
Hari pertama anak laki laki dari Cinta dan Dylan telah membuka matanya ,dan bisa melihat betapa indahnya dunia. Semua orang turut senang karena bayi laki laki itu sudah sangat terpancar ketampanannya.
Namun,disisi lain ,tidak ada yang bisa pungkiri ,betapa mereka sedih karena detik ini juga Cinta sama sekali belum siuman dari komanya. Setiap saat Dylan selalu melihat keadaan Cinta. Entah dari jendela ruangan atau masuk langsung dan menemani duduk disamping Cinta.
Kini ,Dylan sedang menggenggam tangan ibu dari anaknya. Menatap dengan penuh harapan,berharap Cinta akan cepat cepat membuka matanya dan melihat bayi laki lakinya yang sehat dan tampan.
"Cinta ,aku yakin kamu bisa denger aku ,aku mohon walaupun aku tau ini rasanya sakit ,kuat Ta dan cepet sadar... Aku kangen ,anak kita butuh kamu". Ucap Dylan lirih.
Orang tua Dylan ,Rendra,Pangeran dan Jake hanya bisa melihat kejadian ini dari jendela kaca karena tidak ingin mengganggu Dylan.
Betapa mirisnya hidup Cinta sekarang ,begitu banyak yang membencinya sehingga tidak ada satupun orang yang bisa membiarkan Cinta hidup damai dan bahagia. Di tambah lagi setelah Cinta loncat dari lantai dua ,membuatnya harus terpaksa mengeluarkan anaknya diwaktu yang belum tepat ,dan sekarang ,Cinta jatuh koma karena terlalu mengeluarkan banyak darah dan juga banyak tulang yang patah akibat kecelakaan itu.
🍁🍁🍁
Dylan tidak bisa menahan air matanya karena melihat begitu banyak alat yang lumayan besar dan menyakitkan berada ditubuh Cinta.
"Dylan...". Suara kecil tiba tiba didengar langsung oleh Dylan.
Dylan menaikan kepalanya dan melihat suara wanita siapa yang memanggilnya. Betapa mengejutkan baginya setelah mengetahui sumber suara itu ,adalah Cinta.
"Ya tuhan ... Cinta kamu udah siuman". Ujar Dylan yang langsung mencium wajah Cinta tanpa henti.
"Aku dimana ??!!! Aku takut ,aku takut Ardan nyakitin aku ,jauhin aku dari Ardan Dylan". Jeritan Cinta yang membuat Dylan tambah kebingungan ,ada apa dengan Cinta.
"Gaada Ardan sayang ,kamu sekarang aman". Jawab Dylan menenangkan.
"Dede bayi dimana ? Ardan ambil dia ? Kenapa dede bayi gaada di perut Cinta?!!". Lagi lagi Cinta histeris tanpa alasan.
Tak lama dari itu ,dokter datang dengan kedua perawat di samping kiri dan kanannya.
"Mereka siapa Dylan ? Mereka pasti suruhan Acha atau suruhan Ardan kan". Ujar Cinta ketika melihat dokter.
"Mereka dokter Cinta ,mereka bakal sembuhin kamu". Jawab Dylan.
"Bohongg!!!". Bentak Cinta.
Melihat Cinta yang secara tiba tiba histeris seperti ini, dengan terpaksa dokter menyuntikkan obat penenang untuk Cinta. Dan perlahan Cinta mulai tenang.
"Kamu harus sembuh sayang demi anak kita". Ucap Dylan sambil memeluk dan mencium Cinta.
"Anak kita ? Dia udah lahir ?". Jawab Cinta.
"Iya sayang ,anak kita laki laki ,dia tampan".
"Kamu mau liat dia?".Lanjut Dylan.
Cinta mengangguk pelan.
"Yaudah kalo kamu mau liat dede bayi ,kamu harus sembuh dulu".
"Tapi Cinta takut Ardan sakitin Cinta dan dede bayi lagi Dylan". Jawab Cinta dengan menatap Dylan dengan penuh arti.
"Ga akan ,aku gaakan biarin Ardan sakitin orang yang aku sayang ,aku janji".
"Cinta cape mau tidur dulu". Ujar Cinta lalu tertidur karena efek suntikan penenang dari dokter tadi.