
"Ka Rey ,sini".Teriak Cinta dan Reypun masuk kedalam ,dia berusahaa tidak menangis didepan Cinta ,tapi usahanya ternyata gagal,Rey meneteskan air matanya didepan Cinta dan Pangeran.
"Gausah nangis ka... Gimana ,kalian tetep sahabatan kan?".Cinta tersenyum manis.
"Kami akan selalu jadi sahabat Cinta,gimana ? Udah sehatan?".Tanya Rey ,suasana menjadi lebih haru ketika Cinta ,Rey dan Pangeran ada disatu ruangan yang sama dengan keadaan yang seperti ini.
"Kalian berdua ikhlasin aku pergi kan?".Tiba tiba Cinta berbicara seperti itu.
"Ga boleh ngomong gitu Cinta".Pangeran membekap Cinta.
'Gue harus lakuin sesuatu supaya Cinta bisa sembuh apapun itu'.Batin Rey menggerutu.
Mungkin karena Cinta telah menangis kejer ,itu membuat keadaannya bisa lebih memburuk,disaat Cinta sedang memegangi tangan Pangeran dengan erat,tiba tiba dia kembali sesek nafas ,dan Wisnu langsung masuk kedalam dengan sigap.
"Saya akan tangani Cinta,dan saya mohon ,tolong Pangeran dan Rey bisa keluar sebentar". Pangeran dan Reypun keluar dengan keadaan hati yang campur aduk.
Cinta dipasang alat pacu jantung dan membuat semua orang yang menyaksikan dari kaca pembatas menjerit hatinya.
"Ya tuhan... Tolong selamatkanlah Cinta ,saya mohon ,selamat kan Cinta ,wujudkan permohonan saya kali ini tuhan".Ucap Pangeran.
Ketika alat pacu jantungnya ditepatkan pada dada Cinta yang ke tiga kalinya ,tiba tiba darah menyembur jas dokternya Wisnu,dan itu membuat Wisnu keluat dari ruangan itu .
"Pak ,sepertinya Cinta harus segera mendapatkan pendonor darah,hati dan juga tulang sumsumnya jika tidak bisa ditemukan saya minta maaf ,sangat mustahil kemungkinan untuk Cinta hidup".Kata Wisnu dengan nada lemas.
"Astaga... Cinta memiliki golongan darah O- seperti ibunya sedangkan golongan darah saya B+".Ucap panik papahnya Cinta.
"Bagaimana bisa kamu memiliki golongan darah yang sama dengan istri dan anak saya? Jelas jenis golong darah itu jarang ditemukan".
"Nanti dijelaskannya ,yang jelas ,saya ingin mendonorkan darah saya untuk Cinta".
"Baiklah suster ,bawa Rendra keruang pengambilan darah". Suster itu membawa Rendra kelab untuk mengambil darah Rendra.
~(Dilain sisi.)
•Rey.
Rey keluar dari ruangan itu dan duduk ditangga bagian luar rumah sakit.
"Gimana bisa gue diem aja ngeliat Cinta kaya gini".
"Bukannya Cinta butuh pendonor hati?".
"Apa perlu gue donorin hati gue buat Cinta?".
"Ah, gue rasa gue harus ngelakuin sesuatu buat Cinta ,setidaknya hal itu sebagai bukti kalo gue tulus mencintai dia".
Rey berbicara pada dirinya sendiri.