
Sudah dua hari Cinta menunggu kepulangan dari sesosok Dylan. Karena jujur ,hidupnya sekarang jika tidak ada Dylan disampingnya seolah olah kekuatannya untuk berhtahan hidup telah lenyap.
Dengan senyuman hangat Cinta menyambut kepulangan dari Dylan. Dan Dylan langsung menghampiri Cinta dengan senyuman manisnya.
"Hallo". Ujar sumringah Dylan yang baru datang itu.
"Gimana?".
"Kampus kita menang ko ,kan kalo ada aku pasti menang". Balas Dylan dengan sangat pede.
"Gimana hubungannya sama Acha?". Tanya Cinta yang membuat mimik wajahnya Dylan berubah.
"Biasa aja ,gaada apa apa ko sayang". Jawab Dylan dengan hati hati. Mereka berdua saling tatap tatapan penuh arti hingga kedatangan seseorang yang membuat semuanya hancur , ya Jake datang dengan kebacotannya.
"Makan bareng sama aku mau ? Di restoran biasa". Tanya Dylan yang berusaha membujuk bumil yang ada didepannya sekaligus berusaha tidak menghiraukan Jake yang jelas jelas ada disampingnya.
Cinta tersenyum mendapatkan tawaran langka seperti ini dari Dylan.
"Lan ,pulang dari sini ikut gue kerumah yu ,nyokap udah masak buat rayain kemenangan kita". Potong Acha yang langsung menarik tangannya Dylan.
"Ga bisa ,gue mau makan bareng sama Cinta". Tolak Dylan dan melepaskan genggaman tangannya Acha.
"Ih ko Cinta lagi ? Kan Cinta ada Jake ,yaudah kalo gitu Cinta juga ikut deh". Paksa Acha.
"Lo ikut kan Ta". Lanjut Acha yang berpura pura baik karena ada maunya.
"Maaf Cinta ga bisa , Dylan bisa tuh". Jawab singkat Cinta.
"Lah kenapa ? Kan kita mau makan Cinta". Perotes Dylan.
"Ya pikir aja sendiri". Jawab Cinta lalu pergi meninggalkan Dylan ,Acha dan Jake.
"Pulang sama siapa?''. Teriak Dylan.
🍁🍁🍁
"Heh ,bisa ga si lo ,gausah sok cantik ,gausah sok caper sama Dylan". Ujar Acha yang menemui Cinta sedang membenarkan rambutnya dikamar mandi.
"Kaca segini gedenya masih ga bisa sadar?? Lo ga pantes buat Dylan ,liat ,perut lo tambah besar ,udah saatnya lo minta pertanggung jawaban dari Jake bukannya malah masih asik deket sama Dylan". Lanjut Acha mendorong bahunya Cinta.
"Emangnya Acha maunya apa?". Jawab Cinta.
"Mau gue apa ?? Banyak !! Gue mau lo jauhin Dylan ,gausah lo deket deket sama Dylan ,perlu gue jelasin? Anak haram yang lo kandung itu udah jelas kan siapa bokapnya? Yaudah lo pergi aja sama bokap kandungnya jangan sama Dylan".
"Cinta udah pergi ke papah kandungnya". Balas Cinta.
"Gue miris deh liat anak haram lo ini ,gue yakin dia ga akan tahan kalo tau nyokapnya kaya gini, dikit lagi juga tuh anak haram bakal meninggal karena malu nanggung kesalahan dari nyokapnya yang sansino". Jlebb!.
Sebuah tamparan besar yang tidak nyata diberikan dari diri Acha ,memang Acha tidak menampar Cinta tapi perkataannya itu sudah membuat Cinta merasakan sakit yang rasanya lebih dari sakitnya di tampar oleh seseorang.
🍁🍁🍁
Sejak kejadian dikamar mandi tadi , Cinta menjadi terlihat sangat pendiam ,sedari tadi juga Dylan hanya didiamkan oleh Cinta. Mau Dylan bertanya apapun kepada Cinta ,Cinta hanya ingin menjawab seperlunya saja.
Sekitar hampir jam 11 malam , Dylan memastikan Cinta yang sedang berada di kamar sejak tadi sedang apa. Ternyata ,dia melihat Cinta telah tidur mendahulunya tanpa bilang ingin tidur kepada Dylan.
Dylan mendekat kearah Cinta dan duduk tepat di samping pinggirnya Cinta. Betapa mengejut baginya ketika melihat air mata yang sedikit tersisa di pipinya. Hidungnya Cinta juga sedikit memerah.
"Apa yang terjadi sama Cinta?". Ucap pelan Dylan.
Dylan ingin mencoba mengetahui ada apa yang sebenarnya selama ini Cinta tutupi darinya. Melihat kesekelilingnya tidak ada petunjung apapun untuk bisa ia cari tau ,hingga Dylan mengambil handphone yang sedang digenggam oleh Cinta. Dengan sangat hati hati Dylan mengambil handphone itu.
"Ah ,gaada apa apa ,apa gue liat catatannya aja ya?". Gerutu Dylan dalam hati.
"Siapa yang ngelakuin itu sama Cinta? Huhh , Cinta bener bener mendapatkan hal yang sangat berat sekarang". Ujar Dylan setelah membaca catatan Cinta yang sepeertinya tadi sebelum Cinta tidur ,dia menulisnya.