The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 74.



Usia kandungan Cinta sudah memasuki minggu ke 24 ,bisa di hitung 6 bulan. Selama 5 bulan Cinta harus bersabar menghadapi cemohon para mahasiswa yang mengolok ngolokinya.


Kini ,Cinta sedang mencuci piring sehabis Cinta dan Dylan makan. Awalnya keadaan seperti biasa saja ,hingga satu waktu penglihatan Cinta mendadak kabur ,membuatnya tidak sengaja menjatuhkan piring kelantai.


_Guuummmppraanngg_


"Suara apaan tuh?". Ucap Dylan yang kaget mendengar suara piring yang barusan saja jatuh.


Dengan sigap Dylan menghampiri Cinta, memastikan apa yang sedang terjadi. Benar saja ,ketika Dylan pergi ke dapur dia melihat Cinta yang memegangi perut dan juga kepalanya.


"Aaahhh Dylan kenapa sakit gini?". Jerit Cinta kesakitan.


"Aku gatau ,gimana dong". Balas Dylan gugup ,dia mencoba membantu Cinta berdiri dengan merangkul bahu Cinta.


Bukannya berusaha berdiri Cinta malah menjenggut rambut tidak bersalahnya Dylan.


"Kayanya Cinta mau ngelahirin deh". Cinta meringis kesakitan sambil menarik rambutnya Dylan.


"Masa ngelahirin sih ,masih 6 bulan juga". Jawab Dylan yang sedang menahan kesakitan juga.


"Apa dong ?? Cinta gatau kenapa kaya gini".


"Yaudah kita ke rumah sakit aja okey".


"Berenti dulu jenggut rambut akunya". Dylan berusaha melepaskan tangan Cinta yang berada di rambutnya.


Lalu,membawa Cinta pergi kerumah sakit.


🍁🍁🍁


Sesampai mereka di rumah sakit ,syukurlah Cinta langsung dibawa keruang periksa kandungan oleh salah satu perawat ,mungkin karena melihat Cinta yang semakin kesakitan.


Kini, Cinta sedang diperiksa oleh dokter kandungan yang sama dengan dokter pertama kali Cinta mengecek kandungannya.


"Udah reda sakitnya?". Tanya dokter kepada Cinta , Cinta hanya mengangguk pelan.


"Ini sering terbiasa di usia kehamilan yang cukup muda ,hal ini disebabkan karena bundanya sering melakukan aktivitas berat".


"Aktivitas berat gimana? Kan Cinta ga pernah gendong gendong Dylan". Jawab polos Cinta. Mata Dylan terbuka lebar setelah mendengar jawaban tidak masuk akal dari Cinta.


"Bukan kaya gitu juga ,contohnya seperti cuci baju ,masak ,cuci piring ,setrika atau mengangkat pakaian yang habis di cuci juga ,seharusnya aktivitas itu di hilangkan atau minimal di kurangi sedikit". Jawab dokter.


"Kita langsung usg aja ya?".


"Bisa dok?". Jawab Dylan.


"Bisa dong ,diusia kehamilan yang sudah memasuki usia 6 bulan biasanya ada janin yang sudah terbentuk dan bisa diketahui jenis kelaminnya".


Secara kompak Cinta dan Dylan mengangguk menyetujui kalau akan dilakukan usg. Dokter sedang mengoleskan cairan untuk membantu mendeteksi janin yang ada diperutnya Cinta.


Suara suara yang mulai terdengar membuat Cinta dan Dylan tersenyum lebar dan saling menatap satu sama lain.


"Waaahhh itu dede bayi?". Ucap Cinta dengan sangat gembira.


"Bisa diliat sama sama yah ,ini adalah kurang lebih bentuk dari calon anak kalian. Lucu sekali bukan?". Ujar dokter.


"Mari kita lihat jenis kelaminnya (dokter menggeser geser alatnya untuk melihat jenis kelaminnya) gambar yang seperti monas ini adalah bukti kalau nanti bayi kalian itu .... Laki laki". Lanjut dokter.


Cinta menggenggam tangannya Dylan ,lalu menatap kearah alat usg , Dylan menatap Cinta yang sangat senang melihat calon anaknya nanti ,ketika Cinta sedang asyik menonton aktivitas janinnya ,seketika ada air mata yang keluar dari matanya Cinta. Entah air mata bahagia atau sebaliknya.


"Baik ,saya akan memberitahukan suster dulu agar bisa memberikan hasil usgnya". Pamit dokter itu.


"Cinta seneng akhirnya bisa liat dede bayi". Ucap Cinta yang lagi lagi mengeluarkan air mata.


"Aku juga seneng ,tapi katanya seneng ko nangis?". Jawab Dylan.


"Ini air mata kebahagiaan Dylan , Cinta ga nyangka didalam perutnya Cinta ternyata ada dede bayi yang sehat". Ucap Cinta sambil menarik tangan Dylan dan menempatkannya diatas perutnya.


"Cinta pengen deh cepet cepet liat dede bayi ,pasti dia tampan ,lucu ,imut. Apalagi kalau nanti kakek dan ne...". Kalimat Cinta berhenti karena sadar tidak ingin menyinggung dan memaksa Dylan untuk membawanya ke papah dan mamahnya.


"Kake dan nenenya gendong? Kamu mau aku bawa kamu ke papah dan mamah?". Tanya Dylan tersenyum.


"Dylan siap? Cinta gapapa ko nunggu". Jawab Cinta.


"Aku siap ko , kamu berhak ketemu sama kake dan nenenya anak kita". Balas Dylan mencium kening Cinta.


🍁🍁🍁


"Walaupun babynya sehat didalam sana ,ada satu hal yang harus tetep dijaga ,kesehatan diri bundanya ,jika bundanya sehat otomatis babynya juga sehat... Dan untuk mas ,tolong ya jaga ketenangan istrinya karena itu bisa berdampak baik jika di jaga dan bisa berdampak sangat buruk jika dilanggar". Dokter memberikan saran.


"Baik dok ,saya pasti akan jaga kesehatan dan ketenangan istri dan juga janinnya". Jawab Dylan lalu mengambil hasil usgnya.