
Sudah satu minggu aku tidak berhubungan dengan Pangeran ,dia mengirim pesan hanya aku read. Aku hanya kecewa karena tidak menyangka Pangeran bisa seegois ini ,dia jadi kasar kepadaku ,menuduhku yang tidak tidak.
Kini ,aku sedang makan siang bersama Ka Dylan ,ya,dia yang menemaniku selama aku jauh dari Pangeran.
"Hai sayang". Tiba tiba suara pria yang aku kenal ada dibelakangku.
"Pangeran". Ucapku kecil.
"Makannya udahan?". Tanyanya lalu duduk disebelahku. Pangeran yang memakai baju kaos warna cokelat susu dan memakai celana levis berwarna hitam mampu membuat seisi kantin terpukau dibuatnya.
"Iya". Jawabku.
"Udah gaada jam lagi kan? Nanti pulang sama aku ya".Tawarannya.
"Kemana?". Tanyaku.
"Nanti juga tau sendiri".
"Gue pinjem Cinta sebentar boleh ya bro". Lanjut Pangeran bicara kepada Ka Dylan.
"Iya". Jawab singkat Ka Dylan.
"Ayo Cinta". Ucap Pangeran lalu menggenggam tanganku.
"Yaudah aku duluan ya ka". Izinku kepada Ka Dylan.
'*Gila ninggalin Dylan dijemput sama cogan'.
'Enak banget ya jadi tuh cewe makan sama cogan ,dianter pulang sama cogan yang lainnya'.
'Kasian banget si Dylan ,gue sih kalo jadi tuh cewe ga bisa pilih salah satu dari mereka*'.
Begitu yang mereka katakan ketika tanganku di genggam nyaman dengan pria yang ada disebelahku ini. Aku dibawa ke mobilnya ,dan Pangeran tidak mengatakan akan kemana kepadaku.
Aku tidak berbicara apapun kepadanya ,hingga mobilnya berhenti ,dia membawaku ke suatu tempat. Aku dibuat takjub dengan dekorasi yang sengaja dihias oleh Pangeran. Entah dari mana munculnya , Ka Rendra ,Sarah, dan Julian ada disana.
"Aku minta maaf kalo buat kamu marah ,aku kaya gini karena aku sayang dan gamau kehilangan kamu". Ucapnya sambil menggenggam tanganku.
"Kamu tau ,aku sayaangg banget sama kamu ,tujuan aku ngajak kamu ke sini selain mau minta maaf aku juga mau kasih ini buat kamu". Lanjutnya sambil membuka kotak cincin yang berisikan cincin yang indah.
Dan menarik tanganku lalu memakaikan cincin itu ke jari manisku.
"Maksud Pangeran apa?". Tanya polosku.
"Cincin ini adalah saksi kalau hubungan kita udah memasuki tahap lanjut". Jawabnya sambil tersenyum.
"Berarti sekarang kita suami istri? Pangeran kenapa cepet banget jadiin Cinta istri Pangeran ,Cinta belum wisuda". Gerutuku.
"Eh cewe polos lo berdua ga nikah anjai! Pangeran ngelamar lo". Teriak Julian. Pangeran tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya pelan.
"Cinta ga nyangka ,Pangeran seromantis ini". Ucapku yang tidak memperdulikan kata kata dari Julian.
"Apapun akan aku lakukan buat terus bersama kamu sayang". Jawabnya lalu memelukku. Akupun membalas pelukannya ,aku merasakan detak jantung Pangeran yang sebenarnya sangat kencang berdetaknya ,namun kenapa dia bisa setenang ini?.
"Aku cinta kamu". Lanjutnya lagi.
"Aku lebih dari itu". Jawabku.
Aku tidak percaya ,hari ini adalah hari lamaranku dengan Pangeran , Pangeran yang tidak bisa di tebak orangnya ternyata dia melakukan hal sebesar ini. Dia melakukan hal yang diluar pikiranku. Aku tersenyum untuk hari ini ,hari yang sangat berharga didalam hidupku.
Kami mengakhirinya dengan makan bersama dengan Ka Rendra ,Sarah,dan Julian. Aku sangat bahagia bisa merasakan moment yang sangat aku tunggu tunggu sejak dulu ,tinggal satu langkah lagi aku dan Pangeran bisa menikah dan menghabiska hidup kami bersama sama.
Aku berharap ,tidak ada sesuatu yang mencoba menggoyahkan dan menguji kesetiaan kami berdua ,jika memang ada ,aku memohon agar kami berdua diberikan kekuatan untuk hal itu.
'Terima kasih Pangeran ,kamu tau caranya membuat wanitamu bahagia'. Ucap batinku sambil menatap dan tersenyum kepada laki laki yang ada di sampingku ini.