The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 66.



03.34.


~Jake.


"Maafin gue ,gue bener bener gatau kalo cowo yang lo maksud itu sepupu gue".


"Gue gaada niat buat jadi mata mata Pangeran".


"Lo ga pernah bilang kalo cowo itu Pangeran ,ta".


"Jangan diemin gue kaya gini dong".


_Read_.


Pada jam 9 Cinta membaca pesan dari Jake.


"Hoaaahh". Cinta mengucek ngucek matanya lalu menggeserkan badannya.


Cinta kaget ketika menghadap kearah Dylan yang sudah bertelanjang dada ,mengingat kejadian tadi malam bersama Dylan ,membuat Cinta dipagi hari tidak karuan perasaannya.


Dihati yang paling dalam ,jujur Cinta menikmati permainan Dylan tadi malam karena itu membuat Cinta lupa akan sakit hatinya dengan Pangeran ,tetapi ketika melihat akhirnya seperti ini ,perasaan takut mulai menghantui hati Cinta.


"Hari ini gaada kuliah kan?". Ujar Dylan berbicara pelan.


"Iya gaada ka". Jawab Cinta lalu terbangun dari tempat tidurnya karena ingin memakai pakaian yang semalam dibuka oleh Dylan.


Sebelum Cinta memakai pakaiannya ,tangan Dylan justru menarik tubuh Cinta dan memeluk Cinta dengan hangat.


"Hidup bahagia sama gue Ta". Bisik Dylan ditelinganya Cinta. Cinta diam seribu bahasa.


"Aku takut ka". Jawab Cinta pelan.


"Kenapa?".


"Gimana kalo aku hamil? Bagaimanapun juga tadi malam kita bener bener nggak terkontrol". Jawab Cinta yang membuat mata Dylan terbuka.


"Semuanya akan berjalan baik baik aja ,gausah khawatir". Ucap Dylan yang berusaha menenangkan wanita yang ada didepannya itu.


Cinta meminta izin untuk mandi lebih dahulu. Dan Dylanpun mengalah pada Cinta.


_Toktoktok_


Suara pintu apartement Dylan berbunyi. Dylanpun langsung membuka pintunya untuk memastikan siapa yang datang.


"Siapa ka?". Ucap Cinta yang baru keluar dari kamar mandi.


Dylan maupun seseorang yang baru datangpun terbelangak melihat Cinta yang hanya memakai handuk saja.


"Jadi bener dugaan gue kalo kalian itu satu rumah?". Tanya seseorang yang baru datang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jake.


Dylan mempersilahkan Jake masuk ,dan menunggu Cinta memakai baju. Setelah selesai memakai baju Cintapun menyusul Dylan dan Jake di sofa.


"Udah berapa lama kalian satu rumah kaya gini?". Tanya Jake heran.


"Jake jangan bilang ini ke siapa siapa ya ,rahasia kita bertiga". Saut Cinta ,dan Jake mengangguk mengerti.


"Kalian ga habis ngapa ngapain kan?". Tanya Jake yang membuat Cinta dan Dylan saling tatap tatapan. Detakan hati seakan akan berlaju lebih cepat ketika Jake bertanya sepeerti ini kepada Cinta dan Dylan.


"Lo ngapain kesini? Ko bisa tau apartement gue?". Jawab Dylan mengalihkan pembicaraan. Cinta nampak menarik nafas lega setelah mendengar Dylan yang pintar mengalihkan pembicaraan.


"Ya tau lah ,gue minta alamat rumah lo dari data kampus dan dikasih ,gue cuma mau minta maaf sama Cinta karena gara gara gue Cinta jadi dateng ke acara pernikahan Pangeran". Jawab Jake.


"Ya gapapa udah Cinta maafin ko ,lagi pula ini bukan sepenuhnya salah Jake juga kan? Gapapa Jake ,selaw aja Cinta cuma butuh waktu ko". Saut Cinta.


"Tadi malem gue maki maki si Pangeran ehh gataunya si Mina dateng nyamperin gue sama Pangeran ,gue komporin aja si Mina sampe sampe ribut sama si Pangeran habis si Pangeran ngomelin Mina gue kabur dari kamarnya". Jake menjelaskan itu dengan sangat gairah. Demi mencairkan suasan Dylan maupun Cinta juga berpatisipasi untuk menyumbangkan tertawanya kepada Jake.


"Jake mau minum apa?". Tanya Cinta.


"Yang ada aja". Jawab Jake.


"Yaudah tunggu bentar ya ,Cinta ambilin dulu".


Cinta beranjak dari duduknya dan memulai satu langkahnya menuju kedapur.


"Ssshhh". Cinta mendesah kecil karena merasakan linu diarea intimnya karena bekas tadi malam.


"Ehhh lo kenapa?". Tanya panik Jake.


"Gapapa ko".


Akhirnya Cinta memutuskan untuk melanjutkan perjalannya ke dapur dengan menahan sakit di area sensitifnya.


"Bentar yah ,gue mau ambil handphonr dulu". Dylan meminta izin kepada Jake.


Alih alih bukannya mengambil handphonenya , Dylan malah justru menyusul Cinta yang ada didapur.


"Masih sakit ya?". Tanya Dylan dengan nada khawatir kepada Cinta.


"Iya ,gatau kenapa semenjak habis mandi jadi kerasa gini". Ucap Cinta sambil mengaduk aduk teh buatannya.


"Kalo sakitnya ga ilang ilang kita ke dokter aja". Jawab Dylan sembari menggenggam tangannya Cinta.


"Gausahlah ka ,nanti juga hilang ,gausah khawatir masih bisa ditahan ko". Jawab Cinta dengan lembut.


"Maaf yah gara gara gue...".


"Woe lama beut dah ,gue haus nih". Jake memotong pembicaraan dari Dylan.


"Katanya mau ambil handphone ko malah disini?". Lanjut Jake.


"Gue lupa naro handphone gue dimana makanya gue tanya Cinta". Jawab asal Dylan.


Mereka bertigapun kembali ke ruang tamu dan meminum air teh manis buatan Cinta sama sama. Jake sama sekali tidak curiga kalau ada yang janggal diantara Cinta dan Dylan. Cinta dan juga Dylan juga berusaha untuk tidak membuat Jake curiga kalau ada apa apa diantara mereka berdua.