsa dingin kemudian dia langsung pergi menuju ruang pribadinya untuk bersiap.


"Apa dia sekarang jadi dingin lagi?" Tanya Mario pada yang lain sembari menatap punggung Elsa yang sudah jauh


"Gue harap itu tidak terjadi." Ucap Rosa penuh harap


"Gue mau samperin kak Elsa dulu." Tambahnya lalu pergi menyusul Elsa.


Tok tok tok...


"Kak, ini gue. apa gue boleh masuk?" Ucap Rosa meminta izin.


Ceklek


Pintu dibuka Elsa dari dalam, kemudian Elsa langsung saja berjalan kedalam sedangkan Rosa langsung mengikutinya dan tidak lupa ia menutup pintunya kembali.


"Kak." Panggil Rosa setelah duduk di sofa ruangan sedangkan Elsa sibuk memasang atribut perlengkapan perang


"Hmm.." Hanya deheman saja dari Elsa dan itupun tidak menatapnya


"Apa kakak akan dingin lagi?" Tanya Rosa berterus terang


"........"


Tak ada jawaban dari Elsa membuat Rosa berdiri dari duduknya dan menghampiri Elsa


"Kak, please jangan gini." Ucap Rosa memegang Kedua bahu Elsa


"Gue gak papa." Ucapnya masih belum menatap Rosa.


**Bersambung...


...----------------...


Bagaimana episode kali ini? Jangan lupa Likenya yaa...


Salam manis dari author**...