The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 14.



"Cintaa!!!". Teriak Ka Rey ketika aku ingin kekantin pas istirahat.


"Iya ada apa ka?".Jawabku menoleh kearahnya.


"Temenin gue main basket yu".


"Tapi ka ,aku mau kekantin".


"Sarah,urus ya".Dia mengkedipkan matanya kepada Sarah,dan Sarahpun seakan akan mengerti dengan kode yang diberikan Ka Rey kepadanya.


"Yaudah ,Cinta ,lo mau makan apa nanti gue beliin".Kata Sarah kepadaku.


"Aku cuma mau minum Choco melt aja sih".Jawabku.


"Yaudahh ,nih uang buat beli Choco melt Cinta ,beli 4 aja".Ka Rey mengeluarkan uangnya dan memberikannya kepada Sarah.


"Lahh ko 4 ka?Buat siapa?".Tanya heran Sarah.


"Yaa buat lo sama temen lo ini lah,kalo kalian gamau sih yaudah gausah beli".


"Btw ,Makasih lhoo ka".Ucap Sarah dan Bianca.


Lalu Ka Rey menarik tanganku ,dan berlari ke lapangan basket.Dia mengambil bola basket dan mulai memainkan bola itu,aku duduk dipinggir lapangan... Melihatnya bermain basket,setelah melihatnya bermain basket,aku rasanya ingin mencoba belajar main basket.


"Ka Reyy,ajarin aku main bola basket dong".Ucapku sembari mendekat kearah Ka Rey.


"Seriusan mau? Lagi panas tau".Lalu melihat kearah atas langit yang sedang fullsun.


"Ya gapapa,aku kuncir rambut dulu ya".Akupun menguncir rambutku.


"Jadi ,gagitu pegang bolanya ,gini nih".Ka Rey membimbingku dalam pembelajaran main bola basket ini. Ternyata main bola basket sangat seru.


Kami berdua tertawa bersama dibawah teriknya matahari, Ka Rey tampak berkeringat saat itu,dan aku berinisiatif untuk mengelap keringatnya dengan tanganku. Langkah tanganku terhenti ketika menatap mata ka Rey yang begitu dalam denganku.


"Makasih buat hari ini".Begitu katanya yang samar samar aku dengar. Aku tersenyum hangat untuknya.


"Lo ngebuat gue bahagia banget".Sambungnya. Entah kenapa penglihatanku menjadi kabur saat aku melihat Ka Rey tertawa denganku.


"Lo kenapa Cinta?".Ucapnya lagi dengan nada panik. Dan membawa kekursi yang berada dipinggir lapangan.


Aku memegangi dadaku yang tiba tiba sesak seperti ini,ia melihatku sambil mengelus ngelus bahuku. Pada saat yang sama Sarah datang dan membawa minuman yang dibeliin Ka Rey tadi.


"Cinta kenapa ka?". Tanya Sarah.


"Cepet ambil minyak kayu putih sekarang Sarah,Cinta sesek nafas".


Sarah langsung ke uks berlari mengambil minyak kayu putih untukku.


•••


•••


•••


"Maaf ka".Disaat sarah sedang berlari ke Uks tanpa sengaja Sarah menabrak Pangeran yang sedang jalan dengan Julian.


"Buru buru banget mau kemana?".Tanya Julian kepada sarah.


"Aku mau ke ruang uks ka".Disisa nafasnya yang terengah engah Sarah menjawab pertanyaan dari Julian.


"Ke uks? Ngapain?".Saut Pangeran.


"Mau ambil minyak kayu putih Ka,Cinta,Cinta sesek nafas dilapangan basket".


"Apa? Cinta! Di lapangan basket? Ngapain dia dilapangan basket?".Gerutu Pangeran dengan nada khawatir.


•••


•••


•••


\(**Dilapangan**\).


"Cinta kenapa Rey?".Dengan nafas yang terengah engah ,Pangeran memastikan dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Tadi gue main basket sama Cinta ,dan disaat Cinta ngelapin keringet gue ,tiba tiba dia udah kaya gini".


Dan sarahpun datang membawakan minyak kayu putih bersama Julian.


"Biar gue yang anter Cinta kerumah sakit".Kata Pangeran.


"Gue aja".Celetuk Rey.


"Ada rapat buat lomba basket Rey,lo kapten ,penting rapat kalo ada lo".


"Okeyy... Tapi lo harus janji ,bawa Cinta kerumah sakit atau bawa pulang kerumahnya buat istirahat".


"Lo urus surat izin Cinta sarah".


"Siap ka".


Ka Pangeran membopongku kedalam mobilnya,ketika dia ingin menancapkan gas,aku menahan tangannya,dan berkata.


"Bentar dulu ka,aku gabisa atur nafasku kalo kaya gini". Ka Pangeran menuruti kata kataku,dia memilih memainkan handphonenya.


Aku tidak tahu apa yang sedang Ka Pangerat lihat dihandphonenya,yang jelas ,kini raut muka Ka Pangeran berubah ketika dia sedang melihat sesuatu yang sekarang ia sedang lihat. Dan pada saat itu juga ,dia langsung menancapkan gas mobilnya dengan sangat cepat. Keadaan nafaskupun sudah agak ringan,tidak sesesak tadi.


Aku bingung,kenapa Ka Pangeran menjadi sangat marah ketika dia habis melihat sesuatu yang ada diHandphonenya. Dia membawaku kerumah ,dan membantuku berjalan kekamarku.


Sekarang dia sedang duduk dikasurku.Dan aku menatapnya,berusaha mengerti apa yang sudah Ka Pangeran lihat sehingga membuatnya sangat marah.


"Lo kenapa mau sih diajak main basket sama si Rey... Coba lo liat,sekarang,lo jadi sakit tiba tiba kaya gini".Dia membalikkan badannya dan bicara kepadaku dengan muka yang memerah.


Aku melihat kehandphonenya ,dan membuka handphonenya,dan ternyata,aku tau apa yang telah Ka Pangeran lihat ,ada seseorang yang sengaja memfotoku bersama Ka Reytadi ketika aku sedang bermain basket dan juga mengelap keringatnya.


"Ya!!! Emang seharusnya aku ga pernah ngelakuin ini,sejak aku berhubungan sama kalian berdua,apa ka pangeran tau,gimana perasaan aku ketika aku dipermalukan sama cewe cewe yang suka sama kalian berdua?".


"Soal itu,gue minta maaf,tapi apa seharusnya lo ga ngelakuin itu sama Rey?".Dia memegang bahuku dengan kedua tangannya.


"Kenyataannya emang ka Pangeran itu ga pernah respect sama perasaan aku".


"Seolah olah semua yang aku lakuin itu salah dimata Ka Pangeran". Sambungku.


"Ga gitu maksud gue,plisslah cinta,ngerti,gue gamau lo terlalu deket sama Rey".


"Iya aku bakalan berusaha,tapi ka pangeran tau sendiri,Ka Rey yang mulain ngedeketin aku".


"Rey suka sama lo".Dia menundukkan kepalanya.


"Aku bisa ngerasain itu ka,tapi entah kenapa aku gabisa ngebales itu semua buat Ka Rey".


"Yaaudaahh,sekarang lo istirahat,gue bakalan ngejagain lo disini". Lalu menidurkanku dan menyelimutiku dengan sangat lembut,tanpa terduga,dia mencium keningku lalu berkata.


"Istirahat,jangan takut kesepian lagi,gue bakalan terus ada disamping lo". Begitu katanya.


Aku memutuskan untuk tidur dan percaya kepada Ka Pangeran,aku merasa selalu aman ketika Ka Pangeran berada disampingku.