THE MAFIA'S TWIN GIRLS

THE MAFIA'S TWIN GIRLS
Awal Pertemuan



Kring... Kring... Kring...


Bel masuk berbunyi, semua siswa memasuki kelas untuk belajar. Justin, dia satu kelas dengan Elsa dkk karena memang mereka seumuran jadi Mario sengaja membuat mereka sekelas agar bisa saling melindungi.


Di Kediaman Fernandika.


Seperti biasanya disana hanya ada Risa tapi kali ini dia terlihat baru keluar dari kamar mandi yang ada dikamarnya dengan memakai baju santai.


Ting..


Pesan masuk di ponsel miliknya, dan itu dari nomer yang berbeda tidak seperti waktu itu. Tapi kali ini hanya mengirimkan sebuah foto.


Risa mengambil ponsel di meja riasnya sembari duduk dan langsung membuka pesan itu. Ia benar benar sangat terkejut melihat foto itu.


"Sial, Darimana dia dapet foto ini?" gumamnya menahan amarah


"Sebenarnya apa yang dia inginkan dari ku?" Tambahnya lagi


Ting..


Sebuah pesan masuk lagi dari nomer yang sama.


083877xxxxxx


Akui semua KEJAHATAN yang sudah kau lakukan.


EL~RS


"Apa dia tahu semua rahasiaku?"


"Aaaaa....... Aku harus segera cari tahu siapa dia. Aku tidak akan membiarkan semua rencana yang sudah ku buat dari dulu hancur dalam sekejap. Bila perlu menghabisi dia dengan tanganku sendiri." Ucapnya penuh amarah sembari membuang semua barang yang ada di atas meja riasnya.


Risa pun mengetikkan sesuatu di ponselnya dan menelpon seseorang.


"Ada tugas untukmu."


".........."


"Kamu lacak nomer yang akan ku kirim." Ucapnya dan langsung mematikan sambungan secara sepihak.


"Kalau dulu saja aku bisa menghabisi orang yang tak lain adalah kakakku sendiri maka kenapa sekarang tidak?" Ucapanya tersenyum licik.


Di Sekolah...


Sekarang adalah waktunya istirahat semua siswa berada di kantin untuk memberi cacing di perut mereka makan.


Kini Elsa dkk termasuk Justin duduk bersama dengan Frans dkk. Sebenarnya Frans dan juga Ryan tidak senang dengan kehadiran Justin karena dia selalu menempel pada Elsa Dan Rosa tapi lebih ke Elsanya, bahkan sekarang dia duduk diantara keduanya.


"Gue Justin." Ucap Justin memperkenalkan diri pada Frans dkk.


"Kenalin gue Dave, ini Romi, Ryan dan itu Frans." Ucap Dave sembari menunjuk temannya


"Oh ini yang namanya Dave, kakak ga tau diri itu." Batin Justin


Memang benar Elsa sudah menceritakan semuanya pada Justin, jadi diantara mereka bertiga tidak ada yang namanya Rahasia kecuali perasaan.


"Jadi kalian bertiga udah temenan lama?" Tanya Ryan


"Lebih tepatnya sahabat." Jawab Justin


"Asal lo tau. Sebenarnya hati gue sakit saat mengatakan Elsa sahabat gue." batin Justin


"Sahabat? Jadi lo nganggep gue hanya sebatas sahabat gak lebih." batin Elsa


"Ceritain dong awal kalian ketemu." Romi memohon


"Awal ketemu yaaa... Sweety, apa boleh gue cerita semuanya, hmm.." Ucap Justin tersenyum jail menatap Elsa


"Jangan bilang lo masih inget kejadian itu?" Ucap Elsa waspada


"Masih lah, masa iya gue lupa moment bersejarah saat pertama ketemu lo." Justin berusaha menahan tawanya


"Please jangan, itu memalukan."


"Ayolah, mereka sangat penasaran dengan kita."


"Ihhh.. itu memalukan dan itu juga karna lo." Kesal Elsa mengingat kejadian itu


"Gue aja kalo inget penginnya ketawa tapi sayangnya gue gak liat langsung, pasti kalo liat live lebih seru." Ucap Rosa tersenyum jail


"Lo lagi ikut ikutan, bukannya belain kakaknya juga." Kesal Elsa melihat adiknya yang ikut ikutan mengerjainya


Hal itu membuat semua yang disitu terheran heran, sebenarnya ada apa kenapa sepertinya itu sangat lucu.


"Sebenarnya kenapa sih? emang kejadian apa?" Tanya Frans yang sedari tadi hanya mendengarkan.


"Hahaha... Jadi gini, dulu...." Ucap Justin setelah berhenti tertawa.


Flashback On..


Tempatnya di Sekolah SMP, tempat Elsa, Rosa dan Justin bersekolah, dan waktu itu masih kelas 1 SMP dan mereka semua belum saling kenal.


Elsa waktu itu berniat ingin membolos sekolah dengan melompati tembok belakang sekolahnya. Saat ingin menaiki tembok Tiba tiba ada yang memergokinya.


"Kamu mau bolos yah?" Ucap seseorang dari belakang Elsa dengan suara seperti guru yang galak


"Mati gue." Ucap Elsa pelan sembari menengok kebelakangnya dengan mata terpejam karena takut, apalagi ini pertama kalinya ia akan membolos tapi udah ketahuan.


"Pfftt Hahaha... Muka lo lucu banget." Tawa orang itu yang tak lain adala Justin


"Huhh.. gue kira tadi guru." Ucap Elsa kesal


"Kalo gue mau bolos, kenapa emang?" Tambahnya lagi ketus


"Gue kasih tau yah di belakang tembok itu ada anjing stres milik tetangga."


"Gue gak takut, dan lo ngapain disini bawa tas segala lagi."


"Gu-gue..."


"Pasti mau bolos kan?"


"Hehehe... Iya, habisnya gue bosen sama guru killer itu." ucap Justin menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Udah ah.. gue mau cabut, entar keburu ada guru yang liat." Ucap Ela dan bersiap memanjati tembok itu


"Emang lo bisa?" Justin meremehkan kemampuan Elsa


"Apa sih yang gue gak bisa."


Elsa langsung saja mengambil ancang ancanv untuk berlari dan akhirnya ia bisa memanjat tembok itu dengan mudah. Justin yang melihat itu hanya melongo tak percaya.


"Bisa kan gue. lo bisa gak?" Ucap Elsa sombong saat berada di atas tembok.


"Heh.. Soal ginian mah gampang." Justin juga langsung melakukan hal sama seperti Elsa, sampai akhirnya ia bisa menaikinya.


Kini mereka sama sama di atas tembok, setelah itu mereka melompat kebawah secara bersamaan.


Hup...


"Pendaratan yang sempurna." Ucap Justin tersenyum.


Justin mengedarkan pandangannya dan ia sangat terkejut melihat ada anjing disana, padahal tadi dia hanya berbohong pada Elsa kalo ada hewan itu tapi nyatanya malah ada beneran.


"Lo kenapa?" Tanya Elsa bingung melihat perubahan raut wajah Justin


"I-i itu....." Ucap Justin gagap menunjuk hewan itu


Elsa pun menengok ke arah yang ditunjuk Justin.


"Ohh... jangan jangan lo takut sama anjing. Hahahaha...." Tawa Elsa pecah


"Gak takut kok, lagian tuh juga di ikat." Ucapnya sok berani padahal aslinya takut.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Likenya yaaa.....


Salam manis dari author**