
"Mereka berdua merencanakannya dengan sangat matang." batin Ryan
"Tamatlah riwayat Laura dkk." batin Maya
"Elsa sama Rosa selalu punya cara untuk menyelesaikan masalahnya." batin Vera
Kemudian mereka bertiga saling pandang dan menyeringai bersama.
"Apa kalian semua bisa diam, Video selanjutnya akan segera di putar." Seru Elsa dingin membuat semuanya terdiam seketika
"Video apa lagi? Siapa mereka? kenapa selalu menyudutkan anakkku." batin Risa
"Silahkan putar video berikutnya." Perintah Rosa
*...VIDEO 4...*
Video ini juga hanya menampilkan beberapa foto seseorang yang sedang melakukan hubungan intim, bukan Laura melainkan Risa, Ibunya.
Video 4 selesai..
Risa sangat terkejut bukan main melihat foto dirinya bersama dengan pria hidung belang.
Semua tamu terus menerus berbisik tentang keluarga mereka.
"Pantesan anaknya begitu, ternyata Ibunya juga sama." Ucap Tamu 1
"Iya, ternyata dia belain anaknya karna dia juga melakukannya." Timpal Tamu 2
"Emang yah buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ihhh... sangat menjijikan." Seru Tamu 3 menatap sinis Risa dan Laura
"Aku tidak menyangka, kalau kamu berani melakukan semua itu." Hardik Hendrik
"Mas, aku pasti di fitnah. Ini semua gak benar." Ucap Risa sendu
"Apanya yang tidak benar? Semuanya sudah jelas." Sinis Dave
"Enggak, aku pasti di fitnah sama mereka. ya.. mereka berdua pasti sudah fitnah aku." Ucap Risa membela diri sendiri sembari menunjuk Elsa dan Rosa yang ada di atas apnggung
"Siapa yang fitnah? bukankah semuanya sangat jelas." Ujar Elsa
"Itu pasti editan kalian kan? Sebenarnya siapa kalian?" Tanya Risa penuh amarah
"He eh... Untuk apa kami mengeditnya, itu sama sekali tidak ada faedahnya buat kami." Sinis Rosa
"Kalian pasti sekongkol untuk menghancurkan keluarga saya, iyakan?"
"Kami tidak perlu melakukan itu, yang membuat keluarga anda hancur adalah anda sendiri bukan kami." Ujar Rosa
"Siapa kalian sebenarnya." Tanya Risa yang sangat penasaran
"Anda akan tahu nanti. Sekarang mari kita lihat video selanjutnya. putarkan." Perintah Elsa
"Baik." Jawab orang itu langsung memutar video selanjutnya.
*...VIDEO 5...*
Video ini berisi waktu penculikan Elsa.
"Gue tahu selama ini lo yang sewa para preman bahkan mafia sekalipun untuk membunuh gue dan adik gue. tebakan gue benar kan?"
"Rupanya kau sangat pintar Elsandra Challista Fernandika. Tidak seperti Ibumu yang bodoh itu."
"Jangan pernah hina mommy gue." Bentak Elsa
"Hahha... Mommy lo itu memang bodoh, dengan mudahnya dia percaya sama aku." Tawa sinis Risa
"Jadi dulu yang Vanda katakan benar kan, kalo lo yang bunuh mommy gue."
"Karna lo sebentar lagi akan mati, maka aku akan menjawabnya dengan jujur."
"Memang benar, Aku yang udah bunuh Manda kakakku sendiri. Tapi waktu itu ternyata ada adikmu yang melihatnya jadi dia deh yang aku jadikan kambing hitam. Bagaimana? Aku sangat pintar kan?" Tambahnya lagi dengan senyum smirknya
"Kau sangat licik bahkan lebih dari seorang Iblis. Dasar manusia terkutuk." Maki Elsa penuh amarah
Plakk..
Plakk..
Risa menampar pipi Elsa dua kali dan itu benar benar sangat keras hingga membuat ujung bibir Elsa mengeluarkan darah segar. Kemudian dia menjambak rambut Elsa dengan kuat.
"Terserah apa katamu, yang jelas aku sudah berhasil menguasai harta milik Daddy mu, si tua bangka yang bodoh itu." Sinis Risa sembari melepas kasar jambakannya itu
"Jadi tujuan lo nyulik gue dengan membayar orang itu untuk membunuh gue? seperti yang lo lakukan dulu."
"Sangat tepat. Dan, setelah itu aku pastikan akan membunuh adikmu Alvanda Rosiana Fernandika."
"Jangan harap lo bisa sentuh adik gue."
"Kita mulai sekarang, tapi aku akan bermain sebentar denganmu." Ucap Risa dengan senyum sinis sembari mendekat ke arah Elsa
"Silahkan jika itu yang lo inginkan." Sinis Elsa seakan tidak takut dengan apa yang akan fi lakukan Risa
Plakk
Plakk
Plakk
Bugh
Tiga tamparan lagi di berikan Risa pada pipi Elsa yang sudah memerah dan terakhir dia menendang Elsa dengan kuat hingga Elsa terjatuh dalam keadaan masih terikat di kursi dan mulutnya juga mengeluarkan darah segar.
"Hahaa... Jangan harap lo bisa bunuh gue semudah itu." Tawa Elsa dengan mulut yang berdarah
"He eh... Sentuhan terakhir." Ucap Risa dengan senyum devilnya dan dia mengeluarkan sebuah pisau lipat yang dibawanya dari mansion
Dia pun melayangkan pisaunya dan hampir mengenai perut Elsa.
Video 5 berhenti..
Elsa sengaja memotong videonya ketika tangan Bara mencekal tangan Risa, biar lebih seru katanya.
"ELSAA..." Teriak Frans dan Dave kaget yang melihat Elsa seperti tertusuk karena videonya mendadak berhenti
"Jadi selama ini Elsa dan Rosa itu adik gue. Dan lo yang udah bunuh mommy gue." Marah Dave menunjuk Risa
"Lo juga yang udah fitnah Vanda sampai mereka di usir dari rumah. Dasar wanita Iblis." Bentak Dave penuh amarah
"Apa yang udah aku lakukan? Aku tidak mempercayai kedua anakku dan ternyata selama ini aku berada dekat dengannya." Lirih Hendrik penuh penyesalan
Frans yang sangat marah langsung berjalan kehadapan Risa.
"Apa yang lo lakukan pada Elsa hah?!" Bentak Frans seperti tidak peduli yang dihadapannya itu seorang wanita dan juga orang yang lebih tua. Frans berniat menyerangnya tapi di tahan sama Ryan.
"Frans, lo yang tenang." Ujar Ryan berusaha menenangkan Frans
"Gue gak bisa tenang, dia udah melukai Elsa di depan mata gue sendiri, gue gak bisa biarin itu." Marah Frans menatap tajam Risa
Ryan sebenarnya ingin mengatakan pada Frans kalo Elsa baik baik aja, tapi dia melihat Rosa yang memberi isyarat untuk tidak mengatakannya.
"Kenapa diam? JAWAB!!!" Bentak Frans lagi
Risa hanya mematung seribu bahasa, ia sangat tidak menyangka semuanya akan terbongkar disini.
"Kenapa semuanya harus terbongkar." batin Risa
"Katakan, apa yang lo lakukan sama Sandra adik gue Hah?!! Lo udah bunuh mommy dan lo juga membunuh Sandra, sebenarnya lo itu manusia bukan hah?!" Marah Dave mengepalkan kedua tangannya
"Dimana Sandra sama Vanda? Katakan dimana?!!" Bentak Hendrik pada istrinya
Semua tamu disana hanya diam melihat pertengkaran keluarga itu, tanpa berniat melerainya. Mereka semua juga sangat kaget dengan apa yang barusan terjadi.
Untuk para wartawan bukannya melerai malah semakin gencar untuk meliput berita itu yang pastinya akan menjadi trending topik sepanjang masa.
Bagaimana dengan Elsa dan Rosa? Kalo mereka berdua jangan di tanya lagi, tentu mereka terus memasang senyum devil khasnya. Mereka ingin melihat sejauh mana wanita itu menutupi kejahatannya.
"Kita lihat, apa lo akan tetap membela diri setelah semuanya terbukti." Batin Elsa
"Gue suka melihat pertunjukan ini, dimana wanita ular itu tak bisa berkutik sama sekali." batin Rosa
**Bersambung...
...----------------...
Gimana episode kali ini? Jangan lupa kasih Likenya yaaa...
Salam manis dari author**...