
Skip Esok hari...
Sesuai yang janjikan kemarin, sekarang Elsa satu mobil dengan Frans. Justin juga sempat mengajaknya bareng tapi Elsa sudah terlanjur janji sama Frans, akhirnya dia berangkat bersama Frans.
Didalam mobil hanya hening yang terjadi, Frans sibuk menyetir sedangkan Elsa fokus pada ponselnya.
Saat sedang dijalan yang sepi, mobil mereka di hadang preman yang berjumlah tujuh orang. Melihat itu Elsa hanya menyeringai karena tahu apa maksud preman itu menghadangnya.
"WOII... Turun lo." Teriak preman yang sepertinya dia sang ketua
"Siapa sih mereka? Lo tunggu disini, biar gue yang hadapin." Ucap Frans lembut pada Elsa
Elsa hanya mengangguk mengerti. Tanpa basa basi Frans langsung turun dari mobilnya.
"Mau apa kalian?" Tanyanya dingin
"Kita gak ada urusan sama lo, urusan kita hanya sama cewek itu. Jadi lo kalo mau selamat jangan ikut campur." Ucap preman kedua menunjuk Elsa yang berada dalam mobil
"Sudah gue duga." batin Elsa
"Kalo kalian mau dia, langkahin dulu mayat gue." Tantang Frans
"Serang." Seru preman itu kemudian langsung menyerang Frans
Bugh
Bugh
Bugh
Preman itu seperti tak kenal lelah menyerang Frans, mulanya Frans terlihat seperti akan menang tapi lama kelamaan karena mereka menyerangnya bertubi tubi, Frans menjadi kelelahan.
"Apa dia bisa mengatasinya?" Ucap Elsa melihat Frans mulai kewalahan
Tiba tiba ada yang membuka pintu mobil dan menarik Elsa keluar dengan kasarnya.
"Turun lo." Ucapnya sambil menarik tangan Elsa
Melihat ada yang menarik Elsa, Frans menjadi lengah dan akhirnya ia terkena pukulan salah satu preman hingga ia jatuh tersungkur
"Frans." Seru Elsa
Tanpa aba aba, dengan sekali gerakan Els langsung membanting orang yang menariknya tadi dan dia juga mulai menyerang semua preman disana.
Bugh
Bugh
Krek
Pukulan yang diberikan Elsa sangat keras hingga preman tersebut banyak yang mengalami patah tulang. Frans yang melihatnya hanya bisa diam karna tidak bisa membantu.
"Siapa yang nyuruh kalian?" Tanya Elsa dingin sembari mencengkram baju salah satu preman itu, yang mungkin dia ketuanya.
"Ti-tidak ada yang menyuruh kami." Jawabnya gugup
"Kalo tidak ada kenapa anda hanya mengincar saya?"
"Ti-tidak."
"Tidak mau mengaku? mau gue..." Ucapnya menyeringai menggantungkan ucapannya sembari melepas cengkramannya
"I-iya iya, kita di suruh."
"Siapa yang nyuruh lo?" Bukan Elsa yang bertanya tapi Frans yang kini sudah berdiri di sampingnya
"La-Laura dan temannya."
"Jadi dia pelakunya." Ucap Frans menahan amarah
"Kalian boleh pergi, tapi kalo kalian berani macem macem lagi, gue akan buat lebih dari ini." Ancam Elsa dan semua preman itu langsung lari terbirit birit
"Kenapa lo lepasin dia? harusnya lo laporin ke polisi." Tanya Frans
"Tenang aja, dia gak akan ganggu kita lagi."
"Sekarang lo tahu kan siapa dalang di balik semua ini?" Tanya Elsa menatap Frans
"Kenapa dia melakukan ini?"
"Apa lagi coba tujuannya, selain buat dapetin lo."
"Apa yang waktu itu bikin rem mobil lo blong dia juga?" Tanya Frans menerka nerka
"Dia benar benar nekat, gue harus kasih pelajaran sama dia." Ucap Frans penuh amarah sembari mengepalkan kedua tangannya
"Gue yang di incar, jadi biar gue yang melakukannya." Ucap Elsa tanpa menatap lawan bicaranya
"Apa yang akan lo lakukan?"
"Liat aja nanti, jika sudah waktunya." Jawab Elsa menyeringai lalu pergi menuju mobil Frans
"Kayaknya gue harus latihan beladiri, agar bisa lindungin Elsa." batin Frans
"Woii... mau berangkat gak?" Teriak Elsa karena Frans masih terdiam
"Kayaknya kita bakal terlambat deh, ini udah siang." Ucap Frans menghampiri Elsa
"Terus lo mau bolos?"
"Gak gitu juga sih." Frans menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Biar gue yang nyetir."
"Gue aja."
"Lo mau kita terlambat terus di hukum gitu? Udah lo masuk." Ucap Elsa langsung masuk mobil dan Frans hanya menurutinya
"Siap?" Tanya Elsa dingin setelah melihat Frans sudah memasang seabelt nya dan hanya di jawab anggukan dari Frans
Wushhh...
Elsa mengemudikan mobil dengan sangat kencang membuat Frans sangat terkejut. Tak butuh waktu lama mereka sampai sekolahan yang dua menit lagi akan bel masuk.
"GILA LO, Lo mau bikin gue jantungan." Kesal Frans setelah turun dari mobil sembari memegang dadanya
"Cemen banget sih lo, baru juga gitu." Ketus Elsa
"Baru gitu lo bilang? Cara mengemudi lo itu udah kayak Queen ra-.." Ucapan Frans terpotong Elsa
"Emang itu gue." Ucap Elsa santai dan langsung pergi dari sana, sedangkan Frans masih kaget mendengar itu
"Hah?! Jadi dia Queen racing yang ngalahin gue itu, pantesan aja kita ketemu waktu di panti. Ternyata lo banyak misteri yang belum terpecahkan. Apa ada yang lo sembunyiin lagi." Batin Frans menatap punggung Elsa yang sudah jauh.
Kring... Kring... Kring...
Frans pun memutuskan untuk pergi ke kelasnya.
Skip Istirahat
Kini Elsa dkk seperti biasanya duduk bersama Frans dkk.
"Sa, kenapa lo tadi pagi hampir telat? padahalkan lo berangkatnya pagi." Tanya Justin karena tadi dikelas dia belum sempat bertanya
"Biasa, ada hama kecil." Jawabnya santai
"Apa?!" Kaget Justin dan Rosa bersamaan
"Tapi lo gak papa kan? apa ada yang luka? " Tanya Justin khawatir memperhatikan wajah cantik Elsa
"Siapa yang melakukannya?" Tanya Rosa, Karena Elsa juga belum menceritakannya
"Tanyanya satu satu dong. Gue gak papa Justin, lo gak usah khawatir." Ucap Elsa lembut memegang tangan Justin
"Rasanya gue pengin berendam di Kutub Utara, karna disini panas." batin Frans
"Lo tahu jawabannya sendiri." Ucap Elsa menatap Rosa
"Dia lagi." Gumamnya
"Siapa?" Tanya Dave dan Romi karna bingung apa yang mereka bicarakan
"Tikus kecil." Jawab Elsa dkk, Justin, dan juga Ryan bersamaan
"Selalu begitu." Kesal Romi karena mereka selalu menjawabnya bersamaan.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya yaa...
Salam manis dari author**...