
"Udah". Ucapku sambil menghentikan tangannya yang sedang berada dipahaku.
Aku melihat wajahnya yang penuh kekecawaan , aku mengerti apa yang ia rasakan sekarang.
"Aku gamau kita lakuin itu sebelum menikah". Lanjutku sambil memegangi wajahnya.
"Iya aku mengerti". Jawab pelannya.
"Maaf".
"Aku juga minta maaf , seharusnya aku bisa menahan nafsuku". Jawabnya lagi.
"Tentu, ini bisa aja kita lanjuti ,tapi apa ga seharusnya tahap itu kita lakukan setelah kita punya hubungan yang tetap?". Aku berusaha menenangkannya karena tetap saja aku melihat wajahnya yang kecewa.
"Iya sayang ,lain kali jika kita melakukan itu ,aku akan lakukan sampai ditahap itu saja". Katanya sambil membenari resleting dan tali yang tadi dia buka.
"Aku benar benar tidak terkontrol tadi karena mendengar suara kecil yang kamu keluarkan". Lanjutnya.
"Ah iya tidak apa apa ,bentar ya aku mau tacap make up dulu". Jawabku sambil pergi dari kasurku dan duduk di depan kacaku. Sedangkan Pangeran ,dia sedang membenahi tempat tidurku yang beberapa menit lalu berantakkan dibuatnya.
•
•
•
Sejak mengantarkan Cinta pulang ,sebenarnya Dylan berbohong beralasan ada tugas kuliah , Dylan memilih pergi ke restoran untuk sekedar menenangi keadaan. Dalam duduknya Dylan memegangi dan menatap foto berukuran 2r dengan sangat fokus.
Hingga terbesit satu perasaan sedih.
"Sekarang gue udah ketemu yang namanya Cinta ,dia ga seburuk yang gue kira ,tapi gue harus selidiki Cinta dan Pangeran dengan baik gaboleh ceroboh". Dylan berbicara sendiri dengan terus menatap foto wanita itu.
"Gue bakalan cari tau ,hal yang pasti penyebab lo meninggal ,Bella". Lanjutnya lagi.
"Gue harus denger sendiri penjelasan dari Cinta atau dari Pangeran ,kalo dia ngejelek jelekin lo ,bakalan habis mereka berdua ... Gue harap lo bisa tenang ya disana ,lo adalah adik perempuan gue yang paling gue sayang". Ucap Dylan sambil memasuki foto adiknya kedalam tasnya.
Ya , Dylan adalah kakak dari Bella ,semua orang tidak tahu sosok Dylan seperti apa ,sejak SMA Bella tidak pernah memberitahu seperti apa wajah kakaknya karena Dylan sekolah diluar negeri bersama papahnya.
Tujuan Dylan mendekati Cinta hanya satu ,mendapatkan kejelasan kematian adiknya yang bisa dibilang sangat mendadak. Apalagi yang dia tau ,jika adiknya sempat memberikan tulang sumsumnya kepada wanita yang bernama Cinta.
•
•
•
"Aaaaa Sarahhh kangenn". Seruku sambil memeluk Sarah dengan sangat erat.
"Samaaaa". Jawab sarah.
"Cewe gitu kali ya kalo baru ketemu ,kek orang gila". Celetuk Julian.
"Namanya juga perempuan ,kalo ga kaya gitu namanya bukan perempuan". Saut Pangeran.
"Julian apa apaan sih ko ngomongnya gitu?". Jawabku sambil duduk disampingnya Pangeran.
"Tunggu sebentar ya Cinta ,tadi kita udah pesen makanan mungkin sedikit lagi dateng". Saut Sarah yang menjawabnya jauh dari topik pembicaraan.
"Wooowww sekarang gadis manja ini semakin besar yaahh". Lagi lagi Julian menceletuk perkataan yang tidak aku mengerti. Aku menatap Pangeran ,wajahnya seperti orang panik ,aku tidak tau kenapa mimik wajahnya seperti ini.
"Iyalah Cinta kan udah besar wajah kalo Cinta tambah besar". Jawab polosku.
"Udah diapain aja sama Pangeran?". Tanyanya.
"Hah? Diapain gimana?".
"Lo apain Cinta Pangeran? Sampe sampe Cinta segede gini". Julian malah bertanya kepada Pangeran.
"Yaa suka suka gue lah ,mau gue mau apa apain Cinta juga bukan urusan lo kalii".Jawab sewot Pangeran.
"Cinta pernah ciuman sama Pangeran?". Kali ini Julian bertanya kepadaku.
"Pernahlah". Jawab cepatku.
"Terakhir ciuman kapan?".
"Tadi sebelum berangkat ke sini".
"Astagaa ini anak tambah tua bukannya diasah otaknya malah tambah polos". Julian menggaruk rambutnya yang tidak gatel.
"Maksud Julian apa sih? Julian ngatain Cinta makin bodoh gitu maksudnya?".
"Udah, kamu gausah ngomong sama Julian nanti kamu ketular gilanya". Jawab Pangeran sambil merangkul pundakku.
"Posesif amat sih jadi cowo". Kata Julian.
"Ya lagian lo tanya Cinta kaya gitu ,kaya lo sama Sarah ga pernah ngelakuin kaya gitu aja". Saut Pangeran yang mampu membuat mulut lucnutnya Julian bungkam.
"Sekarang gantian yahh ,Sarah gue tau lo orangnya jujur ,lo pernah diapain aja ama Julian". Kini gigiran Pangeran yang mengintrogasi Sarah.
"Julian parah ,kalo ga cinta juga Sarah ga mau sama dia".Saut Sarah cepat.
"Wanjaiii ,ga ngira lo se-se-semesum ini Julian,gue bilangin bapak Bram tau rasa lo". Ledek Pangeran.
"Jadi gini ya kalo cowo main sama temen cowo lainnya ,bahasannya 17++ semua". Celetukku.
"Lah ,kan kita emang udah legal kali Cin!!".Teriak Julian saking frustasinya.