THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Episode 86



Di Sekolah...


Elsa, Rosa dan Dave menjadi sorotan semua siswa di sekolah, pasalnya mereka semua sudah mengetahui identitas asli Elsa dan Rosa yang ternyata adalah adik dari Dave.


Kejadian itu juga membuat Elsa dan Rosa di segani seluruh siswa, bahkan ketika mereka berjalan, Siswa yang berpas pasan dengannya akan menunduk hormat. Seperti sekarang waktu Elsa, Rosa dan Dave sedang berjalan melewati koridor di sekolah semuanya menunduk hormat, bukan hanya siswa tapi juga para guru.


Hal itu justru membuat mereka berdua risih dan menjadi tidak bebas karena merasa di takuti semua orang.


"Kalian semua dengar." Teriak Elsa tiba tiba berhenti berjalan dan membuat semua siswa disana menatapnya


"Kita berdua disini adalah siswa, dan semua siswa adalah sama. Jadi saya minta kalian jangan terus memberi hormat pada kita, karna itu membuat kita tidak nyaman." Ucap Elsa lantang


"Tujuan kita disini untuk belajar. Ini sekolah bukan kantor yang isinya adalah atasan dan bawahan. Jadi kita disini derajatnya sama tidak ada yang membedakan. Ngerti." Timpal Rosa tak kalah lantang


Perkataan Elsa dan Rosa membuat Dave dan semua siswa disana terkagum kagum. Bagaimana tidak? Ucapan mereka barusan membuktikan bahwa mereka itu orang yang baik, murah hati dan tidak sombong. Biasanya orang akan menggunakan kekuasaannya untuk menindas orang yang lebih lemah, tapi mereka tidak sama sekali.


"Kalian emang orang baik, bodoh sekali gue menyia nyiakan kalian waktu itu." batin Dave


"Jadi kalian harus bersikap seperti biasanya jangan terlalu mengistimewakan kita." Tukas Elsa dingin lalu pergi dari sana di ikuti Rosa dan Dave.


Setelah itu, semua siswa kembali ke aktifitasnya masing masing. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi menandakan bahwa pelajaran akan segera di mulai.


Skip Istirahat Sekolah...


Seperti biasa Elsa dkk satu meja dengan Frans dkk, walaupun mereka beda kelas bahkan beda angkatan, Tapi itu tidak membuat mereka canggung, karna mereka emang sahabat sejati atau mungkin sudah cinta sejati.


"Gak terasa, bentar lagi akan lulus." Ucap Romi di sela sela makannya


"Iya, bentar lagi kalian berempat akan di tendang dari sekolah ini." Celetuk Maya menunjuk Frans dkk dengan sendoknya


"Bagus dong, brarti gak ada yang rusuh lagi." Timpal Vera


"Kalo sekolah gak ada yang rusuh, itu gak seru. rasanya hampa." Ujar Dave


"Kaya hati lo dong." Celetuk Ryan


"Gue lagi yang kena." Gerutu Dave


"Makanya jangan jomblo bro." Ejek Romi


"Bagi yang lain jomblo itu nasib, bagi gue jomblo pilihan." Ucap Dave menekankan kata 'Nasib' dan 'Pilihan'


"Terserah lo dah."


Drrtt... Drrtt.. Drrtt...


"Ponsel siapa yang bunyi?" Tanya Frans yang mendengar bunyi ponsel tersebut


"Gue." Ucap Dave kemudian langsung mengangkat ponsel tersebut.


"Hallo.."


"..........."


"Apa?! Oke, saya kesana sekarang." Ucap Dave langsung mematikan ponselnya.


"Ada apa?" Tanya Ryan yang melihat raut wajah Dave sangat Khawatir


"Daddy masuk rumah sakit." Jelas Dave


"APAAA?!!"


Mereka yang mendengar sangat terkejut, termasuk Elsa dan Rosa tapi mereka berdua bisa menetralkan keterkejutannya, jadi mereka hanya diam.


"Tenang aja." Balas Romi


"Kita ikut." Ucap Elsa tiba tiba membuat Dave sedikit senang


"Ya udah, kita pergi sekarang."


Mereka bertiga langsung bergegas pergi dari sana untuk menuju mobil mereka. Untung saja tadi pagi mereka berangkat bareng, jadi mereka tidak terlalu merepotkan.


Skip Rumah Sakit..


Mereka bertiga memasuki lobi rumah sakit sambil berlalari untuk menanyakan pada resepsionis dimana ruangan Daddynya.


Tak butuh waktu mereka mendapatkan jawabannya, dengan segera langsung menuju ruangan itu.


Sesampainya disana, depan ruangan itu ada seorang pegawai di kantor milik Hendrik.


"Gimana keadaan Daddy?" Tanya Dave cemas pada pegawai itu


"Tuan Hendrik sedang di priksa dokter di dalam." Jelas pegawai itu


"Apa yang terjadi?" Tanya Rosa datar, tapi sebenarnya sangat khawatir


"Tadi setelah meeting tiba tiba Tuan Hendrik tak sadarkan diri."


Setelah mengatakan itu tiba tiba seorang dokter keluar dari ruangan itu.


"Ada Keluarga pasien?" Tanya dokter itu


"Kami dok, kami anaknya." Ucap Dave dengan cepat. Elsa dan Rosa yang mendengar hanya diam karna ini bukan waktunya untuk protes


"Begini, pasien baik baik aja. Tapi pasien terlalu banyak pikiran hingga membuat fisiknya lemah. Jadi saya minta untuk tidak membuat pasien banyak pikiran karna itu akan membuat kondisinya semakin memburuk dan mungkin akan berakibat fatal." Jelas Dokter itu


"Kenapa bisa begini?" Tanya Dave pelan pada diri sendiri


"Apa Daddy sakit karna perlakuan gue yang kelewatan." Batin Elsa sendu


"Ini semua salah gue." batin Rosa


"Apa kita bisa menemuinya?" Pinta Dave


"Boleh, pasien juga sudah sadar. Tapi seperti yang saya katakan tadi, jangan terlalu membebani pikirannya. Kalau begitu saya mohon pamit."


"Terima kasih dok." Ucap Dave dan dokter tersebut langsung pergi dari sana


"Tuan, Saya ijin kembali kekantor, karna masih ada urusan." Ucap pegawai itu meminta ijin pada Dave dengan sopan


"Ya makasih, udah bawa Daddy kesini."


"Sama sama tuan, Saya pergi dulu." Finish pegawai itu


Setelah kepergian pegawai itu, Dave dan yang yang lain langsung memasuki ruangan dan mendapati Hendrik yang sedang terbaring di brankar rumah sakit.


Mereka bertiga pun mendekati brankar itu dengan Dave yang paling depan.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Likenya yaa...


Salam manis dari author**...