THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Tawuran Pelajar



Disekolahan sekarang sudah waktunya istirahat, semua siswa sudah berada di kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong. Kini Elsa dkk dan Frans dkk tidak satu meja.


Tiba tiba saja segerombolan anak pelajar sekolah lain datang dan membuat onar disana. Hal itu membuat semua siswa ketakutan karena mereka mereka bukan datang dengan tangan kosong melainkan membawa alat lain seperti Pisau, rantai dan yang lain tapi tidak dengan pistol.


"SIAPA YANG NAMANYA FRANS PRADIPTA ADIJAYA." Teriak salah satu dari mereka yang ternyata adalah Jack. Entah darimana dia tahu nama Frans.


"Gue." Ucap Frans dengan santainya sembari menghampiri mereka yang berjumlah sekitar 50 orang dan dibelakangnya ada Dave, Ryan dan Romi


"Heh.. Lo lagi ternyata. Lo takut sama gue? sampe sampe lo bawa semua teman lo buat nyerang sekolah gue." Tambah Frans tersenyum sinis.


"Gue bisa saja habisi lo dengan tangan gue sendiri, tapi kalo ada teman kenapa tidak?"


"Itu sama saja lo pengecut." Ucap Frans menekankan kata terakhirnya


"Terserah lo mau bilang gue apa yang penting sekarang lo akan mati disini. SEMUA SERANG." Ucap Jack


Mereka semua pun bertarung dengan empat melawan 50 orang, memang tidak adil bukan?


Di tempat Elsa dkk..


"Bang Mario dan guru lainnya dimana?" Tanya Rosa


"Mereka lagi ada rapat di luar sekolah." Jawab Vera


"Kalo kak Frans dan yang lain melawan mereka, gue rasa akan kalah karna jumlah mereka sangat banyak." Ucap Maya yang mulai cemas


"Apa kita harus bantu mereka?" Tanya Rosa menatap Elsa


"Jangan sekarang, kita tunggu saat mereka mulai kewalahan." Ucap Elsa yang di angguki mereka bertiga.


Di pertarungan itu, Dave dan Romi terlihat sudah mulai kewalahan begitu juga dengan Frans tapi tidak dengan Ryan, karna Ryan sudah terbiasa bertarung.


Bugh


Bugh


Bugh


Suara pukulan terdengar mengerikan membuat semua siswa di sana ketakutan dan hanya bisa menangis dalam diam.


"Kak Ryan ternyata semakin hebat aja beladirinya." Puji Rosa melihat cara bertarung Ryan


"Ekhemmm... kayaknya ada yang mulai suka nih." Goda Maya melirik Rosa


"Siapa yang suka? Kan gue cuma bilang dia hebat bukan suka."


"Udah kalian berdua, ini bukan waktunya ribut." Lerai Vera dan langsung di angguki mereka


Bugh


Bugh


Perkelahian antar pelajar itu berlangsung sengit hingga akhirnya Frans, Dave dan Romi berhasil di lumpuhkan. Sekarang hanya Ryan sendiri yang melawan mereka.


"Ryan jago juga berantemnya." Puji Romi Masih terduduk lemas


"Gue ga nyangka." Timpal Dave terduduk sembari memegang ujung bibirnya yang berdarah.


Melihat Ryan yang sekarang melawan musuhnya sendirian membuat Rosa khawatir.


"Kak, kayaknya kita harus bantuin kak Ryan deh, dia pasti mulai kewalahan." Ucap Rosa khawatir


"Oke. Kalian berdua tunggu disini." Ucap Rosa menatap Maya dan Vera bergantian


Tanpa ba bi bu lagi Elsa dan Rosa langsung membantu Ryan melawan musuh.


Saat ada yang ingin menyerang Ryan dari arah belakang, tiba tiba Rosa langsung menendangnya hingga terpental jauh.


Bugh


"Rosa.." Ucap Ryan pelan melihat kedatangan Rosa


"Fokuslah." Ucap Rosa dingin dan mereka langsung menyerang musuh bersamaan


Di waktu yang sama, banyak segerombolan lawan yang mendekat ke arah Frans, Dave dan Romi yang terbaring lemas.


Bugh


Bugh


"Elsa.." Ucap Frans dkk melihat Elsa datang menolongnya


Jadi sekarang musuh terbagi menjadi dua yaitu 25 melawan Rosa dan Ryan dan 25 lagi melawan Elsa yang sendirian.


Melihat Elsa melawan sendirian Frans ingin menolongnya namun apa daya karna ia sangat lemas bahkan berdiripun susah.


"Gue harus bantu Elsa." Ucap Frans berusaha berdiri


"Agghkkk..." Teriak Frans meringis kesakitan


"Kita tidak bisa berbuat apa apa." Ucap Dave


Bugh


Krek


Bugh


Krek


Tak butuh waktu lama, mereka bertiga sudah berhasil melumpuhkan lawan tanpa sisa. Semua siswa bahkan Frans dkk yang melihat itu sangat kagum dengan kehebatan mereka bertiga. Apalagi Elsa dan Rosa sama sekali tidak kena pukulan lawan.


"Kalian pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi, atau kalian gue laporin ke polisi." Ucap Elsa lantang dan dingin


"I-i iya, kami tidak akan kesini lagi." Ucap Jack dan langsung mengajak semua temannya pergi dari sana.


Elsa, Rosa dan Ryan langsung meghampiri Frans dan yang lainnya.


"Kalian gak papa?" Tanya Elsa dingin


"Kita gak papa, makasih ya udah nolongin kita." Ucap Dave tersenyum


"Kalian jago juga." Puji Romi


"Biasa aja, lagian tadi lawannya emang udah lemas." Elak Rosa


"Tapi kalian emang hebat. Dan lo Ryan, sejak kapan lo bisa beladiri?" Tanya Dave penuh selidik


"Gue emang jago kali, cuman gue gak mau sombong aja jadi gak pernah nunjukin kemampuan gue." Jawab Ryan dengan sombongnya


"Gak sombong? barusan apa?" gerutu Romi dan Ryan hanya cengengesan gak jelas


"Kalian ke uks aja dan obati lukanya." Ucap Elsa dan hendak pergi dari sana tapi tangannya di cekal oleh Frans


"Lo gak mau ngobatin gue?" Tanya Frans


"Lo bisa sendiri kan" Ucap Elsa acuh


"Aghkk .... aduhhh.." Frans pura pura meringis kesakitan agar Elsa mau mengobati lukanya


"Gak usah pura pura." Ucap Elsa dingin


"Hufft... Kalo bukan lo yang ngobatin, gue gak mau di obatin." Rengek Frans seperti anak kecil yang meminta permen pada ibunya


"Ya udah terserah lo aja, yang luka juga lo kenapa gue yang repot." Ketus Elsa


"Okeh, gue gak mau di obatin. Kalo mamah sama papah marah biarin aja."


"Isshhh.. lo yah nyusahin gue mulu." Ucap Elsa kesal langsung menarik tangan Frans kasar dan menuju UKS sedangkan Frans tersenyum penuh kemenangan


Semua sahabatnya di sana hanya bisa terkekeh geli melihat tingkah Frans yang berhasil membuat Elsa kesal setengah mati. Kemudian merekapun menyusul ke UKS untuk mengobati lukanya.


**Bersambung....


...----------------...


Bagaimana episode kali ini readers? Jangan lupa kasih komentar dan Likenya yaaa.....


Salam manis dari author**...