The Arogan Prince That I Love

The Arogan Prince That I Love
Episode 41.



Nggak kerasa ,hubunganku dengan Pangeran ,banyak perubahan dalam hidupku selama satu tahun ini ,contohnya ,bisa kembali berjalan ,menyusul ketinggalan sekolah dan ... Dan juga sikap Pangeran kepadaku , akhir akhir ini , sikapnya menjadi seperti semula aku mengenalnya. Sikap romantis dan hangatnya berubah menjadi dingin , aku mengerti dia harus kuliah sembari mengurus perusahaan ayahnya,tapi apa harus dia memperlakukanku seperti kita yang baru kenal dulu?.


Kini, kami sedang makan siang bersama , berharap sikap Pangeran bisa kembali cair ditengah panasnya siang hari.


"Pangeran". Ucapku.


"Hm".


"Emangnya Cinta ada salah ya sama Pangeran?". Tanyaku gugup.


"Engga ada". Jawab cepatnya.


"Terus kenapa Pangeran sikapnya dingin lagi kaya dulu ke Cinta?".


"Bilang aja Pangeran ,kalo Cinta ada salah ,kalo ada sesuatu yang Cinta lakuin ke Pangeran salah ,bilang dong ,biar Cinta perbaiki". Ucapku setelah tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaanku yang pertama.


"Diem bisa ga?!". Bentaknya.


"Oh okeyy". Jawabku sambil menunduk.


Setelah itu , aku ga berani ngomong apapun ke Pangeran , sikapnya benar benar sudah berubah.


Sampai makan siang kami selesaipun tidak ada topik pembicaraan diantara kita , Pangeran membawaku kekantornya tanpa mengatakan apapun.


"Cinta". Pangeran memanggilku disaat sedang ada di ruangannya.


"Iya kenapa?". Jawabku.


"Kamu pulang gih".


"Pangeran ngusir Cinta?". Ujarku membendung air mata dimataku.


"Bukan ngusir Cinta".


"Terus apa?".


"Ya kamu pulang aja".


"Pangeran ga nganter pulang?". Tanyaku.


"Kenapa?".


"Udah napa Cinta jangan manja ,bisa pulang sendiri kan?". Lagi lagi Pangeran membentakku.


"Pangeran bisa bedain bukan? Mana manja mana tanya biasa? Cinta cuma nanya biasa doang ,Pangerannya aja yang sensian... Yaudah ,Cinta pulang". Gerutuku sambil menangis.


"Jangan nangis". Jawabnya mengelus pipiku.


"Jangan pegang pipi Cinta". Aku menyingkirkan tangannya yang ada di pipiku.


"Tapi jangan nangis". Lagi lagi dia mencari masalah kepadaku ,dia malah mengacak ngacak rambutku.


"Dibilang jangan pegang pegang Cinta juga ... Yaudah , Cinta mau pulang". Kataku membentaknya.


"Yaudah aku yang anter".


" Beneran?". Tanyaku mengelap air mataku.


"Iya Cinta".


"Serius?".


"Iyaaa".


"Terpaksa ga?". Tanyaku memastikan.


"Terpaksallaahh".


"Aaaa Pangeran". Jawabku mengerek.


"Yaudah gausah". Sautku.


"Okey".


'Jenis hati seperti apa ini?! Bukannya maksa malah ngeiyain gitu aja !! Super duper ngeselin banget iii'. Batinku menggerutu karena berharap Pangeran mengejar dan memaksaku ,dia malah berdiam diri diruangannya tanpa menghentikanku.