
"KEHANCURANMU." Ucap Elsa dan Rosa bersamaan dengan penuh penekanan.
Semua yang disana terkejut bukan main. Pasalnya, kenapa kedua CEO menginginkan kehancuran Risa? Siapa mereka sebenarnya? Apa hubungannya dengan keluarga Fernandika? Begitulah pikiran mereka semua.
"Siapa kalian?" Hardik Risa
Tanpa menjawab Elsa dan Rosa saling pandang dan memberi memberi isyarat tertentu kemudian mereka berdua langsung membuka topeng yang mereka kenakan sedari tadi.
Semua yang disana benar benar di bikin terkejut lagi melihat siapa CEO Besar itu, apalagi melihat Elsa yang tadi ada di Video dan katanya sudah di bunuh.
"Kalian.." Pekik Risa dan Laura
"Elsa.. Rosa.. Jadi kalian CEO Misterius itu." Pekik Frans
"Ya, saya adalah ELSANDRA CHALLISTA FERNANDIKA Pemilik perusahaan EL'C COMPANY dan juga putri dari Tuan Hendrik Fernandika dan Mommy Amanda Elfriska." Seru Elsa dengan lantangnya
"Saya ALVANDA ROSIANA FERNANDIKA Saudara kembar dari Kak Elsa. Saya adalah orang yang anda fitnah sebagai pembunuh Mommy saya sendiri." Seru Rosa tak kalah lantang
"Dan kami berdua adalah Orang yang selalu kalian incar untuk di bunuh." Seru Elsa dan Rosa berbarengan ( seperti sudah menghafal teksnya saja ) sembari menatap tajam ke arah Risa dan Laura
Mereka semua di sana hanya bisa mematung mendengar ucapan mereka berdua. Semua tamu yang di sana juga tak sedikit yang menangis terutama Semua teman Elsa termasuk Frans dkk, Hendrik, dan kedua orang tua Frans.
Elsa dan Rosa hanya mengeluarkan senyum smirk kemudian mereka berdua turun dari panggung dan menghampiri tempat semua temannya juga Keluarga Fernandika.
"Bagaimana? Ini sangat seru bukan?" Ucap Elsa dengan tersenyum devil setelah mereka sampai dihadapan Risa dan Laura
"Bagaimana mungkin kamu bisa selamat?" Risa masih kaget melihat Elsa yang berdiri di depannya
"Sudah saya katakan kalau anda tidak akan mudah membunuh saya." Sinis Elsa
"Pantas saja, sedari tadi saya udah curiga dengan kalian berdua, tapi saya tidak menyangka ternyata itu adalah kalian."
"Itu tandanya anda sangat bodoh, masa anda tidak mengenali wajah musuh anda sendiri hmm.." Ejek Rosa
"Anda salah memilih lawan Nyonya Risa." Timpal Elsa dengan nada mengejek
"Bukan saya, tapi kalian berdua yang salah memilih lawan. Kalian pikir, kalian bisa menang dari saya, He eh... Saya tidak akan membiarkan itu terjadi." sinis Risa padahal dalam hatinya sudah sangat ketakutan
"Tapi sepertinya kami berdua yang akan menang." Seru Elsa sinis
"Kalian benar benar sudah membuatku muak." Marah Risa dan hendak menampar Elsa tapi tangannya dengan cepat di cekal Elsa.
"Ternyata anda sangat suka main tangan yah. Baiklah, kalau begitu saya juga ingin melakukannya, apakah itu sangat seru?" Ejek Elsa sembari melepas genggamannya dan...
Plakk..
Plakk..
Dua kali tamparan di berikan Elsa pada pipi Risa dengan sangat kuat hingga meninggalkan bekas merah.
Semua tamu disana sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Elsa. (Haduuhhh kalo dari tadi semua tamu kaget terus, bisa bisa para tamu undangan mati jantungan dong 😂)
"Berani sekali kau menampar mommy." Marah Laura dan hendak menampar Elsa tapi tangannya di cekal Rosa
"Lepasin tangan gue." berontak Laura
"Kau itu sama seperti ibumu, sama sama licik." Kecam Rosa melepas genggamannya dengan sangat kasar
Plakk
"Aauu..." Laura meringis kesakitan
"Upsss... Sorry, gue kelepasan. apakah itu sakit?" Ejek Rosa menutup mulut seakan tidak sengaja melakukan itu
"Kalian berdua akan menerima akibatnya." Hardik Risa kemudian langsung pergi sana karena sudah sangat malu atau emang tidak punya malu yahhh...
"Kalian tunggu pembalasan dari kami." Ucap Laura kemudian menyusul ibunya keluar
Elsa dan Rosa hanya memasang senyum Devil khasnya, kemudian Elsa menatap salah satu bodyguardnya seolah memberi isyarat tertentu. Bodyguard itu langsung mengangguk mengerti dan pergi keluar.
Hendrik dan Dave hanya memandang mereka berdua dengan tatapan kerinduan yang sangat mendalam dan rasanya ingin memeluk, tapi mau mendekat juga mereka takut karena yang mereka lakukan dulu sangatlah keterlaluan. Alhasil, mereka berdua hanya diam seribu bahasa.
Mario pun menyuruh mc untuk melanjutkan acaranya.
"Mohon maaf semuanya atas ketidaknyamanan ini, mari kita semua lanjutkan pestanya." Ujar MC kemudian semua tamu kembali menikmati pestanya meski masih tegang.
Kemudian Elsa dan Rosa beralih menatap semua temannya disana.
"Elsa.." Ucap Maya dan Vera
Greb..
Maya dan Vera langsung memeluk Elsa dengan erat.
"Kita kira lo gak jadi dateng, tapi pas kita tahu CEO itu dateng kita berdua senang banget akhirnya lo ternyata selamat." Ucap Maya senang pada Elsa setelah melepas pelukannya
"Iya sorry, gue gak ngabarin kalian." Ujar Elsa tersenyum
"Rosa pasti sekongkol juga kan? Soalnya gue udah curiga kenapa Rosa keliatan lebih tenang dan juga masa iya Elsa gampang sekali dikalahkan." Tanya Vera penuh selidik pada Rosa
"Heheh... Iya, biar lebih seru aja, akting gue bagus kan." Ucap Rosa dengan PDnya.
"Bagus, sampe bikin kita semua hampir mati." Celetuk Ryan sembari merangkul Rosa, kekasihnya.
"Hehe.. Maaf udah bikin kalian semua khawatir." Ucap Rosa cengengesan
"Jadi kalian bertiga udah tahu Elsa dan Rosa CEO perusahaan itu?" Tanya Romi
"Iya, Kami sudah mengetahui ini sejak lama." Ujar Vera
"Apa kalian juga tahu mereka..."
"Kita tahu mereka dari Keluarga Fernandika." Ryan memotong ucapan Romi karena dia tahu Romi akan mengatakan apa.
"Pantas saja tadi kalian senang banget waktu tau mereka datang, padahal waktu itu Elsa masih gak ada kabar."
"Iyalah itu karna kita tahu Elsa baik baik aja." Seru Maya.
**Bersambung...
...----------------...
Gimana Episode kali ini? Jangan lupa Likenya yaa...
Salam manis dari author**...