The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 5.



"Haiii". Sapaan halus dari ka Rasya yang sudah tiba lebih dulu didepan kelasku. Aku dibuat malu olehnya karena ditatap semanis itu dengan laki laki.


"Ciee,cinta ganti lagi nih".Goda dari Bianca yang menyenggol badanku dengan sikunya.


"Sekarang aja yu,udah mau hujan nih".Lanjut dari kata ka Rasya.


"Oh yaudah ka ,Bianca ,Sarah aku duluan yah".


"Iya cinta".Kata mereka bersamaan. Aku pergi bersama Ka Rasya,dia berjalan tepat disamping kananku ,membuat tidak sedikit dari kaum hawa iri kepadaku.


 


Dia menyuruhku menunggu didepan gerbang sekolah agar tidak membuat gosip baru yang menyangkut nama baikku katanya. Setelah menunggunya beberapa menit ,akhirnya Ka Rasya menghampiriku dengan motor ninjanya,dia langsung menyuruhku untuk naik dibelakangnya. Dan diapun menancapkan gas motornya dengan kecepatan sedang.


 


"Kamu betah ga sekolah disini?".Tanya dari Ka Rasya.


"Betah betah aja ko ka ,tapi ya gitu,kaka kelasnya pada ga jelas ,bucinnya sampe ketulang tulang".Jawab polosku yang justru membuat ke Rasya tertawa kecil.


"Maksud dari bucinnya sampe ketulan tulang gimana?".


"Yaaaa ,mereka pada alay ,ketimbang aku pulang bareng Ka Reynand hebohnya minta ampun".Gerutuku kesal.


"Sabar aja ,Rey sepopuler itu kalo disekolah ,banyak fansnya jadi wajar kalo mereka sedikit gasuka sama keberadaan kamu".Penjelasan dari ka Rasya.


"Iya ka,lagian aku sama Ka Reynand gaaada apa apa".


"Kalo sama aku ,mau ga ada apa apa". Jawab dari ka Rasya yang membuatku tertawa karena tidak mengerti apa maksud dari perkataan Ka Rasya.


"Ka Rasya tau kenapa temen ka Reynand yang namanya Ka Pangeran dingin kaya gitu?".Seketika dipikiranku terlintas nama Ka Pangeran dan aku juga ingin tau apa alasan Ka Pangeran kaya gitu,beda aja sama temen temen yang lainnya.


"Jadi Pangeran itu dulu punya sahabat namanya Bella,dia naksir dari kelas 10 ,belum sempat dia nyatain perasaannya buat si Bella itu,ternyata Bella malah jadi murid kiriman sekolah buat ngewakilin sekolah di ajang sains diSingapura".


"Ohh jadi gitu... Ka Bellanya kapan pulangnya?".Tanyaku kembali.


"Ih engga ko ka,cuma mau nanya aja".


Disepertengah jalan ke rumah aku ,ternyata hujan deras lebih dahulu mengguyur kami berdua.


"Hujan cin,kita neduh dikedai kopi aja ya sekalian ngangetin badan". Teriak dari ka Rasya yang sembari membelokkan motor ninjanya kekedai kopi yang berada tidak jauh dari tempat kita berenti. Kami berduapun duduk didalam kedai kopi itu,dan Ka Rasya memanggil pelayan untuk memesan sesuatu.


"Pesan coklat hangat dan roti bakar rasa cokelat kacang dua ya ". Aku terpelongo mendengar pesanan dari Ka Rasya ,bagaimana tahu dia makanan favorit dan minuman kesukaanku?. Akupun tersenyum lebar kepadanya.


"Kenapa?".Tanyanya yang mungkin aneh melihatku tiba tiba tersenyum lebar.


"Nggak apa apa ,aku cuma senang kaka memesan makanan dan minuman kesukaanku".Jawabku asal.


"Benarkah? Itu juga makanan dan minuman kesukaan kaka".Dia menyaut perkataanku dengan sangat antusias. Sebelum aku melanjutkan perkataanku,pelayan yang samapun datang dengan membawa pesanan kami.


"Kalian cocok yah,cantik dan ganteng ,serasi banget liatnya".Kata perempuan yang umurnya sekitar kurang lebih 30-an.


"Terima kasih bu".Jawab sopan dari ka Rasya.


"Ki-ki-kita ga pacaran ko bu".Jawabku terbata bata.


"Benarkah? saya bahkan mengira kalian berpacaran,maaf yah".


"Nggak usah minta maaf bu,do'akan aja semoga cinta nantinya menjadi pacar saya sungguhan,dan kalo nanti kita pacaran ,kita bakalan sering kesini ko".


"Iyah ibu do'akan yang terbaik untuk kalian".Kata dari ibu ibu itu lalu pergi.


Akhirnya kami berduapun menyantap makanan dan minuman kita masing masing ,setelah menunggu beberapa menit aku dan ka Rasyapun kembali melanjutkan perjalanan kami kerumahku.



Sesampai dirumahku ,Ka Rasya langsung pamit pulang,karena tidak enak jika masuk kerumahku dengan keadaan yang basah kuyup seperti ini,katanya '*lain kali aja kalo ketemu calon mertua harus kelihatan bersih dan tampan bukan seperti kucing kecebur got saja*'. Aku tertawa kecil kalau aku mengingat kata kata dari Ka Rasya tadi.