The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 59.



 


 


"Haii". Ujar salah satu mahasiswa yang sekelas dengan Cinta.


Cinta membalasnya dengan senyuman.


"Gue Jake". Lanjutnya.


"Cinta". Jawab Cinta cepat.


"Pulang bareng gue mau?". Tawarannya sembari menunggu Cinta membereskan buku bukunya.


"Gimana? Pulang bareng gue mau?". Lanjutnya memastikan Cinta menjawabnya.


"Cinta pulangnya sama Ka Dylan". Jawab Cinta sopan.


"Ka Dylan? Senior yang populer itu?". Tanyanya Jake.


"Ya mungkin".


"Lo ada hubungan apa sama Dylan". Tanyanya kembali.



(Wajah Jake).


"Ayo ta". Suara khas Dylan memotong Cinta yang ingin menjawab pertanyaannya Jake.


"Cinta pulang dulu ya ,mungkin lain kali Jake yang antar Cinta pulang". Ujar Cinta kepada Jake.


"Sipp ,gue tunggu lo". Jawab Jake.


'Sejak kapan Dylan jadi ramah gini sama cewe?'. Batin Jake menggerutu.


"Duluan ya bro". Ujar Dylan menepuk bahunya Jake. Lalu Dylan dan Cinta pergi meninggalkan Jake.


Hari ini Cinta dan Dylan menggunakan motornya Dylan ,karena mobilnya Dylan dipinjam oleh temannya yang lebih membutuhkan mobilnya.


"Jake ngapain". Tanya Dylan kepada Cinta.


"Tadi dia ngajakin Cinta pulang bareng". Jawab Cinta polos.


"Terus lo jawab apa?".


"Cinta bilang Cinta pulangnya bareng Ka Dylan". Mendengar jawaban Cinta ,Dylan langsung mengerem mendadak ,membuat Cinta sontak memeluk pinggangnya Dylan.


"Kenapa sih? Ngagetin aja". Bentak Cinta.


"Ya lagian dari tadi naik motornya kaga peluk gue ,nanti kalo lo jatuh gimana? Heheh". Ujar Dylan.


"Mau makan es cream?". Tawaran Dylan.


"Ya maulah". Jawab cepat Cinta.


"Sipp". Jawab Cinta.


Cinta tidak melepaskan pelukannya dengan Dylan ,sembari menunggu Dylan memberhentikan motornya. Angin Jakarta hari ini sedang sejuk ,ditambah lagi tidak macet.


"Dah sampai". Ucap Dylan.


Tempat ini sangat ramai ,sehingga Dylan dan Cinta harus masuk kedalam toko agar mendapatkan tempat duduk yang pas. Setelah mendapatkan tempat duduk ,Dylan memesan dua buah es cream yang paling laris di toko ini. Menunggu beberapa menit akhirnya pelayan toko memberikan es cream pesanan Dylan.


"Cinta". Suara perempuan berasal dari belakangnya Cinta.


"Sarah". Ucap kecil Cinta setelah mengetahui kalau suara itu adalah Sarah ,seperti biasa disamping Sarah ada Julian. Sarah dan Julian langsung duduk bergabung dengan Dylan dan Cinta.


"Lo kemana aja?". Tanya Sarah kepada Cinta.


"Ada ko". Jawab cepat Cinta.


"Lo kenapa kabur dari rumah? Pangeran sama Ka Rendra khawatir sama lo ,lo kenapa putusin Pangeran sih?". Tanya sarah lagi.


"Iya sih ,lo kenapa sih putusin Pangeran , Pangeran itu di jebak lo malah putusin Pangeran dan kabur ... Pikiran lo dimana si?". Gerutu Julian.


"Julian ngomongnya". Bentak Sarah kepada Julian.


"Ini Dylan?". Tanya sarah menunjuk Dylan.


"Iya dia Dylan". Jawab Cinta mengiyakan.


"Lo bawa Cinta kemana? Lo pasti tau kan Cinta tinggal dimana". Tanya Julian.


"Gue ga bisa kasih tau , Cinta yang larang". Jawab simple dari Dylan.


"Cinta ,gue kan sahabat lo ,masa iya lo ga mau kasih tau gue". Sarah membujuk.


"Kalo Sarah tau ,pasti Sarah kasih tau Pangeran , Cinta ga mau Pangeran berusaha cari Cinta lagi". Jawab Cinta.


"Iya deh ,gue sama Julian janji ga akan kasih tau Pangeran soal ini".


"Cinta bahagia hidup bareng Ka Dylan, Cinta udah ikhlas kalo seharusnya Pangeran harus tanggung jawab atas kehamilan Mina ... Cinta mohon sama Sarah dan Julian ,jangan mau bantu Pangeran buat selidiki Cinta dimana ... Cinta mau belajar ikhlasin Pangeran yang kenyataannya sekarang Pangeran bukan milik Cinta lagi , Cinta ga mau pisahin dede bayi sama papahnya". Jawab Cinta.


"Tapi kata Pangeran dia dijebak sama Mina, Mina udah ngincer Pangeran dari SMA". Celetuk Julian.


"Ya sekarang udah gaada hubungan apa lagi sama Cinta ,kalo Julian emang sahabatnya Pangeran seharusnya Julian jangan buat Pangeran jadi tambah jauh dari calon anaknya". Jawab Cinta yang membuat Julian bungkam seribu bahasa.


"Sekarang gue ngerti posisi lo ,lo yang sabar yah ,semoga lo tetep bahagia sama siapapun yang deket sama lo". Sarah memeluk Cinta dengan perasaan sayangnya.


"Gue titip Cinta ,bahagiain Cinta ,kalo ada apa apa telepon ke nomer telepon di kertas ini". Lanjut Sarah bicara kepada Dylan dan Dylan hanya mengangguk menanggapi Sarah bicara.


"Gue duluan ,jaga diri lo baik baik". Sarah pamit kepada Cinta juga dengan Julian.


"Hati hati". Jawab Cinta.


Sarah dan Julian pergi dari tempat Cinta dan Dylan makan es cream. Setelah Sarah dan Julian pergi Dylan merasakan ada perubahan dari raut wajahnya Cinta. 'Ini mungkin berat buat Cinta harus pura pura bahagia hidup sama gue', Dylan membatin.