
Satu bulan berlalu.
Hari ini , Cinta dan Jake sedang bersama karena harus melakukan tugas yang harus mereka kerjakan sama sama ,sedangkan Dylan ,Dylan ada perlu sebentar setelah dipanggil dengan ketua sastra di kampusnya.
Jake mengajak Cinta ketempat yang terdapat berbagai macam tumbuhan dan bunga karena itu adalah bagian dari penelitian yang dosen berikan kepada mereka.
"Wangi ga ta?". Ujar Jake menyodorkan salah satu bunga yang sengaja ia petik ke hidungnya Cinta.
Alih alih bukannya merasakan wangi dari bunga tersebut seperti Jake , Cinta malah mual didepan Jake.
"Wangi dari mana orang bau kaya gini". Jawab Cinta sambil menahan perutnya agar tidak mual lagi.
"Kalo yang ini? Pasti wangi". Jake memetik bunga melati dan menyuruh Cinta untuk mencium wangi dari bunga tersebut. Dan lagi lagi Cinta hanya mencium aroma tidak sedap dari bunga tersebut.
"Lo kenapa sih? Lagi pilek atau gimana? Dari semua bunga yang gue petik menurut gue itu semuanya wangi". Lanjut Jake frustasi kepada Cinta.
Mendengar suara Jake yang berisik entah kenapa membuat Cinta menghindar dari Jake dan menjauhkan diri dari Jake lalu jongkok mengambil langkah untuk muntah.
Jake yang kebingungan terhadap sikap Cinta yang mendadak aneh seperti ini langsung menelepon Dylan untuk mengkontrol diri Cinta. Jake menyuruh Dylan untuk ikut bergabung ke penelitiannya bersama Cinta.
Tanpa menunggu lama lagi , Dylan datang dengan wajah datarnya ,sekilas melihat Jake lalu Jake menunjuk kearah Cinta yang masih muntah. Dylan menggunakan gestur badannya seolah olah menanyakan ada apa kepada Jake ,dan Jake pun menggelengkan kepalanya pelan.
"Kenapa? Ko tumben kaya gini?". Tanya Dylan yang merangkul tubuh Cinta dari belakang.
"Gatau nih , Jake jahat kasih bunga melati yang sama sekali ga wangi ,jelas jelas itu bunga buat Cinta mual kaya gini". Jawab Cinta.
"Lo apain nih Cinta ,katanya lo kasih bunga melati yang bau tuh bunga busuk apa gimana sih?". Teriak Dylan kepada Jake yang masih menjauhkan diri dari Cinta yang muntah.
"Dimana mana bunga melati mau busuk apa engga juga pasti wangi kali ,si Cintanya aja yang aneh ,tiba tiba kaya gitu ko nyalahin gue". Gerutu Jake.
"Ah sebel gue ngeliat kalian kaya gini ,mau ke kantin aja". Lanjut Jake yang cemburu melihat kejadian romantis Dylan yang sedang menepuk pelan bagian belakang Cinta agar cepat pulih dari mualnya.
"Rasanya gimana ,Ta?". Tanya Dylan kepada Cinta setelah melihat kepergian Jake.
"Pusing ,mual pokonya mau muntah". Jawab Cinta sambil membenarkan rambutnya.
"Kita ke bidan ya sehabis ini". Ucap Dylan yang mempunyai firasat kalau Cinta sedang...
"Ke bidan? Cinta punya dede bayi?". Tanya Cinta kegirangan.
"Ya coba cek dulu aja kali aja kan". Jawab Dylan.
"Tapi tunggu enakan dulu lo nya ,kalo udah berenti mualnya baru kita ke bidan". Lanjut Dylan.
Dylan aneh kepada Cinta ,apa Cinta dilahirkan untuk menjadi wanita sepolos ini ,bukannya panik jika dia memang benar hamil malah kesenangan.
Dylanpun membawa Cinta ke bidan yang dekat dari apartementnya tanpa pamit kepada Jake.
•
•
•
Dylan sedang menyaksikan Cinta yang sedang di periksa oleh dokter kandungan. Tersenyum melihat wanita yang ada disampingnya memandang wajahnya dengan tenang. Dylan sengaja menyuruh dokter untuk meng-usg perut Cinta agar bisa melihat kebenarannya dengan akurat.
Dokter memindahkan alat pendekteksi usg agar bisa dilihat sama sama ,karena ini yang pertama kali untuk Dylan dan Cinta ,mereka tidak mengerti apa yang tertera di alat seperti Tv tersebut.
"Sesuatu yang mirip seperti kacang polong ini adalah calon bayi yang kalian akan lihat nanti". Ujar dokter kepada Dylan dan Cinta.
"Dia sehat kan dok?". Tanya Cinta.
"Kalau kalian merawatnya dengan baik pasti akan sehat ko bayinya". Jawab ramah sang dokter.
"Bayinya laki laki atau perempuan?". Tanya Cinta dengan wajah polosnya.
"Hahah ,untuk saat ini jenis kelamin dari anak kalian masih belum bisa terdeteksi karena usianya masih memasuki minggu kedua masih sangat muda". Dokter itu tertawa kecil kepada Cinta.
"Yaahhh padahal Cinta pengen tau sekarang ,tapi gapapa deh bunda tunggu kamu sampe ketauan ya jenis kelamin kamu". Cinta berbicara sambil mengelus perutnya.
"Anak pertama ya pak". Dokter itu bertanya kepada Dylan.
"I-i-iya dok ,anak pertama dari kami". Jawab Dylan gugup.
"Di jaga ya bunda sama calon buah hatinya jangan sampe kenapa kenapa ,bundanya jangan sampe kecepean biasanya anak pertama itu rentan karena ini kan pengalaman pertama". Dokter memerintahkan Dylan yang sedang merangkul ibu dari anaknya itu.
"Tapi dok , Cinta pernah gagal hati dan leukimia apa ga bermasalah sama anak saya?". Tiba tiba Dylan bertanya seperti itu kepada dokter.
"Sebelum cek kehamilan penyakit yang itu udah sembuh atau masih sakit?".
"Udah sembuh sih dok ,hatinya udah di cangkok dan udah dapet pendonor tulang sumsum Cintanya". Jawab Dylan.
"Ahhh jangan terlalu dipikirkan ,kalau sudah ditangani dan sudah ada hasil sudah sembuh dijaga aja pola makannya jangan sampai kambuh kambuhan ketika sedang mengandung seperti ini". Jawaban dari dokter membuat Dylan menarik nafas lega.