
Ketika aku tersadar ,dan membuka mata ternyata aku sudah ada dikamarku. Aku menatap ke sekitar rupanya Ka Rendra dan Ka Dylan telah setia menungguku.
"Sekarang kamu mau apa?". Tanya Ka Rendra kepadaku ,sepertinya Ka Dylan sudah menceritakan kejadian tadi kepada Ka Rendra.
"Aku mau pergi dari rumah untuk sementara". Jawab asalku.
"Why?".
"Aku butuh waktu buat lupa dari Pangeran ,aku yakin jika aku masih tinggal disini Pangeran pasti akan selalu datang". Jawabku.
"Terus kamu mau kemana?". Tanya Ka Rendra lagi.
"Ke tempat tinggal Ka Dylan". Jawab cepatku ,mendengar jawaban dari mulutku , Ka Dylan menatapku kaget sekaligus bingung.
"Dimana tempat tinggalnya?".
"Kalo aku kasih tau ka Rendra ,nanti Ka Rendra juga bakalan kasih tau Pangeran".
"Oh yaudah ,nanti kaka hubungin papah ,papah pasti ngertiin". Jawab Ka Rendra.
Tujuanku hanya satu ,malam ini aku harus pergi dari rumahku sebelum Pangeran datang dan membujuk. Hatiku rasanya sudah mati rasa ,ketika aku sedang membereskan pakaianku kedalam koper ,aku selalu teringat akan memori menyakitkan dari Pangeran. Banyak pertanyaan dalam hatiku sekarang.
Setelah membereskannya aku dan Ka Dylan pamit kepada Ka Rendra untuk pergi ke apartementnya Ka Dylan. Kini ,dihari yang hampir malam aku bergegas untuk mengungsi kerumah Ka Dylan. Ka Dylan mungkin mengerti situasiku ,dia tidak berbicara apapun untuk memberiku waktu sendirian.
"Cinta gapapa kan tinggal di apartementnya Ka Dylan?". Tanyaku.
"Iya gapapa ,gue seneng ko". Jawab ka Dylan sambil tersenyum kearahku.
"Pangeran kenapa tega ya kaya gini sama Cinta?" Kataku pelan.
"Gue gatau ,tapi kalo gue diposisinya Pangeran ,gue gaakan biarin lo sakit hati kaya gini ,gue gaakan biarin wanita yang gue cintai nangis gara gara gue". Jawabnya menatap kearah jalanan.
"Mungkin Cinta yang salah".
"Bukan lo yang salah , Pangeran yang terlalu brengsek". Jawab cepat Ka Dylan.
"Udah lo tidur aja ,nanti kalo udah sampe gue bangunin". Lanjutnya sambil mengelus pelan rambutku. Tangannya yang hangat membuatku menutup mataku untuk ketahap tertidur.
Aku tidak tau seberapa lama aku tertidur ,ketika aku terbangun aku melihat Ka Dylan yang sedang mempersiapkan tidur disofa kamarnya mungkin karena di apartementnya hanya ada satu kamar ,terpaksa dia tidur disofa.
"Udah gapapa ,gue tidur di sofa aja". Jawabnya.
"Yaudah sini tidur disebelah Cinta".
"Serius gapapa?".
"Yaaa". Jawabku.
Dia langsung mendekat kearahku dan berbaringkan tubuhnya disebelahku ,akupun juga ikut berbaring. Kami sama sama menatap kearah langit dinding.
"Ka ,makasih ya udah mau bantu aku". Ucapku.
"Gue bakalan selalu ada disamping lo Cinta". Jawabnya.
"Cinta belajar ikhlasin Pangeran ka". Ujarku mengambil nafas dalam dalam.
"Pelan pelan aja". Jawabnya singkatnya.
"Ka ,tapi gimana kalo mahasiswa yang lainnya tau".
"Tau apa?".
"Tau kalo kita tinggal satu atap ,berdua pula". Kataku.
"Gausah dipikirin ,kalo mereka gerebek kita baru ,bilang aja kalo kita udah suami istri". Jawab dengan entengnya.
"Ka Dylan mau jadi suami Cinta?".
"Eummm ,gue mau jadi suami lo setelah lo bener bener lupa sama Pangeran". Jawabnya.
Aku diam beberapa saat ,setelah itu tidak ada pembicaraan diantara kita.
"Mimpi indah ya Cinta". Ucapnya pelan.
"Ka Dylan juga". Jawabku.