
Satu bulan kemudian...
Selama satu bulan lamanya, Baik Risa maupun Laura selalu berusaha mencelakai Elsa ataupun Rosa, seperti ingin mencoba menabraknya bahkan sering menyewa preman untuk mencelakai mereka berdua tapi itu semua tidak ada yang berhasil.
Selama sebulan juga, hubungan Rosa dan Ryan semakin lengket bahkan semua siswa disekolah berhasil di buat iri dengan keromantisan mereka.
Hubungan Elsa, Justin dan juga Frans semakin dekat. Tapi saat mereka bertiga kumpul, Justin dan Frans selalu ribut membuat Elsa selalu marah dibuatnya. Bagaimana tidak? Mereka berdua selalu berebut untuk selalu bersama Elsa.
Contohnya simple aja, mereka selalu ribut untuk bisa duduk disamping Elsa saat istirahat, berangkat sekolah bareng Elsa tapi ujungnya Elsa memutuskan untuk berangkat sendiri dari pada melihat mereka ribut.
Sekarang adalah waktunya bagi kelas 11 dan 12 sekolah SIHS melakukan kegiatan camping seperti tahun sebelumnya.
Kegiatan ini dilaksanakan di tengah hutan karena itu bertujuan untuk membangun mental para siswa.
Semua siswa sampai ke tempat tujuan saat sore hari, mereka terlihat sangat sibuk memasangkan tenda masing masing yang satu tenda untuk empat orang.
Saat Elsa dkk memasangkan tenda, Frans dkk dan Justin datang bersamaan untuk membantu mereka.
"Gue bantu pasangnya." Tawar Justin pada Elsa
"Boleh." Jawabnya tersenyum
"Gue bantu juga ya." Frans juga menawarkan diri untuk membantu Elsa.
"Lo apa apaan sih, gue duluan yang bantuin." Ketus Justin
"Terserah gue dong, Elsa aja gak masalah."
"Lo kan bisa bantuin yang lain."
"Gue maunya bantuin Elsa Titik."
"......" Mereka terus ribut
Semua yang disana hanya diam melihat mereka berdua adu mulut. Elsa yang sudah jengah pun angkat bicara.
"STOP!!! Gini aja, kalian berdua jangan ada yang bantuin gue, gue bisa sendiri." Lerai Elsa
"Tap-."
"Gak ada tapi tapian, sekarang kalian pergi." Ucapnya dingin
"Lo sih." Frans menyalahkan Justin.
"kenapa gue? Lo yang main nimbrung tadi." Protes Justin
"Kan lo yang nyolot duluan."
"Diam! Pergi sekarang." Kesal Elsa tanpa memandang mereka berdua
"PERGI!!!" Bentaknya lagi
Dengan terpaksa mereka berdua melangkahkan kaki untuk pergi dari sana karena Elsa terlihat sangat marah dan mereka tidak mau membuatnya lebih marah lagi.
Setelah kepergian mereka Elsa dkk mulai memasang tenda dan di bantu Ryan, Dave. dan Romi.
Skip malam hari..
Mario selaku kepala sekolah mengumpulkan semua siswa dihalaman yang cukup luas.
"Selamat malam semua. Kita disini akan melaksanakan Camping selama tiga hari. Saya harap selama kegiatan berlangsung semuanya bisa ikut berpartisipasi agar berjalan dengan lancar. Bla.. bla.. bla..." Ucap Mario panjang lebar
"Untuk sekarang kita akan melakukan kegiatan jurit malam, satu kelompok terdiri dari lima orang, dan itu kelas sebelas akan dicampur dengan kelas dua belas. Kalian semua silahkan pilih kelompok masing masing." Tambahnya lagi
Semua siswa mulai mencari anggota kelompoknya masing masing.
Nama anggota kelompok :
Elsa - Rosa - Justin - Frans - Ryan
Maya - Vera - Dave - Romi - Gery
"Mengerti pak." Jawab semua Serempak
Semuanya langsung kembali ke tenda dan mulai menyiapkan semua perlengkapa yang akan di bawa, mulai dari senter, kompas serta alat p3k untuk mendapatkan pertolongan pertama jika terjadi sesuatu.
Pukul 21.00 ..
Semua siswa mulai kumpul kembali dan Mario dengan segera langsung membuka kegiatan agar tidak terlalu malam.
Saat ini kelompok Elsa sudah berada di tengah hutan, mereka semua tampak tidak takut sedikitpun. Masing masing dari mereka juga membawa senter dan petanya dibawa sama Ryan.
"Kita ke arah mana?" Tanya Rosa pada Kekasihnya
"Kita masih lurus dan nanti akan ada petunjuk arah." Jelas Ryan masih terus berjalan
"Kalian gak takut? biasanya cewek itu takut kalo masuk hutan." Tanya Frans pada Elsa dan Rosa
"Bukan cewek biasa." Bukan Elsa ataupun Rosa yang menjawab tapi Justin
"Gue gak nanya lo." Ketus Frans
"Mereka juga ga jawab kan?"
"Kalian kalo mau ribut jangan sekarang." Ketus Elsa membuat mereka berdua bungkam
Kemudian mereka melanjutkan jalannya dan hanya ada hening yang terjadi.
Di tempat Maya..
"Guys.. lo pada gak takut apa?" Tanya Gery yang keliatan lebih takut dari pada yang lain
"Enggak, Jangan jangan lo takut lagi. Hahah... Badan doang gede tapi nyali ciut." Ejek Dave
"Apasih yang lo takutin, palingan juga cuma ada setan sama binatang buas." Ucap Vera dengan entengnya malah membuat takut Gery
"Gue gak takut kok." Ucap Gery sok berani
"Ya udah, lanjutin jalan aja. lagian gak bakal ada apa apa kok." Seru Maya
"Kecing lo, gitu aja takut." Ledek Romi melihat wajah Gery cukup pucat.
Aaauuuuu.....
Terdengar suara serigala dalam hutan membut Gery semakin takut.
"Su-suara ap-apa itu?" Ucapnya gagap sembari menengok ke belakang.
Aaauu...
Suara itu terdengar lagi. Gery membalikkan badan menghadap semua teman kelompoknya.
"Guys..." Ucapannya terpotong sudah membalikkna badannya dan ia sangat terkejut ternyata semua teman kelompoknya sudah lari ngibrit duluan.
"WOOIII KAMPREETTT.... KATANYA GAK TAKUT TAPI LARI NGIBRIT DULUAN." Teriak Gery tak di hiraukan mereka
"Aduuhh serem banget lagi, maaf ya S-se-Serigala, daging gue pahit, please jangan makan gue. Sumpah deh." Ucapnya lirih karena takut sembari meremas bajunya dengan erat dan tanpa terasa celananya basah dengan kata lain dia Ngompol.
Aaauuu....
Suaranya terdengar lagi begitu mengerikan di telinga Gery.
"KA-KA-KABUUURRRRR....." Dia langsung berlari sekencang mungkin menyusul semua teman lucknutnya itu.
**Bersambung...
...----------------...
Bagaimana episode kali ini? semakin seru gak?
Salam manis dari author**...