The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 58.



 


 


"Lo pulang yah". Ucap Dylan yang berbicara pada Cinta setelah siuman dari pingsannya.


"Ga mau ka". Jawab cepat Cinta.


"Gue takut keluarga lo khawatir ,mereka pasti bingung cari lo". Dylan mencoba meraih tangan Cinta.


"Papah ga akan khawatir sama Cinta ,kalo emang papah khawatir seharusnya dia telepon Cinta sejak Cinta kabur dari rumah". Gerutu Cinta.


"Tapi kaka lo? Lo punya kaka kan? Gue yakin papah dan kaka lo juga pasti khawatir sama lo apa lagi kalo mereka tau keadaan lo sekarang". Dylan mencoba membujuk Cinta.


"Seharusnya lo bersyukur punya keluarga yang deket sama lo , kalo jadi lo , gue pasti bakalan terus terusan ngabisin seumur hidup gue dirumah". Lanjut Dylan ,Cinta yang tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Dylan ,dia mengkerutkan kedua alisnya.


"Dari Smp gue hidup jauh dari orang tua gue ,gue di Swedia hidup sama om gue ,dia yang urus hidup gue karena papah gue ga mau anggap gue sebagai anaknya dan bunda gue udah meninggal". Dylan tampak menahan air matanya ketika dia menceritakan kehidupannya selama ini.


"Waktu Pangeran dan Ka Bella tunangan kata Ka Wisnu dia ngeliat ada mamah dan papahnya ,itu mamahnya Ka Dylan kan?". Tanya Cinta.


"Itu bundanya Bella ,jauh sebelum papah gue nikah sama bundanya Bella ,dia udah punya hubungan sama bunda gue ,bunda gue hamil ketika papah gue nikah sama bundanya Bella ,setelah bunda ngelahirin gue dia meninggal karena kehabisan banyak darah".


"Setelah itu papah ambil gue dari kakek dan nenek gue ,waktu kecil gue kira papah akan sayang sama gue tapi ternyata 2 tahun gue hidup Bella lahir ,saat itu gue ngerti kalo papah itu selalu ngebedain gue sama Bella. Sampe besar gue selalu dapet pukulan dari papah gara gara Bella ,papah selalu bilang kalo gue adalah penyebab bunda gue meninggal. Sampai paling parah ,sebelum gue dibawa ke Swedia ,papah marah karena Bella ngadu uangnya hilang dan dia nuduh gue yang ambil ,papah marah besar ,papah langsung paksa gue minum cairan lantai". Lanjut Dylan.


Cinta terharu mendengar sisi lain dari hidup laki laki yang selalu dia anggap hidup bahagia. Cinta tersenyum hangat kepada Dylan ,Cinta bisa merasakan betapa kuatnya Dylan menjalani hidup serumit ini dari dia kecil. Orang tuanya tidak menyayanginya ,bahkan orang yang seharusnya bisa membelanya justru orang itu telah meninggal dunia.


"Ka Dylan kenapa masih sayang sama Ka Bella kalo kaya gitu?". Tanya Cinta.


"Sejahat apapun dia , Bella tetep adik gue Cinta". Jawab Dylan.


"Orang yang gue harap bisa menyayangi gue ,mereka malah yang bersikap sebaliknya ke gue". Lanjut Dylan menunduk.


"Kan ada Cinta , Cinta ga akan tinggalin Ka Dylan sendirian , seperti yang Ka Dylan lakuin ke Cinta sekarang". Ucap Cinta sambil menggenggam balik tangannya Dylan.


"Lo adalah penyempurna kebahagiaan gue Cinta". Jawab Dylan tersenyum.


Tidak mau berada di situasi seperti ini ,akhirnya Dylan membawa Cinta keluar dari ruangan rumah sakit ,ketika Dylan sedang berjalan tiba tiba selembar kertas jatuh dari saku celananya dan Cinta mengambilnya lalu mulai membacanya.


 


°Biodata Diri°


Nama : Dylan Andrew.


Tempat,tanggal,lahir : Jakarta ,1 januari,1994


Cita cita : Bisa buat papah bangga dan bahagia sama gue.


Keinginan terbesar :



Papah bisa pergi bareng bareng sama gue kemakam Bunda.


Papah dan Bunda Bella sayang sama gue.


Buat mereka bahagia.


Hidup mandiri.


Bisa main biola \(Kalimat bisa main biola di coret\) / Bahagiain Cinta.



 


Cinta tersentuh hatinya ketika melihat keinginan terbesar dari Dylan ,terdapat


namanya didalamnya. Pria yang berumur 23 tahun yang ada didepannya ini mampu membuat Cinta terharu.


"Dulu gue selalu pengen bisa mainin biola". Celetuk Dylan.


"Setelah lo hadir dalam hidup gue , keinginan terbesar gue mengenai biola itu bisa gue cancel ,sekarang gue lebih ingin buat lo bahagia". Lanjut Dylan sambil senyum sumringah.


"Segitunya Ka Dylan sayang sama aku". Ucap Cinta menatap kearah matanya Dylan.


"Apa yang harus gue buktiin kalo gue beneran sayang sama lo?". Tanya Dylan.


"Ga perlu buktiin apa apa , cukup Ka Dylan jangan buat Cinta sakit hati". Jawab cepat Dylan.


"Gue ga akan lakuin itu". Saut Dylan.


Dylan menundukkan kepalanya ,menyetarakan kepalanya dengan kepalanya Cinta ,dalam hitungan detik Dylan langsung mencium keningnya Cinta. Cinta bingung ,kenapa Dylan malah memilih mencium keningnya ketimbang mencium bibirnya , tanpa disadari Cinta mulai tersenyum ,senyuman yang bingung.


"Gue akan cium bibir lo kalo lo sendiri yang izinin". Dylan mengatakan seakan akan mengetahui isi hatinya Cinta.


Tanpa lama lama lagi , Dylan langsung membawa Cinta keluar dari ruangan itu dan membawa Cinta pulang ke apartementnya.