
"Yakin kamu tau kenapa aku terlalu obsesi sama kamu?". Tanya Mina karena sedang di introgasi dengan Pangeran. Pangeran menjawabnya dengan sebuah anggukan dinginnya.
"Ingat waktu ada pertandingan basket di Smk N 2 , saat itu Sma kamu harus melawan Sma Arwana ,dan ingat ada chilleders yang kasih kamu botol minum setelah kamu tanding dengan Sma Arwana ,mungkin kamu tidak ingin jelas seperti apa wajah wanita itu karena nyatanya wanita itu kamu tolak mentah mentah ,dan wanita itu adalah aku". Lanjut Mina.
"Kenapa lo kejar gue sampe sekarang?". Tanya singkat Pangeran.
"Jawabannya hanya satu ,aku hanya ingin kamu jadi milik kamu sepenuhnya".
"Lo tau gue udah tunangan sama Cinta".
"Ya sebentar lagi juga Cinta akan kembaliin cincin itu ,karena aku yakin Cinta udah kemakan sama omongan aku perihal aku sedang mengandung anak kamu". Jawab Mina dengan senyuman liciknya.
"Lo gatau malu atau gimana sih?". Ucap Pangeran jijik.
"Terserah kamu mau bilang apa tentang aku ,yang pasti aku akan buat kamu jadi milik kamu selamanya".
"Gue bisa aja keluarin lo dari perusahaan ini". Ancam Pangeran.
"Silahkan ,kalo kamu siap semua orang tau ,aku akan sebarin semua foto yang udah aku foto disaat kita di hotel".
"Cewe licik!". Pangeran melemparkan buku yang ada di mejanya.
"Ini masih belum seberapa sayang , kamu akan mengerti seperti apa wanita licik yang sebenarnya ,jika ingin ,aku bisa membuat kamu benar benar membuat aku mengandung anak kamu".
"Jangan terlalu obsesi bisa?".
"Ga! Udah terlanjur". Jawab singkat Mina.
"Sekarang lo pergi dari ruangan gue". Bentak Pangeran.
Alih alih bukannya pergi , Mina malah langsung menarik tungku pundak Pangeran dan tanpa malu dia mencium bibirnya Pangeran.
//*Permisi*//.
Suara perempuan yang tidak lain adalah Cinta ,lagi lagi dia harus menyaksikan perbuatan yang disengajai oleh Mina , sebenarnya Mina sudah melihat Cinta berjalan lewat kaca bersama Dylan.
Melihat Cinta yang tiba tiba datang ,sontak membuat Pangeran melepaskan ciuman paksaan dari Mina. Mina yang melihat Cinta sedang mencoba menahan air matanya ,dia merasa bahagia karena telah berhasil membuat Cinta percaya akan sandiwaranya.
Sedangkan Dylan , Cinta sengaja menyuruh Dylan di luar ruangannya Pangeran karena tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi antara Pangeran dan Dylan. Pangeran langsung menyuruh Mina keluar dari ruangannya ,dan Minapun keluar.
"Makasi ya ,aku senang kamu udah kembali kaya biasa lagi ,duduk dulu". Tawaran Pangeran disertai dengan senyuman tulusnya.
"Cinta cuma sebentar doang ko". Jawab lemas Cinta , Cinta langsung mengeluarkan cincin pemberian Pangeran yang terpasang di jari manisnya.
"Mungkin hari ini adalah hari terakhir Cinta kasih bekal roti cokelat buat Pangeran". Lanjut Cinta sembari mengembalikan cincin pertunangannya.
"Cinta aku mohon jangan kaya gini". Jawab terpaku Pangeran.
"Setelah hari ini Pangeran ga usah cari cari Cinta ,dan lupain semua kenangan yang pernah kita bangun sama sama".
"Ga ,kamu jangan putusin ini dari sebelah pihak". Pangeran mencoba meraih tangannya Cinta.
"Jangan membuat ini semakin sulit Pangeran , Pangeran ga bisa mencintai dua wanita sekaligus dalam satu waktu". Satu air mata Cinta jatuh dari matanya.
"Stop bicarain sesutau yang nyatanya ga kaya gitu".
"Cinta harap , Pangeran bisa hidup bahagia sama Mina dan dede bayinya , Cinta juga bakalan bahagia kalau Pangeran bahagia , Cinta pergi dulu ... Ingat ya ,jangan kejar Cinta , Cinta lagi marah sama Pangeran". Jawab Cinta sambil mencoba melepaskan genggaman dari Pangeran.
"Tapi Cin".
"Cinta pergi dulu". Potong Cinta lalu keluar dari ruangannya Pangeran ,sembari menggandeng tangan Dylan, membawa Dylan berlari.
Semua karyawan merasa aneh dengan kejadian Cinta yang menangis setelah keluar dari ruangan bosnya ,ditambah ia malah menggenggam tangan pria yang tidak mereka kenal.
Cinta terus berlari hingga meninggalkan Dylan di belakang ,tidak perduli jika nantinya penyakitnya akan kambuh ketika dia banyak berlari ,berlari dengan wajah yang basah karena air matanya. Saking tidak memperdulikan sekitar , dia tidak melihat batu yang menghadangnya didepan sehingga membuatnya terjatuh ke tanah.
"Pangeraannnnnn !!!!!". Teriak Cinta dalam hati ,yang bisa keluar hanyalah air matanya.
Tangisan Cinta semakin menjadi jadi setelah terjatuh karena batu itu. Dylan yang menyusul langsung sigap merangkul Cinta dan membantu Cinta berdiri. Betapa kagetnya Dylan melihat Cinta yang wajahnya mulai memerah.
"Cinta ga salah kan , ga salah kan ka Dylan". Tanya Cinta sambil memukul tidak jelas badannya Dylan.
" Iya iya Cinta ,lo sama sekali ga salah". Jawab Dylan mengimbangi Cinta.
"Cinta ga kuat Ka". Jawab pelan Cinta.
"Ga kuat kenapa?". Tanya aneh Dylan.
Setelah ucapan Dylan selesai dari mulutnya ,tiba tiba darah mulai keluar dari hidungnya Cinta ,dan saat bersamaan juga tubuh Cinta semakin lemas dan membuat Cinta kehilangan penglihatannya. Cinta pingsan , Dylan tidak tahu harus apa ,dia panik , dia juga sebenarnya takut darah. Entah dari mana tiba tiba ambulans datang ,dan dengan perasaan yang khawatir , Dylan yang meneriaki ambulans itu meminta agar Cinta dibawa ke rumah sakit. Dan syukurlah , ambulans itu langsung menanggapinya lalu mereka bergegas untuk membawa Cinta ke rumah sakit.