
"Gak takut yahh? Gimana kalo ikatannya lepas?" Elsa tersenyum jail
"Ya gak mung... Haaaaa....." Ucapan Justin terpotong saat melihat ikatan anjing itu terlepas sendiri dan berlari kearahnya.
"Hahahaa... masa gitu aja takut, cowok bukan lo." Ucap Elsa yang juga melihat ikatan hewan itu terlepas
Guk..guk..guk
Justin yang melihat hewan itu semakin dekat, refleks dia manarik tangan Elsa yang sedari tadi tertawa.
"KABUUURRR...."
"Ehh... Kenapa gue di tarik?" Ucap Elsa sambil ikut berlari karena tangannya di tarik sama Justin
"Diem aja, anjingnya makin dekat." Justin terus berlari dengan kencang sembari menarik Elsa
Elsa yang tangannya di tarik mau tidak mau harus mengikutinya dan tentunya selama berlari dia berusaha menahan tawanya.
"Berhenti, anjingnya udah gak ngejar kita." Ucap Elsa yang tidak melihat hewan itu lagi.
Mendengar Itu, sontak saja Justin langsung berhenti berlari sembari melepas genggamannya sedangkan Elsa yang dari tadi melihat kebelakang tidak sengaja tersandung batu yang ada di depannya.
Bruk..
Elsa tersungkur ke tanah dan secara tidak sengaja dahi Elsa terkena kotoran hewan di depannya.
"Huhh.. untung gak ngejar lagi." Ucap Justin lega mengelus dada bidangnya dan ia belum sadar apa yang terjadi dengan Elsa karena dia menghadap ke belakang sedangkan Elsa ada di depannya.
"Apa ini? Kotoran hewan, Iiiuuhhh....." Elsa jijik melihat kotoran ada di dahinya
"Lo ken-.. (Justin melirik ke arah Elsa ) Pfftt... Hahhahahaa.... Muka lo Hahaha..." Tawanya pecah melihat Elsa terduduk dengan kening yang terkena kotoran hewan.
"Ihhh, ini tuh gara gara lo, coba aja tadi lo gak nyuruh gue lari." Ucap Elsa kesal sembari berdiri
"Kenapa gue?" Tanyanya tanpa muka berdosa
"Iyalah ini salah lo, kalo lo gak narik tangan gue, gak mungkin gue akan ngalamin ini. Aaaa..." rengek Elsa
"Sorry, gue tuh tadi refleks aja narik tangan lo."
"Refleks lo itu menyusahkan orang tau gak. Mana bau banget lagi."
"Lo ikut gue sekarang."
"Kemana?"
"Ikut aja." Justin kembali menarik tangan Elsa dan terpakasa mengikutinya lagi
Ternyata Justin membawanya ke warung terdekat dan dia menyuruh Elsa menunggu diluar. Tak lama kemudian Justin keluar dengan membawa Tisu basah yang baru saja dibelinya.
"Lo duduk." Perintah Justin, Elsapun hanya menurutinya.
Justin mula mengelap kotoran yang ada di dahi Elsa dengan lembut, seketika manik mata mereka bertemu.
Deg...
Jantung mereka berdebar sangat kencang seperti mau copot.
"Jantung gue kanapa lagi, kayak mau copot." batin Elsa
"Duhh, kok jadi deg degan gini liat mata indah gadis ini." Batin Justin
"Ehh... Gue bisa sendiri." Ucap Elsa langsung mengambil tisu yang di pegang Justin dan mulai membersihkannya sendiri
"Sorry buat yang tadi." Ucap Justin tulus tanpa menatap Elsa
"Gak papa."
"Emm.. Gue Justin dan lo?" Ucapnya memperkenalkan diri sambil menatap manik mata indah milik Elsa
"Elsa." jawabnya singkat
Sejak saat itu mereka sering bertemu dan menjadi dekat sampai sampai mereka tidak pernah menyimpan sebuah Rahasia. Tentunya tidak dengan perasaan karena baik Elsa maupun Justin sama sama sudah cinta satu sama lain saat pertama kali bertemu tapi mereka takut untuk mengungkapkannya dan takut hubungan mereka akan rusak. Jadi mereka hanya mencintai dalam diam.
Flashback Off
"HAHAHAHAA...." Tawa semua yang orang dimeja itu setelah mendengar cerita Justin.
"Ihh... tuh kan gue jadi malu." Ucap Elsa manahan malunya
"Hahaha... sumpah itu lucu banget." Tawa Dave
"Au ah.. gue mau ke kelas." Elsa langsung pergi meninggalkan semua temannya yang masih setia menertawainya
"Sweety.." Panggil Justin tapi tak di hiraukan Elsa
"Iya, dan ini My Baby." Ucap Justin mengacak rambut Rosa
"Ihh.. jangan di acak acak." Kesal Rosa
"Itu panggilan sayang gue pada mereka, dan sudah nganggep Rosa seperti adik gue sendiri."
"Tapi kalo untuk Elsa, lebih dari seorang adik karna Gue cinta sama dia." Batin Justin
"Kalo Elsa?" Tanya Frans lagi
"Elsa.. dia.. ya sama dong kan mereka kembar." Ucap Justin gugup
"Serius?"
"I-iyalah emang apa coba?"
"Syukurlah kalo gitu."
"Kenapa?"
"Eng-enggak, gak papa."
Sedari tadi yang lain hanya menyimak obrolan Frans dan Justin tanpa berniat untuk nimbrung.
Skip Pulang Sekolah...
Saat Elsa dan Rosa berjalan melewati koridor sekolah menuju parkiran, ada seseorang yang memanggil.
"Sweety, Baby.."
"Lo bisa gak sih kalo di sekolah jangan manggil itu." Kesal Rosa saat Justin sudah ada di depannya
"Agak susah sih, karna udah kebiasaan hehe.."
Drrtt... Drrt...Drrtt...
Ponsel Elsa berbunyi, setelah melihat nama yang tertera disana dia pun mengangkatnya.
"Apa?"
^^^^^^"Queen, Dia sudah mengakuinya."^^^^^^
"Bagus." Ucapnya singkat sembari mematikan sambungan, lalu tersenyum devil
"Akhirnya dia mengakuinya." Ucap Elsa menyeringai
"Maksud lo dia..."
"Yupz, Kita hanya tinggal menunggu waktu yang tepat." Elsa memotong ucapan Rosa
Greb
Tiba tiba Rosa memeluk Elsa, dan Elsapun membalas pelukannya
"Makasih kak, karna lo udah bantu gue membuktikan semuanya." Ucap Rosa senang
"Sama sama, lagian gue juga udah yakin dari dulu, kalo lo gak salah." Ucap Elsa
Greb
Justin juga tiba tiba meluk mereka.
"Ngapain lo ikutan sih?" Tanya Elsa masih berpelukan
"Pengin aja, masa kalian pelukan gak ngajak gue."
Akhirnya mereka bertiga berpelukan dengan hati yang sangat senang.
"Terima kasih Tuhan, Kau mengabulkan do'aku, akhirnya aku bisa membuktikan pada mereka kalau aku tidak bersalah." batin Rosa
"Kapan kita memulainya?" Tanya Justin setelah melepas pelukannya. Dia juga sudah tahu apa yang sedang dibicarakan mereka.
"Nanti. Karna dia masih ingin bermain." Ucap Elsa
Kemudian ketiganya langsung saling pandang dan tersenyum devil bersamaan membuat siapapun yang melihat akan bergidik ngeri.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya ya guys....
Salam manis dari author**...